
ALMIRA Sudah selesai makan nya dan ia lalu berkata kepada ibu nya.
"Almira pulang dulu Mah. Nanti Almira kesini lagi."
"Iya sayang." Ujar Ibu Melinda, lalu Almira pamit kepada ibu nya dan juga kepada David. Almira terlihat biasa saja dan tak mencurigai kedua nya jika ditinggalkan oleh nya.
Ibu Melinda melirik ke arah pintu dan berjalan ke arah pintu itu untuk mengengok Almira apa sudah pergi atau masih ada di situ. Setelah di cek ternyata Almira memang sudah pergi dan Ibu Melinda melihat Almira berjalan sudah cukup jauh di lorong jalan itu. Kemudian Ibu Melinda masuk lagi lalu mengunci pintu ruangan itu dan David bertanya,
"Bagaimana sayang? Apa Almira sudah pergi?"
"Sudah sayang." Ujar Ibu Melinda yang kini mendekati David dan *******-***** kejantanan David yang terhalang selimut itu.
"Aku sudah tak tahan sayang, sudah lama kita tak melakukan itu." Ujar Ibu Melinda dengan wajah sayu dan menggigit bibir bawah nya.
"Aku juga sudah tak tahan sayang, tapi apa kau tak takut tertular oleh penyakit ku ini???"
"Aku membawa karet pengaman sayang, kata dokter kejantanan mu ini tak bermasalah. Yang terkena penyakit itu hanya lidah dan bibir mu saja."
"Jadi aku tak boleh menggunakan mulut ku untuk menciumi mu sayang???"
"Seharusnya jangan dulu sayang, kita langsung bercinta memasukan barang saja. Biar cepat dan sama-sama enak, ingat kita ini sedang ada di rumah sakit dan bukan sedang ada dihotelmu."
"Yasudah sayang, cepat buka celana mu. Aku ingin segera memasukan kejantanan ku ini." David memegang kejantanan nya yang sudah mengeras tegang itu. Dan Ibu Melinda lalu melepaskan kancing baju nya dan ia mengeluarkan dua buah dada nya yang sekal itu.
David meremas dua buah dada sekal itu dan Ibu Melinda lalu membuka androk nya. Kemudian ia berjongkok diatas Rangkas dan kemudian Ibu Melinda menggerakan tubuh nya naik turun. Suara Derik bed hospital itu terdengar keras dan Ibu Melinda masa bodo akan soal itu. Dirinya sudah terkena napsu bercinta bersama David dan sudah tak memikirkan keadaan di sekitarnya. Ibu Melinda mengerang ke enakan dan begitu pun juga dengan David. Kedua nya bercinta hingga kedua nya sama-sama menggapai kenikmatan yang di inginkan.
Almira tiba dirumah nya jam setengah enam sore hari dan ia segera pergi ke kamar nya untuk berganti pakaian. Ia berdiri didepan cermin sepanjang tinggi badan nya itu dan melihat perut nya yang sedikit membuncit.
__ADS_1
"Dua buah dada ku ini terasa sangat sesak dan berat, seperti nya dua buah dadaku ini sudah mulai terisi air susu." Almira melihat tubuh nya sedikit melar dan tak selangsing seperti dulu waktu ia masih belum mengandung bayi.
Almira tak mau menyesali soal penampilan tubuh nya itu, ia sudah siap untuk kehilangan kecantikan dan ke seksian tubuh nya itu demi calon buah hati nya itu. Kini Almira segera pergi ke kamar mandi untuk mandi sore dan setelah mandi sore ia akan pergi lagi ke rumah sakit. Ibu Melinda dan juga David pun selesai melakukan hubungan badan nya itu. Ibu Melinda segera turun dari ranjang itu dan membersihkan kejantanan David dahulu dan setelah itu ia pergi ke dalam kamar mandi.
Setelah Ibu Melinda keluar dari dalam kamar mandi, David terlihat sedang duduk ditepi ranjang. David sedang menggerakan kaki nya untuk berjalan dilantai dan Ibu Melinda buru-buru berjalan mendekati David.
