Mertuaku Selingkuhanku

Mertuaku Selingkuhanku
PERUBAHAN SIKAP IBU MELINDA


__ADS_3

IBU Melinda pun sebenarnya sangat berat untuk meninggalkan David. Tapi ia harus pergi juga ke kantor nya walaupun ia seorang bos nya, tapi tetap para karyawan nya itu masih harus tetap ia kontrol pekerjaan nya. Ia tak mau jam kerja karyawan nya itu dipakai untuk mengobrol atau dipakai tempat makan di dalam ruangan kantor itu.


Sebab dulu pernah ada karyawan yang kepergok sedang makan cemilan sambil mengobrol. Ibu Melinda melihat nya lewat CCTV yang ada dimonitor ruangan kantor nya dan ia langsung memarahi para karyawan nya yang lalai dalam bekerja itu. Setelah diperingati mereka pun patuh dan tak terlihat mengulangi kesalahan nya lagi sebab Ibu Melinda tak segan akan memecat karyawan nya yang lalai itu.


Tapi jika Ibu Melinda tak masuk ke kantor nya, baik itu sedang ada urusan rapat di luar kantor atau sedang ada urusan keluarga, para karyawan itu serasa bebas jika tak ada bos nya itu. Tapi tetap saja tayangan CCTV bisa diputar kembali dan bisa terlihat siapa saja yang lalai dalam bekerja nya itu. Terkecuali pekerjaan nya itu sudah selesai, Ibu Melinda masa bodo akan soal itu.


Kini Ibu Melinda sudah sampai dikantor nya dan ia disambut oleh satpam penjaga kantor nya itu. Ibu Melinda lalu masuk ke dalam kantor nya dan seperti biasa para karyawan nya sedang bekerja dan terlihat santai-santai saja. Tapi ketika Ibu Melinda melintasi ruangan mereka, semua nya mengucapkan selamat pagi kepada Ibu Melinda dan Ibu Melinda pun menjawab ucapan itu.


"Selamat pagi juga..." Ujar Ibu Melinda sambil tersenyum manis kepada seluruh karyawan nya.


Setelah itu Ibu Melinda masuk ke dalam ruangan nya, masing-masing para karyawan yang cukup banyak itu membicarakan soal kepribadian Ibu Melinda yang sudah banyak berubah menurut mereka.


"Tak biasa nya Ibu Melinda membalas nya dengan senyuman juga, biasa nya ia selalu bersikap dingin dan datar-datar saja."


"Betul, selama aku bekerja di sini. Aku tak pernah melihat nya tersenyum. Apalagi berbicara ramah kepada kita, ia selalu berbicara tegas dan penuh kewibawaan."


"Tapi sepertinya sekarang watak Ibu Melinda sudah tak seperti sebelumnya yang dingin dan sering marah-marah itu."


"Semoga saja watak nya itu tetap seperti ini, ngeri juga jika watak nya kembali seperti semula. Bisa-bisa aku tak bisa berkonsentrasi dalam pekerjaan ku nanti."


"Dulu kita pernah bilang Ibu Melinda itu cantik-cantik tapi galak ya, tapi sekarang semoga saja sikap nya itu sebanding dengan wajah nya yang cantik."


"Iya semoga saja." Itulah obrolan Para Karyawan kantoran Ibu Melinda membicarakan soal PERUBAHAN SIKAP IBU MELINDA Kepada seluruh pegawai nya itu.


Ibu Melinda sudah duduk dikursi meja kerja nya dan sedang menatap layar laptop nya. Seperti biasa ia sedang mengerjakan pekerjaan nya itu dan sesekali ia menatap ke arah ruangan kantor nya yang cukup luas itu.


"Nanti aku akan menempatkan David dimana ya jika ia sudah mulai bekerja?" Lalu Ibu Melinda menatap ke arah sofa tempat nya istirahat. Disana ada tempat kosong bekas lemari brankas yang sudah dipindahkan.

__ADS_1


"Yasudah nanti akan menempatkan David disitu saja. Tapi nanti jika ia sudah menikah dan tinggal di rumahku, hmm hidupku sudah tak kesepian lagi jika hal itu semua nya sudah terlaksanakan." Ibu Melinda tersenyum girang dan hari itu ia merasa bersemangat sekali untuk bekerja.


