
SETELAH Almira pulang ke rumah nya, kini hanya tinggal Ibu Melinda saja dan David didalam ruangan itu. Dalam renungan nya Ibu Melinda itu, ia segera ingat akan tes kesehatan Almira tadi.
"Astaga aku lupa bertanya pada Almira soal cek kesehatan nya itu! Kalau begitu aku akan tanyakan saja nanti jika Almira sudah kembali." Kini Ibu Melinda merenung lagi sambil mengusap-usap lengan David.
Wajah tampan David yang biasa nya cerah bersinar karena ketampanan nya ditambah kulit nya yang putih itu, kini terlihat redup dan pucat pasi. Bibir nya memang masih membiru seperti yang dikatakan oleh Dokter tadi. Saat itu waktu menunjukkan pukul sembilan malam dan Almira baru saja sampai dirumah nya. Ibu Melinda memiliki perasaan peduli terhadap David, meskipun David bukan anak kandung sendiri. Kedua orang tua David pernah menitipkan David kepada Ibu Melinda agar David ada yang menjaga nya. Ibu Melinda tak keberatan akan soal itu sebab ia sangat menyukai David dan hubungan gelap mereka itu berjalan dengan baik.
Tak ada yang tahu soal hubungan David itu, terkecuali para pembantu dirumah Ibu Melinda. Ketiga pembantu itu sudah mempunyai rasa curiga terhadap hubungan Ibu Melinda dan juga David itu. Mereka masih membungkam mulut nya agar mereka tak sembarangan bicara seperti itu. Mereka hanya cukup tau saja dan tak mau membuat masalah dirumah itu sebab taruhannya adalah karir mereka sendiri sebagai pembantu rumah tangga.
Jari-jari David mulai bergerak dan Ibu Melinda sedikit terkejut.
"Dia mulai sadar!" Lalu Ibu Melinda berdiri menatap wajah David. Perlahan mata David terbuka dan sangat kecil sekali terbuka nya. Mulut nya berusaha mengucap, tapi suara nya tak keluar.
"Sudah kamu jangan banyak bicara dulu, David. Kamu harus banyak istirahat dulu."
"D..imana ak..ku?" Tanya David terbata-bata.
"Kamu sedang ada di rumah sakit, aku yang membawa kemari bersama Almira.
"Kemana Almira?" Tanya David lagi dan ucapan nya mulai jelas namun pelan.
"Almira sedang pulang dulu untuk mandi dan berganti pakaian, nanti ia akan datang kembali kemari untuk menginap menemani mu di sini." David hanya diam saja dan hanya merespon dengan mulut terbuka saja.
David menatap ke arah langit-langit flavon ruangan itu. Pandangan nya nampak kosong sekali dan Ibu Melinda bertanya,
"Apa yang kau rasakan saat ini? Apa tubuh mu masih lemas?"
__ADS_1
"Masih, tubuh ku susah sekali digerakan."
"Apa kau tahu apa kau ini sedang menderita penyakit apa???" David menggelengkan kepala nya tanda tak tahu.
"Kau terkena penyakit HIV David!" Tegas Ibu Melinda dan seketika David menatap tegang ke arah Ibu Melinda.
"Kau tahu darimana soal penyakit yang sedang aku derita ini?"
"Dokter tadi sudah memeriksa mu dan kau mengidap sakit HIV! Aku dan Almira sudah mengecek kesehatan kami, apakah kami tertular oleh penyakit mu itu atau tidak."
"Mengapa bisa terjadi? lalu bagaimana dengan kalian? apa kalian tertular juga?" Ibu Melinda menggelengkan kepala nya sembari berkata,
"Aku sehat-sehat saja dan Almira aku lupa menanyakan nya kepada nya tadi. Nanti aku akan tanyakan jika ia sudah tiba disini."
"Sepertinya aku telah tertular oleh wanita itu..." David berkata seperti itu dan seketika Ibu Melinda terkejut mendengar nya.
David tetap menatap ke atas sambil menjawab pertanyaan Ibu Melinda tadi,
"Maafkan aku sayang, aku telah bertemu dengan seorang perempuan diclub malam dan aku tergoda."
