Mertuaku Selingkuhanku

Mertuaku Selingkuhanku
PULANG KE RUMAH


__ADS_3

WAKTU Menunjukan pukul tujuh pagi dan Ibu Melinda sudah bangun tidur dan sudah mandi juga. Hari itu ia ada janji dengan Pak Asep yang nanti akan mendekorasi ruangan kantor nya. Sebelum ke kantor seperti biasa ia akan mampir dulu ke rumah sakit untuk menjenguk David dan mengantarkan sarapan untuk Almira. Diruangan meja makan itu Ibu Melinda menyuruh pembantu nya untuk membereskan kamar gudang yang nanti akan diisi oleh David.


Diruangan rumah sakit Almira sudah bangun karena ada dokter yang ingin memeriksa kesehatan David. Ada dua suster yang membawa obat-obatan dan suntikan, Saat itu Dokter lelaki itu bertanya pada David.


"Bagaimana sekarang keadaan mu mas David? apa sudah baikan???"


"Sudah Pak Dokter." Ujar David dan Dokter itu lalu mengecek kondisi David yang kini sudah benar-benar membaik.


"Lalu bagaimana kondisi kakimu? Apa sudah bisa dipakai untuk berjalan?"


"Sudah Pak Dokter." Dokter itu manggut-manggut dan kemudian berkata kepada Almira dan juga David.


"Mas David sudah bisa PULANG KE RUMAH Hari ini, Mbak." Almira menatap David yang tersenyum kepada nya.


"Baik Pak Dokter, terimakasih banyak." Dokter itu tersenyum dan segera mencabut infusan dari tangan David.


"Kalau begitu saya pamit lagi, mari."


"Iya Pak Dokter." Ujar Almira dan David bersamaan.


Setelah Dokter dan suster itu pergi Almira berkata,


"Sekarang kamu sudah bisa pulang. Apa perlu aku menghubungi Mamahku sayang?"


"Tak perlu sayang, Pasti Mamah mu akan kemari."


"Ia sayang biasanya Mamah akan kemari."

__ADS_1


"Baiklah kita tunggu saja Mamah mu datang, setelah itu kita beri tahu jika Mamah mu sudah ada di sini."


"Iya sayang." Ujar Almira dan kini mereka mengobrol lagi sambil menyuapi David sarapan pagi.


Ibu Melinda sudah bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit. Ia membawa bekal sarapan untuk Almira dan kini ia sudah melajukan mobil nya menuju rumah sakit tempat David dirawat. Tepat jam delapan pagi, Ibu Melinda tiba dirumah sakit itu. Ibu Melinda kini memasuki ruangan David dan Almira serta David menatap kearah Ibu Melinda.


"Bagaimana keadaan David, Mira?"


"Sudah membaik dan sudah diperbolehkan untuk pulang oleh Dokter Mah."


"Syukurlah kalau begitu Mira. Ini kamu sarapan dulu sayang." Lalu Almira pun segera sarapan pagi dan Ibu Melinda duduk di kursi samping David.


"Sepulang dari sini kau akan pergi ke rumah Tante, David. Kamar yang akan kau tempati nanti sudah dibereskan oleh pembantu rumah Tante."


"Baik Tante, Tapi setelah dari sini kita pergi ke apartemen ku dulu. Aku ingin mengambil barang-barang ku dan mencabut sewa apartemen ku dulu."


"Baiklah jika begitu." Ujar Ibu Melinda dan tak lama setelah Almira selesai makan, David pun pulang bersama Ibu Melinda dan juga Almira juga.


Semua pakaian David dilipat oleh Ibu Melinda dan juga Almira yang kemudian di masukan ke dalam koper besar. Semua peralatan kuliah David pun ia bawa dan kini barang-barang David sudah dikumpulkan semua. Ponsel David yang tergeletak diranjang itu segera diambil oleh David. Ia takut Almira mengambil ponsel nya itu walaupun besar kemungkinannya sangat kecil terjadi. Setelah semua nya beres, kini mereka turun kembali ke lantai satu dengan membawa barang-barang milik David yang tak terlalu banyak itu.


Dua satpam kocak yang biasa berjaga di pintu hotel itu sedang tak berjaga karena mereka berdua mendapat bagian jaga ship malam, jadi mereka tak sempat menggosip soal David dan kedua wanita nya itu. David membawa mobil nya sendiri dan semua barang-barang nya ada di mobil nya. Masing-masing membawa mobil nya sendiri-sendiri hingga tiba di rumah Ibu Melinda tepat jam sembilan pagi.


Ketiga mobil itu masuk ke dalam setelah pintu gerbang di buka oleh Pak Nasir. Setelah mobil ketiga nya terparkir, mereka bertiga masuk ke dalam rumah dan membawa barang-barang David itu menuju kamar yang sudah di siapkan untuk nya. Setiba didalam kamar itu David nampak senang sekali karena kamar itu cukup bagus dan rapi bagi nya.


"Apakah kamar ini sudah seperti ini sebelum nya Tante???"


"Tidak juga, dulu nya kamar ini gudang tempat menyimpan barang-barang. Tapi setelah di bersihkan kamar ini langsung Tante pasang ranjang dan apa saja yang ada di sini." David manggut-manggut dan Almira merasa senang karena sekarang ia akan selalu dekat bersama David.

__ADS_1


Lalu Ibu Melinda melihat jam tangan nya seraya berkata,


"Oh iya Tante harus pergi ke kantor dulu karena ada urusan penting. Kalian baik-baik ya dirumah, Nanti Almira yang akan membantu merapikan pakaian mu David."


"Baik Tante." Ujar David dan kini Ibu Melinda sudah pergi ke kantor nya. David dan Almira ada di dalam kamar itu dan Almira membantu David membereskan pakaian dalam koper itu ke dalam lemari yang ada di situ.


Semua barang-barang David diletakan ditempat yang sudah di sediakan dan David lalu langsung tiduran karena badan nya belum sebegitu nya pulih.


"Kau tiduran saja dulu sayang, badan mu belum pulih total soal nya."


"Iya sayang." Ucap David yang kini rebahan diranjang yang empuk itu. Almira hanya tersenyum saja melihat David dan tangan nya sejak tadi mengusap-usap perut nya. David melihat nya dan bertanya,


"Apa kamu sedang lapar sayang? Mengapa kau mengusap-usap perut mu?"


"Aku kamu lupa ya sayang? aku kan sedang mengandung anak mu."


"Oh iya astaga aku lupa sayang. Coba aku lihat perut mu." Lalu Almira membuka setengah pakaian nya dan David mengusap-usap perut Almira yang sedikit membuncit itu.


"Sehat-sehat ya Nak, cuppp." Lalu David mencium perut Almira dan Almira sangat bahagia dan terharu sekali melihat nya.


Lalu Almira berkata,


"Apakah perut ku ini tak akan membesar setelah kita nanti menikah sayang?"


"Sepertinya tak akan membesar parah sayang, masa kandungan mu baru saja satu bulan."


"Iya juga si,... tapi semoga saja tak terlihat membuncit. Aku malu jika dilihat oleh para tamu undangan itu bila perut ku sudah membuncit."

__ADS_1


"Tak perlu malu sayang, anggap saja berat badan mu sedang naik. Mereka tak tahu apa-apa jika kita tak membocorkan soal kandungan mu ini."


"Iya sayang." Ujar Almira dan kini kening nya di kecup oleh David dengan lembut.


__ADS_2