
IBU Melinda dan Almira sudah masuk ke dalam ruangan rumah sakit itu. David tertidur dengan lelap nya dan napas nya teratur tak seperti sebelumnya yang lemah. Almira duduk dikursi yang menghadap ke arah David. Ibu Melinda menatap Almira yang sedih dan memegang tangan nya David.
Ibu Melinda masih memikirkan soal penyakit David itu. Sebab, ia dan Almira tak pernah memiliki riwayat penyakit mematikan seperti itu. Ibu Melinda pun ingin mencoba mengecek kesehatan Almira dan dirinya di rumah sakit itu, karena ia takut tertular penyakit yang di derita oleh David itu.
"Mira, nanti kamu cek kesehatan ya disini. Takut nya kamu tertular penyakit yang diderita oleh David itu."
"Iya Mah." Ujar Almira patuh.
"Mamah pergi dulu ingin menanyakan soal pemeriksaan mu dulu."
"Baik Mah." Lalu Ibu Melinda keluar ruangan dan menuju ruangan cek kesehatan.
Ibu Melinda lebih dulu pergi karena ia tak mau Almira curiga terhadap nya karena ibu nya adalah seorang janda dan untuk apa ia cek kesehatan soal penyakit itu? Maka Ibu Melinda putuskan untuk pergi sendiri. Almira duduk termangu menantikan David terbangun dari tidur nya. Ia masih tak habis pikir soal penyakit yang diderita oleh David itu. Almira hanya menyangka David sakit karena demam biasa saja dan masuk angin karena kecapekan menyetir bolak balik dari Jakarta ke Surabaya.
Ternyata penyakit David itu diluar dugaan Almira dan ia baru tahu akan nama penyakit HIV itu. Maka Almira putuskan untuk mencari tahu nya di internet.
"Aku baru tahu nama penyakit ini sangat mematikan dan apakah aku juga tertular ya? Sebelum ini aku juga pernah sakit demam dan pernah dirawat dirumah sakit ini." Almira masih membaca isi artikel tentang penyakit yang diderita oleh David itu.
Ia merenungkan ucapan ibu nya tadi bahwa ia harus di cek kesehatan nya, takut nya Almira ikut tertular juga. Almira kini menunggu ibu nya datang ke ruangan itu dan Ibu Melinda sedang cek up kesehatan oleh dokter.
"Kesehatan ibu baik-baik saja, tak ada penyakit apapun di dalam diri Ibu ini."
__ADS_1
"Terima kasih Dok, setelah ini saya akan menyuruh anak saya untuk ikut memeriksa kesehatan nya juga."
"Baik saya tunggu." Ujar Dokter perempuan spesial kesehatan itu.
Ibu Melinda pun segera pergi menuju ruangan David sebelumnya. Ia masuk dan berkata kepada Almira,
"Sekarang kamu pergi ke ruangan kesehatan untuk di cek kesehatan mu Mira, Mamah sudah dari sana tadi."
"Baik Mah, Mira menitipkan David." Ibu Melinda mengangguk saja dan kini Almira sudah pergi menuju ruangan kesehatan.
Ibu Melinda duduk di kursi itu dan menghadap ke arah David.
"Sepertinya David sudah tertular penyakit itu oleh perempuan lain dan sudah bermain dengan nya. Aku harus menanyakan nya nanti soal itu jika ia sudah siuman." Ibu Melinda sudah mempunyai feeling bahwa David pasti sudah berhubungan badan dengan wanita lain dan Wanita itu dipastikan telah menularkan penyakit berbahaya itu pada David.
"Mas lihat lelaki yang kemarin itu tidak?"
"Lelaki yang kemarin bersama Mbak Wulan itu?" Tanya lelaki penjaga bara itu. Wulan menganggukan kepala nya dan penjaga bar itu berkata,
"Saya tak melihat nya lagi Mbak."
"Oh begitu, yasudah." Ucap Wulan dan ia mulai resah karena apa yang sedang ia tunggu itu tak kunjung muncul.
