Mertuaku Selingkuhanku

Mertuaku Selingkuhanku
PULANG DARI RUMAH SAKIT


__ADS_3

IBU Melinda kini sudah berada di rumah sakit tempat anak nya dirawat. Setiba nya di dalam ruangan, Dokter bilang kepada David bahwa Almira sudah bisa pulang. Ibu Melinda pun lalu mengurus biaya perawatan nya Almira dan David mendorong Almira memakai kursi roda sampai ke mobil ibu nya.


"Habis kita PULANG DARI RUMAH SAKIT Ini, kamu mau kemana sayang?" Tanya Almira kepada David.


"Hmm aku akan ikut mengantarkan mu pulang."


"Tapi apakah Mamah akan memperbolehkan nya?"


"Seperti nya boleh, Aku sudah mengobrol banyak dengan Mamah mu ketika makan siang tadi. Tak mungkin kan Mamah mu melarang ku?"


"Iya juga, tapi mengapa wangi Parfum Mamah melekat dibaju mu sayang?" Seketika wajah David pucat pasi ditanya seperti itu. Ia teringat akan apa yang sudah dilakukan nya dengan Ibu Melinda.


"Maksud mu bagaimana sayang?"


"Mengapa wangi parfum mama bisa melekat dibaju mu? lalu wangi parfum Mamah juga sama."


"Ohhh itu, begini sayang. Mamah mu banyak curhat kepada ku soal kelakuan Ayah mu itu. Aku tak tega melihat Mamah mu itu bersedih dan Aku berusaha menenangkan nya dengan pelukan. Hanya pelukan biasa tak macam-macam kok sayang."


"Yakin?" Tanya Almira Sanksi.


"Apa kamu cemburu gara-gara aku pergi makan siang bersama Mamah mu tadi?"


"Sedikit, tapi yasudah lah lupakan. Aku hanya ingin tahu kejujuran mu saja." Ucap Almira dan ia pun mulai melupakan pikiran jelek nya itu.


"Jangan suka mencemburui sesuatu yang tak mungkin terjadi, Sayang. Perempuan itu Mamah mu, bukan orang lain. Lagi pula aku lebih menghormati Mamah mu dan tak ada niatan jelek sekalipun meskipun Mamah mu berstatus Janda."


"Iya-iya aku percaya sayang, jangan cemberut begitu dong." Ujar Almira sudah tersenyum lagi dan David yang agak kesal itu hanya mencubit pipi Almira dengan gemas.


'Hampir saja aku ketahuan berselingkuh dengan ibu nya Almira!' Ucap batin David saat itu juga.


Pada saat itu muncul Ibu Melinda dari pintu keluar rumah sakit.

__ADS_1


"Maaf ya Mamah agak lama."


"Tak apa kok Mah." Ujar Almira dan David hanya tersenyum saja. Kemudian Almira masuk ke dalam mobil Mamah nya dan David naik mobil nya sendiri. Mereka kini pulang ke rumah nya Ibu Melinda dan David pun mengikuti mobil itu dari belakang. Setiba dirumah Ibu Melinda, Pintu gerbang dibukakan oleh Pak Nasir.


Mobil David pun ikut masuk ke dalam parkiran didepan rumah besar itu. David lalu memapah Almira yang masih agak lemas jika berjalan itu ke dalam rumah nya. Ibu Melinda sudah berada di depan pintu dan kini mereka masuk ke dalam rumah bersama-sama. David dipersilahkan duduk diruangan tamu dan Almira duduk didekat nya. Ibu Melinda pun memanggil pembantu nya untuk menyiapkan minum dan jamuan kepada David.


"Tak perlu repot-repot Tante." Ucap David.


"Sudah anggap saja rumah sendiri." Ujar Ibu Melinda, kemudian ia menatap anak nya.


"Almira, seperti nya kamu butuh istirahat dikamar." Almira memang berkali-kali menguap.


"Iya Mah, Almira mengantuk."


"Mungkin itu efek obat yang kau minum siang tadi sayang." Ujar David.


"Iya sayang sepertinya." balas Almira.