"Kau mau kemana sayang?"
"Aku ingin ke kamar mandi sayang."
"Yasudah aku akan menuntun mu sayang." Lalu Ibu Melinda pun menuntun David untuk pergi ke kamar mandi.
Setelah itu David keluar lagi dan berjalan sendiri, ia tak mau dituntun karena ia ingin bisa berjalan sendiri. Ibu Melinda pun berjalan disamping nya untuk berjaga-jaga agar David tak jatuh. David hanya masih oleng saja, tapi telapak kaki nya sudah menapak seperti biasa. Lalu David bisa berjalan sendiri sampai diranjang itu dan duduk ditepi ranjang. Ibu Melinda pun merasa senang karena David sudah bisa berjalan lagi dan sudah tak sabar menunggu David untuk pulang.
"Sepulang dari sini lebih baik kau tinggal dirumah ku saja sayang."
"Orang-orang siapa maksudnya? dirumah ku hanya ada tiga pembantu dan satu satpam saja. Mereka tak akan banyak tanya karena mereka takut kepadaku."
"Baiklah jika kau mengizinkan sayang, tapi nanti aku tidur dimana???"
"Ada kamar kosong di dekat ruang tamu. Itu kamar gudang dan tempat menyimpan barang-barang yang tak terpakai. Nanti aku akan menyuruh para pembantu ku untuk membersihkan nya."
"Terima kasih sayang, kalau begitu berarti aku harus membawa semua barang-barang ku yang ada di apartemen ku itu ke rumah mu sayang."
"Sudah tentu sayang, memang nya barang-barang mu banyak?"
"Hanya sedikit sih, lagipula itu hanya pakaian saja."
__ADS_1
"Hmm begitu...." Ujar Ibu Melinda bergumam.
Almira mandi tak berlama-lama dan segera berdandan memakai pakaian, setelah itu ia langsung pergi ke rumah sakit. Jam setengah tujuh malam ia baru sampai dirumah sakit itu. Lalu Almira tiba didepan pintu ruangan tempat David dirawat dan ketika ia ingin membuka pintu, ternyata pintu itu terkunci dari dalam. Ibu Melinda mendengar ketukan pintu dan ia buru-buru membuka kunci ruangan itu.
"Mengapa Mamah mengunci ruangan ini???" Tanya Almira heran dan Ibu Melinda agak bingung menjawab nya.
Lalu David yang menjawab pertanyaan Ibu Melinda itu.
"Aku yang menyuruh Mamah mu mengunci pintu itu tadi, sayang."
"Memang nya kenapa kalau di kunci???" Tanya Almira sedikit curiga.
"Kami tadi sedang mengobrol membahas soal cerita tentang Papah mu itu dan Mamah mu takut cerita nya itu didengar orang atau suster yang tiba-tiba masuk. Sebab obrolan tadi mengandung kekerasan fisik dan tak enak jika didengar oleh orang di rumah sakit ini."
"Iya betul apa yang dikatakan oleh David itu, Mira." Almira sedikit merenungkan ALASAN DAVID Itu dan akhirnya ia pun menerima alasan tersebut.
"Sekarang Mamah pulang ya Mira, jaga calon suami mu itu baik-baik."
"Baik Mah." Ujar Almira dan Ibu Melinda kini pamit pulang kepada Almira dan juga kepada David.
Saat itu ada suster yang masuk dan semakin memperkuat alasan David sebelumnya itu. Suster tadi masuk membawa infusan baru dan bertanya,
"Apa tadi Mas David sudah makan sore Mbak?"
"Sudah Mbak, saya yang menyuapi nya tadi."
"Ouh begitu, nanti obat ini tolong di minumkan jam delapan malam ya Mbak. Saya permisi dulu."
__ADS_1
"Baik Suster." Lalu Suster itu pergi keluar lagi dan Almira menerima obat itu untuk diminumkan nanti kepada David.