Mertuaku Selingkuhanku

Mertuaku Selingkuhanku
CLUB MALAM


__ADS_3

KEMUDIAN Ada satu perempuan yang membuat David tertarik. Perempuan itu berhidung mancung dan dada nya lebih mancung lagi. Tubuh nya seksi mirip gitar spanyol dan tinggi nya sejajar dengan David. Wanita itu seperti nya sudah setengah tua atau STW karena terlihat dari raut wajah nya yang sudah dewasa itu. David menyukai wanita yang berusia dewasa dewasa dan berpenampilan seperti itu, ditambah wajah wanita itu cantik semakin membuat David ingin berkenalan dengan wanita itu.


David bangkit dari duduk nya dan mendekati wanita itu yang sedang duduk dikursi menghadap bar minuman.


"Permisi, apa aku boleh duduk disini?" Ujar David basa-basi. Wanita itu menatap David dengan senyuman sambil berkata,


"Oh silahkan Mas." David pun berkata terima kasih dan kemudian duduk dikursi samping wanita itu.


"Mbak sendirian saja?" Tanya David dan wanita itu mengangguk.


"Iya Mas, aku sendirian saja." David lalu manggut-manggut, kemudian David mengajak wanita itu berkenalan.


"Apa boleh aku mengenal nama mu Mbak?"


"Oh boleh, Namaku Wulan. Namamu siapa Mas?"


"Namaku David. Salam kenal ya Mbak Wulan."


"Iya salam kenal juga Mas David." Ucap Wulan sedikit canggung karena ia merasa malu ditatap oleh David.


Kemudian mereka lanjut mengobrol lagi,


"Kalau boleh aku tahu, Mas David di sini sedang bersama siapa? Apa sedang bersama pacar nya?"


"Oh saya sedang bersama teman, mereka sedang asyik disana." Ujar David sambil menunjuk ke arah meja yang dimana teman-teman nya sedang merayu perempuan club malam itu.


"Ouh itu..., lalu Mas David tak punya pacar?" David terdiam dan awal nya ia ingin berkata bahwa ia memiliki calon istri. Tapi ia takut Wulan menjauhi nya dan tak mau lanjut mengenal lebih dalam lagi.


"Oh saya tak punya pacar Mbak."


"Wah masa sih? jarang-jarang loh seorang lelaki tampan tak punya pacar."


"Tak ada yang mau sama saya Mbak." Ujar David sedikit mengeluh.


"Ahh mana ada wanita yang tak menyukai kepada Mas David. Mungkin Mas David nya saja kali yang tak mau berpacaran."


"Aku sebenarnya ingin sekali berpacaran Mbak, tapi tak ada yang mau denganku." David sengaja merendah begitu agar jebakan nya untuk mendapatkan wanita itu lebih mudah lagi.


Wanita itu menatap wajah David dengan rasa kagum yang berlebihan, kemudian ia berkata.

__ADS_1


"Apa Mas David mau berpacaran dengan ku?" David segera menatap Wulan dan bertanya,


"Apa Mbak Wulan tak salah bicara? Nanti pacar Mbak Wulan tahu bakal marah loh." Wulan tersenyum pahit sambil minum alkohol yang ada di gelas nya.


"Aku tak punya pacar apalagi suami, aku seorang janda yang belum mempunyai anak."


"Serius Mbak?" Tanya David bertanya meyakinkan.


"Serius Mas, kalau aku mempunyai keluarga dan bersuami tak mungkin setiap malam aku berada di club malam ini."


"Memang tujuan Mbak Wulan di club malam ini untuk apa???"


"Banyak..., Tempat ini bisa untuk menghilangkan stress dan juga melupakan permasalahan hidup ku saja. Lalu yang paling penting adalah mencari pacar."


"Lalu Mbak Wulan sudah mendapatkan pacar di sini?" Wulan menggelengkan kepala nya seraya berkata.


"Tak ada yang bisa membuat ku jatuh cinta terhadap lelaki disini, sebenarnya banyak laki-laki yang berusaha mendapatkan hati ku. Tapi aku sama sekali tak memiliki ketertarikan kepada mereka."


