
IBU Melinda dan David terlihat sedang makan siang dan disela makan nya mereka pun memperbincangkan soal kandungan nya Almira.
"Bagaimana nanti RENCANA PERNIKAHAN mu dengan Almira Sayang..???" Tanya Ibu Melinda kepada David.
"Aku masih bingung soal menentukan kapan waktu nya, sebab aku harus bicara dulu kepada orang tua ku."
"Hmm begitu, kenapa tak kau hubungi saja kedua orang tua mu soal pernikahan mu dengan Almira nanti???"
"Hmm seperti nya tak perlu aku hubungi."
"Mengapa begitu? bukankah kau perlu meminta persetujuan dari kedua orang tua mu sayang?"
"Iya memang, tapi nanti saja jika aku sudah pulang ke Surabaya. Aku akan langsung mengatakan nya kepada kedua orang tua ku."
"Hmm begitu, lalu bagaimana jika kedua orang tua mu itu melarang mu untuk menikahi putri ku?" Tanya Ibu Melinda.
"Meskipun kedua orang tua ku melarang nya, aku akan tetap nekat menikahi Almira. Lagipula keinginan ku ingin tetap menikahi Almira karena diri mu juga sayang."
"Ya aku paham maksud mu, kau dan aku akan terus bertemu dirumah ini." Ucap Ibu Almira tersenyum dan David berkata.
"Dan tentu nya kita akan sering melakukan anu, hehehe."
"Ahhh kau ini ada-ada saja."
"Tapi kamu suka kan sayang?"
"Iya sayang, tapi jangan sampai orang-orang dirumah ini tahu bahwa kita memiliki hubungan gelap."
"Iya sayang, aku akan menjaga rahasia kita ini." Ucap David dan Ibu Melinda hanya tersenyum saja dan kini Mereka lanjut makan lagi hingga selesai.
Setelah selesai makan mereka pindah ke ruangan tamu dan lanjut mengobrolkan obrolan tadi.
"Jadi masa waktu kuliah mu tinggal satu bulan lagi?" Tanya Ibu Melinda.
__ADS_1
"Iya sayang, semester terakhir ini aku dan Almira akan Wisuda."
"Lalu apa kau tak malu setelah wisuda kau langsung menikah dengan Almira?"
"Lebih malu lagi jika aku menikahi Almira setelah masa kandungan Almira membesar sayang."
"Hmm begitu, jadi setelah wisuda kalian berdua akan langsung menikah ya."
"Iya sayang, tapi aku bingung jika nanti aku ditanya oleh kedua orang tua ku mengapa aku secepat itu ingin menikah."
"Memang nya kau tak punya alasan lain untuk menutupi PERNIKAHAN DINI Ini sayang?"
"Hmm sebentar aku pikir-pikir dulu." David pun merenung sejenak dan kemudian Ibu Melinda berkata.
"Apa perlu aku yang bicara langsung kepada orang tua mu soal pernikahan mu dengan Almira nanti?"
"Memang nya kau punya alasan apa sayang..???" Tanya David penasaran.
"Hmm begini saja, kita pergi ke rumah orang tua mu untuk membicarakan soal pernikahan mu dengan Almira. Nanti aku yang akan membantu mu berbicara soal pernikahan ini."
"Tak ada pilihan lain lagi, jika kau beralasan lain dari itu kau akan di curigai oleh Almira dan juga kedua orang tua mu. Kita harus berpura-pura bahwa kita tak ada kedekatan seperti ini dan anggaplah aku ini marah besar padamu karena kau telah tega menghamili Almira." David Merenungkan ucapan Ibu Melinda itu dan ia belum menyetujui rencana tersebut.
Ibu Melinda melihat keraguan di wajah David dan ia bertanya,
"Apa kau ragu akan rencana ini sayang???"
"Iya aku ragu, sebab orang tua ku bukan tipe orang yang masa bodo terhadap anak nya. Ayah dan Ibu ku sangat perhitungan sekali terhadap anak-anak nya dan sekalipun mereka tak akan mempercayai alasan yang tak masuk di akal."
