Mertuaku Selingkuhanku

Mertuaku Selingkuhanku
BERSAMBUNG


__ADS_3

DAVID Tiba dirumah dan mobil nya kini sudah masuk terparkir. Pak Nasir hanya melihat David masuk ke dalam rumah dari pos penjaga.


"Ada apa sebenarnya dengan Mas David dan Non Almira? Apa mereka sedang bertengkar?" Pak Nasir bisa berpikir seperti itu karena ia melihat raut wajah David yang memendam amarah, bahkan sapaan Pak Nasir pun tak dibalas oleh David.


Didalam rumah, David pergi menuju kamar Almira. Saat itu Almira sedang bersiap-siap untuk pergi keluar kamar.


"Sayaaang, buka pintu nya. Aku minta maaf soal tadi, aku ingin menjelaskan semua nya pada mu sayang" Teriak David dari luar pintu kamar dan Almira terdiam mendengar nya. Kemudian David mengulangi nya lagi dan pintu langsung dibuka oleh Almira.


"Masuk, jangan berisik di depan pintu!" Ujar Almira ketus dan ia lalu pergi duduk di kursi sofa kamar itu.


David pun kini masuk ke dalam kamar dan menutup pintu kamar itu. David berjalan menghampiri Almira yang duduk menatap nya,


"Darimana kamu Mas?" Tanya Almira masih dengan nada ketus nya.


"Aku habis dari luar." Ujar David yang kini duduk didekat Almira.


"Darimana? apa kau pergi kepada wanita yang menghubungi mu itu???" David hanya geleng-geleng kepala saja.


"Jangan berpikiran macam-macam Almira, aku pergi keluar hanya untuk menenangkan pikiran ku saja. Maafkan aku soal tadi, aku tak memberitahumu soal siapa yang mengirim pesan mesra kepada ku itu." Almira membuang muka dan membalikan badan.


David tahu Almira masih marah pada nya, kemudian David memegang tangan Almira sambil berkata.


"Wanita itu sebenarnya adalah mantan ku waktu aku kuliah di Surabaya sayang."


"Terus...??? Dia meminta mu untuk kembali lagi pada nya begitu?!" Tanya Almira ketus dengan raut wajah marah ke arah David.

__ADS_1


"Dengarkan dulu sayang, aku ingin menjelaskan nya pada mu agar kamu tak salah paham." Almira segera membuang muka kembali tanpa berkata-kata lagi.


David segera berkata menjelaskan tanpa Almira meminta nya.


"Wanita itu mantan pacarku dulu dan aku sudah lama putus dengan nya, entah kenapa tiba-tiba dia menghubungi ku dan setelah aku tanya darimana dia mendapat nomor ku. Ternyata Mamah dan Papah aku yang memberikan nya." Seketika wajah Almira menatap David dengan dahi berkerut.


"Mengapa orang tua mu memberikan nya? bukankah mereka tahu bahwa kamu sudah menikah dengan ku!?"


"Aku bisa menjelaskan nya sayang, kamu jangan marah dulu." Ujar David berusaha sabar dan Almira pun masih terdiam menunggu David menjelaskan nya.


Suasana hening dikamar itu membuat David menjadi canggung sendiri. Otak nya sejak tadi sedang berpikir keras untuk mencari alasan agar ia bisa membuat Almira percaya pada ucapan nya. Almira masih terdiam menatap David yang tiba-tiba menundukan kepala nya.


"Mantan pacar ku itu menghubungi ku lagi bukan karena ia ingin mengajak ku balikan lagi, Mamah dan Papah pun sebenarnya tak mau memberikan nomor ku karena mereka menghargai kamu sebagai istri ku. Tapi karena keadaan mantan pacarku yang memprihatinkan itu, maka Mamah dan Papah pun memberikan nya."


"Memperihatinkan bagaimana maksudmu? apa dia sakit karena urat malu nya sudah putus akibat diputuskan cinta nya oleh mu...!?" Tanya Almira dengan nada ketus dan David seketika menatap Almira.


Saat itu David menundukan kepalanya lagi dan raut wajah sedih ia perlihatkan kepada Almira.