"Kapan!? coba ceritakan aku ingin tahu?!" Ujar Ibu Melinda lagi agak memaksa dan raut wajah cemburu mulai menghiasi wajah nya yang cantik itu.
David lalu meneruskan ucapannya,
"Kemarin malam sehabis kita pulang dari Surabaya, aku ada janji dengan teman kampus dan kami nongkrong di club malam. Singkat cerita aku terpesona melihat seorang wanita cantik dan wajah nya terlihat sudah dewasa seperti mu. Jujur aku sangat terobsesi dengan wanita yang lebih tua dariku, ditambah wanita itu cantik dan badan nya bagus. Aku tak bisa menahan gejolak hasrat birahiku ini, padahal aku sudah mencoba untuk tak tergoda karena aku ingat bahwa aku mempunyai dua wanita yang sangat aku sayangi dan cintai. Tapi napsu ku lebih besar dari iman ku, aku tergoda dan aku berkenalan dengan nya hingga kami menginap sampai melakukan hubungan badan." David menghentikan cerita nya itu dan Ibu Melinda tak marah atau memaki David.
__ADS_1
Ibu Melinda hanya cenderung geleng-geleng kepala saja sambil berkata,
"Seharusnya kau harus bisa menjaga hati dan perasaan ku ini dan Almira, David. Mungkin jika Almira tahu soal ini, dia mungkin akan marah besar padamu dan entah dia masih mau berhubungan apa tidak denganmu. Sebab Almira adalah orang nya tak boleh dikecewakan sekali saja, jika itu terjadi hubungan kalian pasti akan retak."
"Maafkan aku, aku khilaf dan merasa sangat bersalah sekali kepada kalian. Aku pikir semua ini adalah teguran dari tuhan agar aku lebih bisa menjaga hasrat birahi ku ini pada wanita lain."
"Mungkin saja, tapi dengan kau sakit seperti ini. Semoga kau bisa jera atas perbuatan kotor mu itu David! Rata-rata orang yang berada di dalam club malam atau diskotik itu kebanyakan mengidap penyakit mematikan seperti HIV itu, karena tingkah laku mereka yang jorok dan tak bisa mengurus diri nya setelah melakukan hubungan badan. Jika ada seorang perempuan yang mengidap penyakit seperti itu dan ia berhubungan dengan mu, sudah pasti kau akan tertular dan jika kau sudah tertular lalu kau berhubungan dengan ku, sudah pasti aku akan tertular juga! Sekarang sudah kau rasakan akibat nya bukan???"
"Iya aku sangat menyesali semua nya setelah aku merasakan sakit di sekujur tubuh ku ini, lalu apakah aku boleh melakukan hubungan itu dengan mu lagi sayang?" Tanya David seraya menatap wajah Ibu Melinda yang merah merona.
"Kau harus sehat dulu dan sembuh dari penyakit mu itu, aku pun tak mau jika kau masih mengidap penyakit menular itu!"
"Jadi aku masih bisa melakukan itu jika aku sudah sembuh?"
"Tentu saja, karena aku membutuhkan kehangatan tubuh mu David. Aku rela kau bercinta dengan anak ku dan lebih perhatian pada nya, tapi aku tak akan rela jika kau mengulang kesalahan yang sudah kau lakukan ini kembali dimasa mendatang kelak."
"Aku akan berjanji untuk setia kepada kalian berdua, aku sudah kapok sekarang."
"Aku pegang kata-kata mu itu, jika kau melanggar nya lagi. Aku pun akan tega memutuskan hubungan ini dengan mu dan melarang Almira menikah dengan mu."
"Aku berjanji demi tuhan tak akan mengulangi kesalahan ku lagi."
"Baiklah jika kau sudah berjanji demi tuhan, aku percaya dan aku kini telah MEMAAFKAN KESALAHAN Mu ini DAVID."
"Terima kasih sayang." Ujar David dan Ibu Melinda membalas nya hanya dengan senyuman saja.
__ADS_1
...*...
...* *...