
WULAN Menatap heran kepada penjaga penginapan itu dan ia bertanya lagi soal David.
"Eh Mbak menanyakan soal lelaki yang bersama Mbak Wulan sebelumnya itu?"
"Haduh Pak Seto ini mengapa baru konek si." Lalu Wulan tak sengaja menatap dada nya.
'Pantas Pak Seto sejak tadi menatap dadaku!' Lalu Wulan segera kembali ke kamar tadi dan menemukan penutup dada nya itu diranjang.
Ia segera memakai penutup buah dada nya itu. Dan segera kembali ke tempat penjaga penginapan nya itu. Ia menanyakan soal David lagi kepada Pak Seto dan Pak Seto bilang bahwa David hanya membayar biaya penginapan saja. Wulan kehilangan jejak David dan ia merasa menyesali nya karena lupa meminta nomor ponsel nya.
"Yasudah kalau begitu, tak ada guna nya aku bertanya-tanya pada pegawai diskotik ini!" Lalu Wulan pun keluar dari club malam itu setelah ia membayar minuman yang ia pesan waktu malam.
Wulan lalu naik ke mobil nya dan pulang ke rumah nya, nanti malam ia akan datang ke club malam itu lagi dan berharap ia bisa bertemu dengan David lagi. Siang hari telah tiba dan Almira sedang menyendiri di kantin kampus. Ia sejak tadi menatap ponsel nya dan mencoba menghubungi David. Tapi David tetap tak membaca isi pesan nya dan juga tak mengangkat panggilan ponsel nya.
"Kemana dia? Apa dia sedang sakit?" Ujar Almira bertanya-tanya.
Almira lalu berniat akan pergi ke apartemen nya David untuk mencari tahu soal keadaan David. Dikantor nya Ibu Melinda, ia akan bersiap-siap untuk pergi ke kantin. Sembari berjalan tatapan mata nya tak lepas dari ponsel nya.
"Kemana anak ini? Dari pagi sampai siang lagi tak ada kabar nya?" Ujar Ibu Melinda merasa heran.
"Tak biasa nya dia seperti ini, apa dia sedang sakit ya? Apa aku perlu menengok nya ke apartemen nya?" Ibu Melinda pun berniat akan pergi ke Apartemen nya David nanti setelah pulang kerja.
__ADS_1
Ibu Melinda dan Almira memiliki tujuan yang sama, Yakni ingin pergi ke apartemen nya David. Apakah mereka berdua akan bertemu secara bersamaan di apartemen itu? Jika benar mereka berdua berpas-pasan bertemu disana, mungkin kecurigaan Almira akan semakin kuat terhadap ibu nya yang memiliki hubungan gelap dengan David. Tapi jika Ibu Melinda yang lebih dulu melihat Almira tiba diapartemen nya David. Mungkin Ibu Melinda akan mengundurkan niat nya untuk menemui David.
Kini Almira sudah pergi menuju apartemen nya David karena jam pulang nya itu sore hari bertepatan dengan jam pulang ibu nya. Kedua mobil berbeda jalur itu berjalan ke satu arah dan lebih dulu mobil nya Almira. Padahal mobil Almira berada di depan tak jauh dari mobil Ibu nya, hanya saja Ibu Melinda tak terlalu memperhatikan plat nomor mobil-mobil yang ada didepan nya itu.
Mobil Almira berbelok ke kiri dan mobil Ibu Melinda juga ikut berbelok ke kiri. Dari jauh Ibu Melinda sedikit teringat akan warna mobil yang sudah terparkir dihalaman parkir hotel bintang lima itu.
"Bukankah itu mobil nya Almira? Apakah dia ingin menemui David di apartemen nya?" Ibu Melinda melihat Almira keluar dari dalam mobil nya itu dan kemudian masuk ke dalam hotel. Ibu Melinda tak ikut turun, ia hanya menunggu didalam mobil nya sambil memikirkan keadaan David.