"Setelah lama kami berpisah, penyakit mantan pacarku itu kambuh lagi dan kali ini semakin parah. Ia hanya bisa terbaring diranjang rumah sakit dan orang tuanya bilang padaku agar aku kembali menemani Rani. Tapi aku katakan seadanya bahwa aku tak biasa karena sekarang aku sudah menikah. Rani nampak sedih dan seringkali memanggil namaku jika sedang tidur, orang tua nya tak tega jika melihat anak nya seperti itu. Maka dengan cara lain, aku putuskan agar menuruti kemauan Rani."


"Apa kemauan mantan mu itu???" Tanya Almira dan suaranya mulai lunak kembali.


"Ia ingin aku menemani nya lagi walaupun hanya sebatas lewat ponsel saja. Dengan cara itu pun ia sudah senang karena ia butuh seseorang yang mensupport dia. Rani pun mengerti akan posisi aku dan ia tak mau menyakiti kamu sebagai istri ku. Maka secara diam-diam aku melakukan ini tanpa sepengetahuan mu sayang. Maafkan aku jika tindakan ku ini telah membuat mu sakit hati, Sayang." David menatap bola mata Almira yang masih berkaca-kaca itu.


Wajah sendu berlinang air mata mulai membasahi pipi David dan Almira seketika pun langsung memeluk David sambil berkata,

__ADS_1


"Mengapa kamu tak katakan dari dulu soal itu Sayang? Kalau tahu aku soal mantan mu itu, tak akan aku sampai marah besar padamu." Ujar Almira sambil terisak tangis.


"Aku takut kamu marah besar dan kau akan mengecam Rani karena hal itu tentu akan membuat mu sakit hati." Almira lalu melepaskan pelukan David dan ia segera mengusap air mata David sambil tersenyum.


"Lain kali kamu cerita dahulu makanya padaku sebelum memutuskan sesuatu, jika keadaan memang seperti itu. Aku memaklumi nya Sayang, karena aku pun pasti merasakan jika berada di posisi Rani saat ini."


"Baiklah jika kamu sudah berbicara begitu, aku sudah tak ragu lagi mengatakan nya." Ujar David dan kemudian Almira bertanya.


"Lalu bagaimana kondisi Rani sekarang?" Tanya Almira dan membuat David kebingungan menjawab nya.


"Dia sudah membaik, tapi keadaan nya memang masih memprihatinkan sekali."


"Kasihan sekali, aku ingin melihat kondisi Rani Sayang." Seketika wajah David mendadak tegang dan Almira bertanya karena melihat wajah David seperti itu.


"Wajah mu mengapa setegang itu sayang?"


"Bukan apa-apa sayang, aku tak mengizinkan kamu pergi melihat Rani."


"Memang nya kenapa kamu melarang ku Sayang? Apa kamu malu membawa ku yang sedang hamil besar ini???"


"Bukan begitu maksud nya Sayang, jika kamu pergi kesana dengan ku untuk menengok nya. Sudah pasti Rani akan kaget soal dirimu, Ia hanya tahu diriku saat ini sedang fokus kerja dan masih belum menikah. Jika ia tahu hal ini, pasti sakitnya akan semakin parah dan aku tak mau hal itu terjadi pada nya. Mengertilah Sayang, orang sakit jika mengalami depresi ia maka sakitnya itu akan semakin parah."


"Hmmm begitu..., baiklah jika itu memang benar. Aku harap kamu tidak mendustai ucapan mu itu sayang. Jika kamu benar berbohong, aku tak akan segan akan mengadukan nya kepada Mamah!" Ujar Almira mengancam David dan David hanya menganggukan kepala nya saja tanda berjanji.


Almira lalu pergi ke ruangan makan karena ia lapar dan mengajak David, David pun ikut pergi juga karena ia sudah tenang sekarang bahwa bujukan nya itu telah berhasil membuat Almira percaya pada nya. Kini hubungan Almira dan David berjalan seperti biasa nya dan Ibu Melinda saat itu mulai mengurangi kedekatan nya dengan David karena ia telah menemukan seorang lelaki seumuran dengan nya ketika Ia baru saja masuk ke kantor nya. Lelaki itu seperti nya Sugar Daddy, terlihat tampan dan keren. Ibu Melinda mulai tertarik pada lelaki itu ketika mereka berpas-pasan bertemu dan saling mengobrol sejenak. Ternyata lelaki itu seorang bos pemilik kantin yang biasa Ibu Melinda makan siang di situ dan mereka pun mengobrol lama di kantin itu untuk saling mengenal satu sama lain.

__ADS_1


...*BERSAMBUNG*...


__ADS_2