Mertuaku Selingkuhanku

Mertuaku Selingkuhanku
RAHASIA PERSELINGKUHAN


__ADS_3

SORE Hari telah tiba dan Almira pun terbangun dari tidur nya. Ia merasakan perut nya keroncongan dan ia paksakan untuk bangun karena sudah lapar. Almira berjalan tertatih-tatih ke ruangan meja makan dan ia bertemu dengan salah satu pembantu rumah itu.


"Bi tadi masak apa?" Tanya Almira.


"Tadi Bibi masak Ayah goreng Non."


"Oh begitu,..." Ujar Almira dan kini ia duduk dimeja makan dan membuka tutup makanan. Almira langsung makan dan belum mengetahui bahwa David ada dikamar ibu nya. Pembantu itu sedang menyapu lantai dan mulut nya sudah gatal ingin memberi tahu Almira bahwa David pacar nya Almira itu ada dikamar ibu nya.


Tapi kaki nya enggan melangkah karena ia sudah menyadari bahwa hal itu akan merusak karir nya sebagai pembantu dirumah itu. Jika pembantu itu nekat memberi tahu Almira soal David yang ada dikamar Ibu nya, sudah Pasti Ibu Melinda akan murka dan memecat pembantu itu karena telah membocorkan RAHASIA PERSELINGKUHAN Nya dengan David itu.


Kini pembantu itu segera pergi ke dapur dan enggan melakukan niat nya itu dan disaat itu pula Almira memanggil pembantu yang tadi pergi ke dapur. Pembantu itu kembali lagi ke ruangan meja makan untuk menemui Almira,


"Iya Non Almira ada apa?"


"Mamah kemana BI?"


"Nyonya Meli... Anu... Ehh...Anu.." Pembantu itu gugup ditanya seperti itu oleh Almira. Almira mengerutkan dahi nya melihat tingkah aneh pembantu itu.


"Bibi kenapa Ah Eh Anu begitu?"


"Tidak kenapa-kenapa Non, sepertinya Nyonya Meli tidur siang tadi setelah makan siang."


"Oh begitu." Ujar Almira manggut-manggut lalu Pembantu itu izin pergi untuk melanjutkan pekerjaan nya kepada Almira.


Almira lanjut makan lagi dan ia ingat bahwa David akan datang ke rumah itu.


"Mengapa David tak datang ke rumah? Apa ia lupa akan janji nya itu kepada ku dan Mamah bahwa ia akan datang kemari?" Almira berbicara pelan sendirian dan ia membayangkan nanti jika ia menikah dengan David di acara pernikahan yang mewah dan meriah. Almira senyum-senyum sendiri karena terbayang momen indah dan haru yang di inginkan oleh orang banyak itu jika sudah benar-benar terjadi.

__ADS_1


Almira lalu pergi ke kamar nya dulu untuk mengambil ponsel nya dan ia berniat ingin menghubungi David. Kini Almira kembali lanjut makan lagi sambil menghubungi David.


Di dalam kamar Ibu Melinda, David dan Ibu Melinda masih tertidur pulas nya. Pada saat itu suara ponsel David berdering keras dan langsung membuat David terperanjat kaget. Ibu Melinda pun tergugah juga dari tidur nya karena suara berisik ponsel nya David itu.


David lalu mengambil ponsel nya dan seketika mata nya tertegun. Ia segera membuat senyap suara ponsel nya itu dan mendekati Ibu Melinda.


"Bagaimana ini sayang? Almira menghubungi ku!" Ucap David tegang dan Ibu Melinda segera bangun.


"Jangan di angkat! biarkan saja!"


"Baiklah." Ujar David dan ia membiarkan ponsel nya itu.


"Bagaimana jika Almira tahu aku ada disini? ia pasti akan melihat mobil ku didepan rumah mu itu!"


"Benar juga! Aku harus segera keluar untuk melihat situasi diluar! Kamu jangan kemana-mana dulu sebelum aku kembali."