__ADS_1
Matanya dilebarkan untuk melihat ke sekeliling ruangan itu dan berharap ia bisa menemukan lelaki yang telah bercumbu dengan nya itu kemarin malam.
'Sayang sekali aku kemarin lupa meminta nomor ponsel nya! Kalau sudah begini aku bakal di kecewakan lagi oleh seorang laki-laki! Mengapa nasib ku selalu sial? setelah aku berikan kehangatan tubuh ku pada lelaki itu, dengan mudah nya aku dicampakan lagi! Sudah sering aku di campakan begini oleh laki-laki, tapi akhirnya tak ada satu pun yang serius mencintai ku! Mereka hanya mengincar tubuh ku saja! Dasar lelaki buaya darat! Aku tertipu lagi!' Wulan mendengus kesal ingat kebodohan nya itu karena ia sebenarnya sudah sering dicampakkan oleh lelaki manapun yang pernah dekat dengan nya.
Wulan tak tahu bahwa setiap lelaki yang pernah berhubungan badan dengan nya, pasti akan mengalami sakit demam tinggi. Wulan tak menyadari bahwa dirinya telah terjangkit Virus HIV dan penyakit itu ia dapatkan ketika ia sering menyewa Gigolo untuk memuaskan hasrat birahi nya. Tapi itu dulu ketika ia baru cerai dengan suami nya, kini ia hanya perlu menenangkan pikiran nya diclub malam itu dan siapa tahu ia mendapatkan jodoh untuk ia jadikan suami nya. Tapi bencana datang tanpa permisi, ia telah terjangkit Virus mematikan itu dan menularkan nya kepada setiap orang yang pernah melakukan hubungan badan dengan nya.
David adalah salah satu laki-laki yang tertular penyakit nya Wulan itu dan mungkin jika waktu itu David tak memakai karet pengaman, mungkin saat ini kejantanan nya itu sudah mengeluarkan nanah akibat penyakit HIV itu. David tertular hanya di bagian lidah dan bibir nya saja, karena ia telah menjilat lubang pipis nya Wulan itu dan disitulah letak penyakit itu berada.
Wulan pun akhirnya mulai mabuk berat juga dan seperti biasa ada saja lelaki yang ingin mendekati nya. Seperti biasa mereka berkenalan dan pada akhirnya Wulan meminta diantarkan untuk pergi ke kamar penginapan dan terjadi lagi, Wulan pun melakukan hubungan badan lagi dengan lelaki itu. Sudah pasti lelaki itu akan tertular penyakit mematikan yang kini sedang di derita oleh David.
Kini tempat berpindah ke dalam rumah sakit dan Almira sedang di cek kesehatan nya.
"Mbak Almira tak ada masalah serius soal kesehatan dan tak ada penyakit serius yang diderita oleh Mbak Almira. Tapi sepertinya Mbak Almira ini sedang hamil ya?" Almira nampak cemas ditanya seperti itu dan ia tak bisa berbohong kepada Dokter. Almira hanya mengangguk saja dan Dokter hanya mengatakan selamat saja dan menyuruh Almira menjaga kondisi kandungan nya.
Kini Almira sudah keluar dari dalam ruangan CEK KESEHATAN Itu dan kembali menuju ruangan tempat David dirawat. Ibu Melinda nampak mengantuk dalam duduk nya itu dan Melinda segera berkata.
"Mamah sepertinya sudah mengantuk."
"Iya Mira, Kamu mau berjaga di sini apa mau pulang?"
"Mamah saja yang pulang, biar Mira saja yang menjaga David."
__ADS_1
"Tapi kamu belum mandi sore dan mengganti pakaian kampus mu ini Mira. Kamu sebaiknya pulang dulu untuk membersihkan diri dulu, lalu bawa kasur lantai jika kamu mau tidur di sini."
"Baik kalau begitu Mah, Almira pulang dulu." Kini Almira pun pulang dulu dan setelah itu ia akan kembali lagi ke rumah sakit itu untuk menemani David.