Di dalam ruangan rumah sakit, Almira masih setia menemani David. Mereka sedang mengobrolkan soal tentang hari pernikahan mereka nanti.


"Apakah nanti kamu sudah siap untuk menikahi ku nanti sayang?"


"Tentu saja aku siap, memang nya kenapa? Apa kau meragukan nya?"


"Bukan soal meragukan mu, aku hanya takut saja jika kita sudah lulus wisuda kau akan berpaling dariku dan bersama wanita lain." Almira menunduk sedih sembari menggigit bibir bawah nya.


"Kau ini ada-ada saja sayang, jangan berpikiran jelek seperti itu. Aku sudah cinta mati padamu dan tak ada wanita lain yang bisa menggantikan mu dihatiku."


"Aku juga begitu sayang, semoga kita akan tetap saling mencintai walaupun raga kita nanti tak semuda seperti sekarang lagi." David hanya tersenyum sambil berkata,


"Kau ini belum apa-apa sudah memikirkan soal masa depan."


"Iya tak ada salah nya, yang penting sekarang kita fokus belajar sampai lulus kuliah. Hanya itu cobaan kita sekarang sayang."


"Iya sayang, kamu juga harus cepat sembuh biar bisa cepat bisa masuk kuliah lagi. Aku merasa hampa jika kamu tak ada dikelas sayang."


"Iya sayang, badan ku sudah cukup membaik. Mungkin satu atau dua hari aku sudah bisa pulang sayang."


"Semoga saja sayang, rona biru dibibir mu pun sudah mulai menghilang."


"Rona biru?" Tanya David agak bingung.


"Oh ya bibir mu ini membiru sayang, kata Dokter penyebab nya karena penyakit yang sedang kau derita itu."

__ADS_1


"Coba aku ingin lihat, apa ada cermin?" Lalu Almira membuka tas nya dan ada kaca kecil ditempat tas make up nya.


Lalu David melihat wajah nya dan ia melihat rona biru pudar disekitaran permukaan bibir nya.


"Pantas aku merasakan bibir ku ini tebal dan lidah ku serasa mati rasa. Tapi sekarang sudah membaik dan tak seperti kemarin."


"Syukurlah jika kamu sudah merasakan badan mu enak. Aku ingin kita bisa hidup bersama dan bahagia dalam pernikahan kita nanti, kalau kita sudah menikah lalu anak kita telah lahir. Kau akan memberikan nama apa pada anak kita itu sayang???" David merenung sejenak dan memikirkan nama yang bagus untuk calon anak nya itu.


Almira masih menunggu calon suami nya itu berpikir dan ia hanya tersenyum saja memikirkan soal wajah anak nya nanti tampan seperti Ayah nya.


"Hmm bagaimana jika kita beri nama anak kita itu nanti dengan nama Almahira Putri Prayoga." Almira mengerutkan dahi nya dan bertanya.


"Itu nama untuk anak perempuan sayang?"


"Iya sayang, aku berharap anak kita itu perempuan nanti. Pasti cantik seperti Ibu nya." Ujar David sambil mengangguk tersenyum.


Almira pun berpikir sejenak dan berkata,


"Aku malah berharap anak kita itu laki-laki, pasti wajah nya tampan seperti Ayah nya."


"Tak selama nya wajah anak laki-laki itu mirip Ayah nya, wajah ku saja malah mirip Mamah ku bukan???"


"Benar juga, sebelum kita ke surabaya untuk pergi ke rumah mu itu. Aku sempat berpikir bahwa wajah mu itu mirip dengan Papahmu, setelah bertemu dengan kedua orang tua mu. Aku hanya bisa melongo karena wajah tampan mu itu mirip sekali dengan wajah Mamah mu yang cantik itu."


"Hehehe, kebanyakan memang begitu sayang. Tapi ada juga yang kadang tak mirip, kau saja lebih mirip dengan Mamah mu kan dibanding dengan Papahmu???"


"Iya sayang, aku lebih mirip dengan Mamah ku." Ucap Almira dan wajah nya sedikit sedih.

__ADS_1


__ADS_2