"Baik sayang." Ujar David patuh dan Ibu Melinda segera memakai baju tidur model kimono nya.


"Almira sedang makan, ia pasti belum menyadari bahwa David ada disini!" Cepat-cepat Ibu Melinda kembali lagi ke kamar nya dan menyuruh David untuk memakai pakaian nya. Saat tiba dikamar, David sudah rapih berpakaian kembali.


"Almira sedang berada di ruangan makan, hati-hati jangan sampai kau terlihat oleh nya. Nanti kau tunggu saja diruangan tamu dan berpura-pura tidur dikursi sofa itu. Nanti aku yang akan menemui Almira disana." David menganggukkan kepala nya tanda paham rencana Ibu Melinda itu.


David segera pergi ke ruangan tamu dan disana tak ada siapapun. David lalu berpura-pura tidur disofa rumah itu dan Ibu Melinda kembali berjalan menuju ruangan meja makan yang berada dekat dapur rumah itu.


"Sayang? kamu sudah baikan Nak?" Tanya Ibu Melinda dan seketika Almira menatap ibu nya.


"Sudah Mah, Mamah darimana?"

__ADS_1


"Mamah baru saja bangun tidur Nak." Lalu Ibu Melinda minum air dan Almira bertanya.


"David tadi ada kemari tidak Mah?"


"Ada, David sedang tertidur di sofa ruangan tamu. Sebelumnya Mamah dan David sudah mengobrol banyak soal nanti acara pernikahan kalian berdua. Lama-lama David dan Mamah mengantuk, jadi Mamah putuskan untuk tidur dikamar dan David tidur disofa."


"Oh begitu Mah." Ujar Almira manggut-manggut dan kemudian Ibu Melinda duduk disalah satu kursi itu.


"David bilang, ia harus bicara dulu kepada orang tua nya soal acara pernikahan kalian nanti."


"Apa David yakin akan menikahi Almira Mah?"


"Memang nya kamu meragukan David, sayang?"


"Bukan meragukan Mah, sebab waktu kami berpacaran ia tak pernah sekalipun mengajak Mira pergi ke rumah orang tua nya. Padahal Almira ingin mengenal keluarga nya David." Ibu Melinda tersenyum dan mengusap rambut anak nya itu.


"Sudah kamu tak usah sedih sayang, nanti juga kita akan pergi kesana bersama David. Mamah juga ikut, Itung-itung untuk mengadakan silaturahmi bersama keluarga David di Surabaya."


"Kapan Mah?" Tanya Almira kegirangan.


"Waktu nya belum pasti, tapi nanti kita bicarakan lagi dengan David. Sekarang kamu habiskan dulu makan mu, Mamah mau mandi dulu ya. Nanti kamu temui saja David ruangan tamu dan tanyakan kepada nya soal itu."


"Baik Mah." Ujar Almira dan kini Ibu Melinda sudah kembali ke kamar nya untuk mandi sore.


David masih berpura-pura tidur dan menaruh ponsel nya dimeja. Tapi dasar nya David masih mengantuk, ia pun tertidur lagi. Almira buru-buru menyudahi makan nya itu dan setelah itu ia pergi ke ruangan tamu. Pembantu rumah itu yang sejak tadi ada didapur menguping pembicaraan Ibu Melinda dan anak nya tadi.


'Benar-benar orang tua tak punya akhlak!! Pacar anak nya sendiri direbut!! Pantas Pak Restu ingin bercerai dengan nya, kelakuan nya saja model begitu! Wajah saja cantik dan orang kaya, tapi akhlak nya Nol besar!!' Pembantu itu membatin begitu karena ia pun merasa benci kepada majikan nya itu dan sangat kasihan kepada Almira.

__ADS_1


Almira tiba diruangan tamu dan tersenyum melihat David tertidur.


'Sedang tidur saja David tetap tampan! Aku benar-benar orang yang beruntung bisa memiliki lelaki seperti David.' Ujar hati Almira yang kagum terhadap ketampanan wajah David itu.


__ADS_2