Mertuaku Selingkuhanku

Mertuaku Selingkuhanku
PERKARA PARFUM


__ADS_3

David dan Ibu Melinda tak meneruskan ciuman mereka itu lebih dalam lagi. David membiarkan Ibu Melinda tidur dulu karena David tak mau bercinta jika lawan main nya itu mengantuk. Ibu Melinda pun tidur dengan dipeluk oleh David dari belakang. Ibu Melinda hanya memakai pakaian dalam saja dan sudah melepas pakaian nya ketika sedang berciuman dengan David tadi.


David sedang memainkan ponsel nya dan ia mendapat pesan dari Almira.


"Sayang sedang apa? apa kamu sudah pulang dari kampus?" David segera membalasnya.


"Aku baru saja pulang dari kampus sayang." Tak lama Almira langsung membalas nya.


"Oh, Lalu apa ibu Puspita menanyakan soal diriku sayang?"


"Iya menanyakan nya dan lagi pula ia sudah tahu bahwa kamu sedang sakit."


"Hmm begitu sayang, sekarang kamu sedang apa?" Pertanyaan Almira itu membuat David melirik ke arah Ibu Melinda yang sedang tidur.


"Aku sedang ada urusan diluar sayang."


"Urusan apa sayang? tadi nya aku ingin main ke apartemen mu." David pun bingung harus mencari alasan apa kepada Almira.


Kemudian ia teringat akan teman kampus nya yang bernama Rico itu.


"Ini tadi Rico mengajak ku pergi ke Cafee, ia ingin membicarakan sesuatu kepada ku."


"Soal apa itu? pasti soal perempuan ya?" Balas Almira mulai ada rasa cemburu.


"Mungkin saja, soalnya dia baru putus dengan pacarnya."


"Ouh begitu, yasudah kalau begitu sayang. Jangan nakal kalau sedang disana."


"Iya sayangku, aku tak akan macam-macam kok."

__ADS_1


"Yasudah sayang." Balas Almira dan David hanya membalas nya dengan emot kiss saja.


Almira percaya saja akan alasan David itu dan Almira ingin mencoba menghubungi nomor ibu nya. Almira berniat ingin memberitahu soal kedatangan Ayah nya ke rumah nya itu kepada Ibu nya. David pun merasa mengantuk juga dan ia pun tidur memeluk Ibu Melinda sambil sesekali menciumi leher nya. David hanya memakai ****** ***** saja dan Ibu Melinda pun hanya memakai ****** ***** dan bra saja.


Burung David sudah tegang sejak tadi dan ia hanya menggesekan nya saja di belahan pantat nya Ibu Melinda. Suara ponsel Ibu Melinda berdering dan David segera mengecek nya.


"Almira!?" Ucap nya tegang dan ia segera menatap Ibu Melinda.


'Haduh bagaimana ini!?' Ucap nya dalam hati dan David pun merasa bingung harus melakukan apa.


Ibu Melinda tertidur sangat pulas dan suara ponsel nya yang cukup keras pun sama sekali tak membangunkan nya. David pun membiarkan panggilan ponsel itu dan menindih nya memakai bantal agar suara nya teredam.


"Ada apa dia menghubungi ibu nya? apa jangan-jangan dia mencurigai ku dan juga ibu nya lagi?" Pikir David saat itu dan ia pun mempertimbangkan alasan nya.


"Ketika berada di rumah sakit, Almira sudah mulai curiga kepada ku soal PERKARA PARFUM Itu. Kalaupun semisal nya dia mencium bau parfum ku di pakaian nya ibu nya ini, sudah pasti rasa kecurigaan nya itu akan semakin kuat! Ditambah tadi aku berpelukan dengan Ibu nya, sudah jelas wangi Parfum ku dan ibu nya bercampur lagi!" David semakin pusing memikirkan hal itu, mata nya sejak tadi sudah sayu dan ingin tidur.