"Yasudah ayo Mamah antar ke kamar mu. Biar saja David disini, nanti Mamah yang akan menemani nya ngobrol." Almira menurut saja dan lalu Ibu Melinda mengantar anak nya itu ke kamar nya.


"Banyak sekali Poto Almira dan ibu nya, sama sekali aku tak melihat Poto suami nya Tante Melinda." Lalu David lanjut membatin,


'Hanya orang bodoh yang telah menyia-nyiakan wanita secantik Tante Melinda. Jika aku jadi suami nya, tak bosan-bosannya aku memandangi wajah cantik nya terus. Ditambah tubuh nya yang sekal dan montok itu, bisa-bisa dibuat betah aku dirumah ini.' David menghayali Poto cantik nya Ibu Melinda dan tanpa sadar Ibu Melinda melihat nya sedang memegang celana depan nya.


Ibu Melinda tersenyum nakal dan ia berjalan pelan sampai duduk disampingnya David.


"Hayo kamu sedang apa?" Sontak David kaget dan ia tanpa ragu mencubit pipi mulus nya Ibu Melinda.


"Hampir saja jantung ku copot sayang, eh Tante." Ujar David keceplosan.


"Tak apa-apa sayang, lagi pula Almira sudah tidur. Oh iya, tadi kamu sedang memperhatikan apa?"

__ADS_1


"Apakah tak ada Poto mantan suami Tante yang terpajang disana?"


"Untuk apa memajang wajah seorang lelaki brengsek seperti ayah nya Almira!? Lebih baik nanti Tante pasangkan wajah mu diantara Tante dan Almira."


"Wah boleh juga Tante. Kapan yah kira-kira?" Ucap David bertanya.


"Sudah jangan memikirkan hal itu dulu, Tante masih ingin meneruskan kegiatan kita waktu di mobil tadi."


"Sekarang Tante?" Tanya David ragu. Ibu Melinda pun menatap ke sekeliling ruangan itu, kemudian berkata.


"Hmm seperti nya sekarang bukan waktu yang bagus. Hari masih sore dan masih banyak pembantu yang masih bekerja. Bagaimana nanti malam saja?"


"Boleh, Dimana Tante?"


"Hmm...," Ibu Melinda merenung sejenak.


"Bagaimana jika dikamar hotel mu? Tante ingin tahu dimana kamu tinggal."


"Boleh juga Tante." Ucap David sambil tersenyum.


"Baiklah jika begitu, kamu sekarang pulang dulu saja. Hari sudah sore, nanti kamu berikan saja dimana alamat hotel tempat mu tinggal. Nanti Tante yang akan pergi kesana."


"Baik Tante." Ujar David dan kini mereka saling bertukar nomor ponsel.


Di dalam kamar Almira, Ia masih belum tidur. Pikiran nya masih terngiang-ngiang akan soal wangi parfum dipakaian David dan Ibu nya. Almira belum mempercayai alasan David itu seratus persen dan masih ada rasa curiga.


"Mengapa aku sampai curiga begini kepada David dan ibuku? dipikir-pikir sangat wajar jika seorang lelaki menenangkan wanita yang sedih dengan pelukan. Tapi apa tidak kurang ajar namanya jika yang dilakukan nya itu kepada calon mertua nya sendiri?" Almira melamun dalam pikiran nya itu. Pada saat itu pintu kamar nya diketuk dan kemudian terbuka,


"David mau pamit pulang dulu sayang." Ucap Ibu Melinda dan David masuk ke dalam kamar itu.


"Aku pulang dulu ya sayang. Semoga kamu cepat sembuh."

__ADS_1


"Iya sayang, hati-hati dijalan." Jawab Almira dan David lalu mengecup kening nya Almira.


Kini David sudah berada diluar kamar Almira kembali bersama Ibu Melinda. Sebelum mereka keluar rumah, David dan Ibu Melinda berciuman dahulu. Karena tak tahan, David pun meremas buah dada nya Ibu Melinda. Ibu Melinda pun ikutan meremas burung nya David dan hal itu membuat David ke enakan. Adegan panas itu tak lama, karena Ibu Melinda segera menghentikan nya. Kini David sudah pulang setelah Ibu Melinda melambaian tangan nya.


__ADS_2