"Oh begitu, tapi mengapa Mbak Wulan langsung mengajak ku berpacaran? padahal kita baru saja bertemu."


"Hmm entahlah, mengapa aku bisa langsung jatuh hati kepada mu Mas. Mungkin karena efek alkohol ini, hehehe." Wulan tertawa pelan dan David hanya tersenyum saja.


Kemudian David bertanya soal identitas Wulan,


"Panggil sayang saja tak apa-apa kok Mas, kan kita sudah resmi berpacaran bukan?"


"Baiklah kalau begitu sayang."


"Gitu Dong." Ujar Wulan tersenyum dan mata nya mulai sayu.


"Kamu mau minum juga?" Tanya Wulan.


"Saya minum es jeruk saja Mbak, saya tak suka minum alkohol."


"Oh begitu..., tadi kamu menanyakan soal tempat tinggal ku dan pekerjaan ku bukan?"


"Iya sayang." Ujar David yang kini sudah membiasakan diri memanggil Wulan dengan kata 'Sayang'.


Wulan pun lalu menceritakan soal identitas nya.

__ADS_1


"Aku tinggal di komplek perumahan dijakarta ini dan pekerjaan ku hanya senang-senang saja, hehehe." Wulan tertawa lagi dan membuat David berkerut dahi nya.


"Aku punya ruko yang disewakan kepada orang-orang yang berdagang. Pekerjaan ku hanya menunggu mereka bayar tagihan bulanan saja, heheheh. huk...huk." Wulan semakin meracau dan ia lalu menenggak alkohol lagi.


"Sayang, sepertinya kamu sudah sangat mabuk. Jangan minum lagi." Ujar David memberi larangan.


"Aku sengaja seperti ini, biasa nya jika aku sudah mabuk aku langsung di antar ke kamar penginapan di club malam ini. huk..huk."


"Siapa yang mengantar mu itu???" Tanya David penasaran.


"Satpam diclub malam ini."


"Apa kau tak takut kepada mereka jika mereka nanti macam-macam kepada mu?"


"Untuk apa aku takut, jika mereka macam-macam padaku. Aku bisa melaporkan mereka kepada pemilik club malam ini, sebab pemilik CLUB MALAM Ini milik teman ku."


"Hmm begitu..." Ujar David pelan dan Wulan lalu merengek kepada David agar ia segera dibawa ke kamar penginapan yang ada di lantai dua nya.


"Antar aku ke kamar sayang, mata ku sudah tak tahan lagi."


"Baiklah..." Ujar David dan segera memapah Wulan menaiki tangga ke lantai dua.


'Mudah sekali mendapatkan hati seorang wanita pemabuk seperti Wulan, aku sudah tak sabar ingin mencicipi kehangatan tubuh nya ini.' David membatin begitu karena yang ada dipikiran nya hanyalah bercumbu dengan Wulan.


Tiba dilantai dua, disana ada resepsionis yang menjaga kunci kamar.


"Tumben Mbak Wulan bersama lelaki tampan? biasa nya selalu di antar oleh satpam."


"Ini pacar baru saya, tampan bukan Pak Tono?"


"Iya tampan sekali Mbak." Ujar penjaga itu, lalu ia menawarkan sesuatu kepada David.


"Apa kalian mau menyewa kamar untuk bercinta?"Tanya seorang lelaki setengah tua yang menjaga tempat itu.


"Iya Pak." Ujar David mengiyakan saja, kemudian penjaga itu meminta KTP David dan David memberikan nya. Setelah itu penjaga itu memberikan kunci kepada David, kemudian penjaga itu berkata.


"Apa kau memerlukan karet pengaman anak muda?"


"Kebetulan!" Ujar David, kemudian penjaga itu memberikan nya kepada David dan David merogoh kocek nya untuk membayar harga karet pengaman itu.

__ADS_1


Kini David segera pergi menuju kamar nomor sembilan dan membuka kunci kamar itu. Setelah itu David masuk dan mengunci kembali pintu kamar itu. Kemudian David membaringkan Wulan dan Wulan tersenyum nakal sambil berkata,


"Peluk aku sayang." Lalu David pun segera memeluk Wulan dengan beringas.


__ADS_2