David pun kemudian tertidur juga akhirnya dan waktu saat itu sudah sore menjelang malam. Almira beberapa kali menghubungi ponsel ibu nya, Namun tetap saja tak diangkat.


"Apakah Ibu masih kesal terhadap Ayah sampai-sampai Ibu tak menjawab panggilan ponsel ku?" Almira bicara sendirian dan ia pun mencoba ingin menjemput ibu nya di kantornya.


Almira mandi dahulu karena ia belum mandi selama dua hari semenjak ia sakit. Setelah Almira mandi dan berdandan, sekitar jam tujuh malam Almira pun berangkat menyusul Ibu nya. Pada malam itu Ibu Melinda sudah bangun dari tidur nya dan melihat David tertidur disampingnya. Ia melihat jam diponsel nya menunjukkan pukul tujuh malam dan melihat banyak sekali panggilan tak terjawab.


"Almira? ada apa dia menghubungi ku sebanyak ini?" Ibu Melinda ingin menghubungi kembali, tapi ia segera sadar akan sedang dimana ia sekarang.


"Sebaiknya aku mengirim pesan saja kepada Almira." Lalu Ibu Melinda mengirim pesan bahwa ia sedang ada meeting di luar. Ibu Melinda pun segera berpakaian kembali dan di saat itu David terbangun.


"Kamu mau kemana sayang buru-buru sekali?"


"Aku pulang dulu sayang, Almira menghubungi ku terus. Aku takut dia datang kemari dan memergoki kita disini."

__ADS_1


"Oh iya juga sayang, sebaiknya kamu pulang saja dulu."


"Iya sayang." Ucap Ibu Melinda dan setelah selesai berpakaian Ibu Melinda pun pamit kepada David dengan ciuman perpisahan.


Almira sampai di kantor ibu nya dan suasana di kantor itu memang sudah tutup. Ada satpam yang menjaga kantor itu dan Almira bertanya,


"Permisi Pak Dendi, apa Mamah ku masih di dalam?" Pak Dendi yang sudah mengenali Almira itu menjawab nya.


"Oh ibu sudah pulang waktu siang tadi, Non."


"Benarkah? tapi Mamah tak pulang ke rumah. Apa Pak Dendi tahu Mamah pergi ke mana?"


"Waduh Bapak kurang tahu Non." Pada saat itu suara ponsel Almira berdering.


Almira segera mengecek ponsel nya dan melihat ada pesan masuk.


"Mamah?" Almira langsung membaca isi pesan tersebut dan ia pun segera pamit kembali kepada Pak Dendi. Almira lalu mencoba menghubungi ibu nya dan saat itu Ibu Melinda mengangkat nya.


"Halo sayang ada apa?"


"Halo Mamah, Mamah masih lama meeting nya?" Tanya Almira yang kini sudah berada di dalam mobil nya.


"Sudah selesai Nak, Ini mamah mau pulang. Tumben kamu khawatir kepada Mamah, apa ada sesuatu yang membuat mu seperti ini Almira?"


"Nanti saja Almira jelaskan dirumah saja Mah, Ini Almira tadi mencari Mamah ke kantor tapi Mamah tak ada."


"Mamah sudah sejak siang tadi pulang Almira, jadi ketika Meeting Mamah tak mengecek ponsel jadi wajar panggilan mu tak Mamah angkat."


"Hmm begitu, yasudah kalau begitu Almira pulang sekarang Mah." Lalu Almira pun menyudahi panggilan tersebut dan melajukan mobil nya menuju rumah nya.

__ADS_1


Ibu Melinda sudah tiba di rumah dan Pak Nasir membuka kan pintu gerbang itu. Pak Nasir ingin memberi tahu soal kedatangan Pak Restu kepada Ibu Melinda, Namun ia takut kena omel majikan nya itu. Maka Pak Nasir hanya diam saja dan menyerahkan hal itu kepada Almira saja.


__ADS_2