
MOBIL Ibu Melinda sudah sampai diparkiran dan ia segera masuk ke dalam hotel itu. Dua satpam kocak yang selalu berjaga dipintu hotel itu mempersilahkan Ibu Melinda masuk. Setelah Ibu Melinda berbelok ke lorong kiri untuk pergi menuju lift ke lantai atas, kedua satpam kocak itu segera menggosip.
"Son, bukan nya tadi cewek yang biasa sama si cowo ganteng itu sudah masuk waktu sore kan?"
"Iye gue juga tau, cewek yang tadi yang biasa sama si cowok ganteng itu juga ikut masuk. Apa mereka berdua pacar nya si cowok itu ya Bud???"
"Mana gue tau, tapi bagi gue mustahil masih pacaran punya dua pacar."
"Ye jelas itumah namanye selingkuh Son."
"Heeh pan w juga kate gak mungkin dua cewek itu pacar nya si cowok itu. Tapi gue yakin pasti kedua cewek itu bakal berantem pas ketemu."
"Kayak nya sih begitu, tapi elu merhatiin gak sih? muke kedua cewek itu hampir mirip tau! cuman yang baru masuk tadi keliatan Udeh dewasa banget!"
"Hmm kek nya dulu kita pernah membahas soal kemiripan dua cewek itu Son."
"Hooh, kek nya mereka berdua adek kakak deh."
"Apa jangan-jangan emak sama anak?" Kedua satpam itu saling tatap dan Soni berkata.
"Benar-benar diluar nalar kalo si cowok itu macarin emak nya si cewek itu!"
"Udeh kek sama yang viral-viral itu ye kasus nya, Udeh nikah sama anak nya tapi emak nya masih di incer juga. Weleh-weleh ga habis pikir gue Son."
"Iya ya, itu mah namanya ngelunjak ato ga tau diri!"
"Huum, bego juga sih Napa si cewek nya mau aja!"
"Mungkin karena anu nya gede."
"Yah bisa jadi." Ujar Budi dan dua satpam itu pun saling berpikir soal hubungan David dengan Almira dan juga Ibu Melinda.
__ADS_1
Ibu Melinda sudah sampai didepan kamar hotel David. Ia lalu mengetuk pintu dan Almira segera membuka nya. Ibu Melinda menatap wajah anak nya yang terlihat sedih itu dan ibu nya berkata,
"Apa David baik-baik saja Mira?"
"Kesehatan nya semakin menurun mah!" Ujar Almira tegang dan cemas. Ibu Melinda mendekati David dan ia pun segera menghubungi pihak rumah sakit untuk memanggil ambulans.
"David harus segera di bawa ke rumah sakit, badan nya panas sekali!"
"Padahal Mira sudah memberi nya obat dan mengkompres dahi nya pakai air hangat Mah. Tapi tetap saja tak ada reaksi."
"Sepertinya David sakit nya sudah semakin parah Mira, kita tunggu semoga pihak rumah sakit akan segera sampai."
"Baik Mah." Ujar Almira dan kini mereka menunggu pihak rumah sakit datang ke hotel itu.
David sedang tidur karena ia sudah minum obat dengan efek samping menyebabkan kantuk. Ibu Melinda nampak kasihan terhadap David dan Almira memeluk ibu nya yang duduk ditepi ranjang David sambil mengisak tangis karena sedih.
"Sebelum David tertidur, dia pernah bilang soal sebab penyakit nya tidak Mira?"
'Hmm kalau begitu berarti apa yang Almira lakukan sama saja dengan apa yang aku lakukan.' Hati nya membatin begitu tapi mulut nya berkata berbeda.
"Kayak nya dia masuk angin, tapi ini sudah parah. Harus secepatnya ditangani oleh dokter." Saat itu ada yang mengetuk pintu kamar hotel itu dan Almira segera pergi membuka pintu.
"Iya ada apa?" Tanya Almira dan yang datang itu adalah satpam yang berjaga yaitu Soni.
"Permisi Mbak, ada pihak rumah sakit yang datang dan berkata bahwa ada pasien yang sedang sakit di sini."
"Oh iya, suruh naik kesini saja Pak Satpam."
"Baik saya akan hubungi teman saya." Ujar Soni dan ia lalu segera menghubungi Budi memakai walkie talkie. Budi saat itu sedang menunggu dipintu dan walkie talkie nya menyala.
Ia segera mengangkat nya dan ada perintah menyuruh para petugas rumah sakit itu untuk naik ke atas. Petugas rumah sakit segera naik ke atas dengan di antar Budi dan pihak hotel sudah diberi tahu oleh Ibu Melinda soal ada calon menantu nya yang sedang sakit itu dikamar hotel tersebut. Kini pihak petugas rumah sakit sudah membawa David memakai Hospital Bed yang tipis yang biasa dipakai untuk pasien yang koma.
__ADS_1
Mobil Ambulance itu segera membawa David ke rumah sakit yang dulu Almira pernah dirawat disana. Almira dan juga ibu nya ikut pergi ke rumah sakit dengan membawa mobil masing-masing. Tiba dirumah sakit, David segera dibawa keruangan khusus untuk segera di obati. Tak lama Ibu Melinda dan juga Almira tiba di rumah sakit itu, mereka segera pergi ke ruangan tempat David dirawat.
Setiba didalam ruangan, David sudah di Infus dan di suntik. Almira serta ibu nya menunggu diruangan tunggu. Kedua nya nampak bungkam dan hati serta pikiran kedua nya sama-sama mengkhawatirkan keadaan David. Kemudian dokter rumah sakit itu keluar dari dalam ruangan dan menghadap ke arah Ibu Melinda serta Almira.
"Bagaimana kondisi Pacar saya Dok?" Tanya Almira cemas.
"Kondisi Mas David sudah membaik tak separah sebelumnya, untung kalian segera membawa Mas David kemari. Andai jika telat satu jam membawa David kemari, nyawa nya mungkin sudah tak bisa di tolong lagi." Seketika wajah Almira dan wajah ibu nya menegang serta pucat pasi.
Lalu Ibu Melinda bertanya soal penyakit apa yang di derita oleh David itu.
"Kalau saya boleh tahu, penyakit apa yang sedang di derita oleh David itu Pak Dokter?" Dokter itu menatap wajah kedua wanita itu bergantian, kemudian bertanya.
"Apa Mas David sudah menikah dengan anak ibu ini?"
"Belum, tapi rencana pernikahan mereka sudah dekat." Pak Dokter manggut-manggut mendengarkan nya. Kemudian ia berkata pelan,
"Mas David sudah terjangkit VIRUS HIV!"
"Apa!?" Sentak Almira dan juga Ibu Melinda bersamaan.
Pak Dokter itu pun menjelaskan nya lagi.
"Sepertinya ketika ia sedang berhubungan badan dengan anak ibu atau entah dengan siapa, ia tertular penyakit semacam itu. Tapi biasa nya virus tersebut identik menyerang alat vital manusia. Tapi Mas David ini hanya terkena di bagian lidah serta bibir nya saja. Bibir nya nampak membiru dan lidah nya pucat bintik-bintik merah pertanda ia terkena virus yang sangat berbahaya itu."
"Jadi apa David bisa sembuh Dok?" Tanya Almira.
"Sangat bisa, tapi perlu waktu. Yasudah saya pamit pergi dulu."
"Terimakasih Pak Dokter." Ujar Almira dan juga ibu nya, kini mereka berdua masuk ke dalam ruangan itu untuk melihat kondisi David.
...*...
__ADS_1
...* *...