Almira masuk ke dalam hotel itu dan disambut oleh dua satpam kocak penjaga pintu hotel itu. Almira kini sudah menaiki lift dan sudah tak sabar ingin segera tiba dikamar nya David. Saat itu David masih tertidur lemas dan badan nya memang agak demam. David hanya merasakan tubuh nya panas dalam saja dan tak memperdulikan soal kesehatan nya itu.
Almira tiba didepan pintu apartemen David dan mencoba membuka nya. Ternyata pintu itu tak di kunci dan Almira dengan mudah nya bisa masuk ke dalam kamar hotel itu. Almira mendapati David yang sedang tertidur di kasur nya itu.
"Almira?" Ucap nya pelan dan Almira memegang kening David.
"Yatuhan kamu demam sayang!" Ucap Almira kaget dan ia cepat-cepat mengambil kain untuk mengompres kening David memakai air hangat.
Almira segera menampung air hangat dishower kamar mandi itu dan segera mengkompres nya. David pun nampak lemah sekali dan Almira bertanya,
"Kamu kenapa sayang? Mengapa bisa sakit demam begini???"
"Sepulang dari Surabaya mungkin aku kecapekan, jadi badan ku tiba-tiba drop sakit begini sayang."
__ADS_1
"Oh iya juga, kamu harus minum obat sayang. Kamu belum makan kan?" David menggelengkan kepala nya tanda belum makan.
"Yasudah aku pesan makanan dulu untuk mu sayang, oh iya aku juga akan memesan obat ke apotik terdekat." Lalu Almira memesan makanan dan obat di apotik melalui aplikasi online.
Almira mengusap-usap rambut David dan David berkata,
"Terima kasih sayang kau sudah datang menjenguk ku, mungkin jika kau tak datang. Aku akan seterusnya sakit begini dan mungkin nyawa ku tak akan lama."
"Ssttttt! Jangan bicara seperti itu sayang! Kamu hanya perlu minum obat dan istirahat yang cukup saja. Aku yakin kamu akan segera sehat kembali seperti sedia kala."
"Iya sayang, terima kasih banyak." Ujar David lagi dan Almira pun memeluk kepala David di dada nya yang montok itu.
David masih ingat waktu ia semalam bercinta dengan Wulan, dirinya merasa sangat lelah sekali setelah melakukan hubungan badan itu. Badan nya pegal-pegal dan kepala nya sedikit pusing, entah mengapa dia seperti itu. Sebab David tak pernah merasakan sakit seperti itu jika ia sudah melakukan hubungan badan dengan Almira maupun dengan Ibu Melinda.
David memejamkan mata nya dan ia masih teringat seraut wajah cantik dan dewasanya Wulan.
'Dipikir-pikir dibandingkan dengan Ibu Melinda, Body Wulan jauh lebih montok lagi. Hanya saja wajah Ibu Melinda tetap paling cantik menurut ku. Tapi aku merasa sangat bersalah kepada Almira yang sudah sangat perhatian dan peduli terhadap ku. Apa yang sebenarnya sudah aku lakukan ini? Apakah aku harus memendam hubungan gelap ini bersama Ibu nya Almira selama nya??? Aku mengaku aku adalah seorang lelaki yang buruk! Aku tak bisa menjaga cinta suci ku terhadap Almira, tapi napsu besar ku ini telah mengalahkan kesetiaan ku pada Almira. Aku tak bisa menahan nya lagi, aku bisa gila jika selalu menahan napsu ku ini. Tiga perempuan sudah aku rasakan kenikmatan tubuh nya, tapi mengapa aku masih saja kurang bersyukur atas nikmat berbalut dosa ini???' David membatin begitu dan hati nya perlahan mulai merasa bersalah dan itu hanya berlaku untuk orang yang sedang sakit saja. Tapi jika orang itu sudah sembuh, rasa bersalah nya hanya tinggal andai-andai saja dan orang itu sudah pasti akan mengulangi kesalahan nya lagi. Nama nya juga Manusia yang tak luput dari RASA BERSALAH dan dosa.
...*...
...* *...
__ADS_1