"Jadi nanti kedua orang tua mu akan berpikir bahwa kau mengada-ada saja ketika bilang bahwa kau telah menghamili anak ku begitu?" David menganggukkan kepala nya dan berkata.
"Lebih baik aku jujur saja bahwa aku sudah berjanji kepada Almira akan menikahi nya setelah lulus kuliah. Tapi orang tua ku pasti akan bertanya tentang masa depan ku, sebab mereka menginginkan ku memiliki pekerjaan dahulu dibanding memiliki seorang istri."
"Hmm bukan nya kedua orang tua mu itu Yaitu Ayah mu seorang bos di restoran dan Ibu mu seorang guru Dosen?" David menganggukkan kepalanya seraya berkata,
__ADS_1
"Memang benar, tapi mereka menyuruh ku untuk mandiri. Mencari pekerjaan sendiri tanpa harus bergantung kepada kedua orang tuaku. Kakak-kakak ku pun begitu juga, mereka di suruh mandiri dan bebas bekerja di bidang apa saja asalkan pekerjaan ku itu sebanding dengan biaya yang dikeluarkan oleh kedua orang tua ku."
"Memang nya pekerjaan apa yang sebanding dengan biaya pengeluaran dari kedua orang tua mu untuk mu itu???"
"Hmm ya semisal minimal bekerja sebagai pegawai kantoran atau sebagai staf rumah sakit. Tapi aku ingin sekali menjadi Dokter dan jika nilai semester terakhir ku ini bagus, pasti aku akan melamar pekerjaan menjadi seorang Dokter."
"Tinggi juga cita-cita mu itu sayang, tapi menurut ku ada baik nya kau bekerja dikantor ku saja." David menatap wajah Ibu Melinda yang tersenyum kepada nya.
"Memang nya ada lowongan pekerjaan untuk seorang anak kuliahan yang belum berpengalaman???" Tanya David.
"Kau tak perlu cemas akan soal itu, David. Aku adalah seorang CEO Pemilik perusahaan. Segala sesuatu yang berhubungan dengan karyawan aku yang mengatur nya. Semua bidang di kantor ku baik itu dari, HRD, Supervisor, Sekretaris, Bendahara, Manejer dan para karyawan biasa sudah terisi semua. Tapi aku membuka lowongan hanya khusus untuk mu saja sayang."
"Kalau begitu, dibagian mana aku akan ditempat???" Tanya David lagi.
"Kau akan di tempatkan diruangan ku, agar kita selalu berdekatan." Senyum mesum Ibu Melinda terpampang jelas diwajah nya dan David pun membalas senyuman tersebut.
"Hmm jadi kau ingin kita satu ruangan agar kita selalu bersama begitu sayang?" Ibu Melinda menganggukan kepala nya tanda membenarkan.
"Bagiku, meskipun aku hidup berdua saja dipulau terpencil dengan mu. Selamanya aku tak akan bosan-bosannya bersama mu di pulau itu."
"Apa alasan nya???" Tanya Ibu Melinda ingin tahu.
" Alasan nya karena Kecantikan dan kemontokan mu itulah yang membuat ku terpesona hingga lupa segalanya."
"Dasar lelaki gombal." Ucap Ibu Melinda tersipu malu dan David hanya tertawa pelan saja.
Jam menunjukkan pukul tiga sore dan tak terasa mereka berdua mengobrol seperti itu. David memandang ke arah dada Ibu Melinda yang tertutup pakaian itu dan Ibu Melinda paham akan lirikan nakal mata nya David itu.
"Kau mau melakukan nya lagi sayang?" Tanya Ibu Melinda dan David menganggukan kepala nya.
"Ayo ikut ke kamar ku." Ujar Ibu Melinda dan David pun mengikuti nya dari belakang.
...*...
__ADS_1
...* *...