
DAVID Dan Ibu Melinda pun sama-sama telah menutupi HUBUNGAN GELAP mereka terhadap siapa saja yang dekat dengan mereka. Kedua nya sama-sama saling mencintai dan sukar sekali jika salah satu dari mereka itu dipisahkan. Kini kedua nya lanjut mengobrol lagi dan dimulai dari David,
"Kalau aku boleh tahu, sebenarnya kau bekerja sebagai apa sayang?"
"Aku bekerja sebagai CEO Pemilik perusahaan di bidang tekstil."
"Wah pantas Tante sangat kaya raya sekali, sampai-sampai mentraktir ku di restoran mahal ini."
"Sayang, jangan panggil aku Tante lagi! Kamu lupa ya?" Seketika David merasa malu dimarahi seperti itu.
"Iya sayang, maaf maklum aku belum terbiasa soal nya."
"Yasudah, lain kali jangan memanggilku nama itu lagi. Anggap saja kita ini seumuran sayang."
"Baik sayangku." Ujar David dan ia lanjut bertanya,
"Sekarang kita pergi kemana sayang?" Tanya David dengan lirikan nakal nya.
"Hmm kamu mau nya kemana sayang? Aku menuruti kemauan mu saja."
__ADS_1
"Hmm..., apa kamu sudah tak tahan ingin melakukan hubungan anu sayang?" Ibu Melinda menganggukan kepala nya dan tersenyum nakal.
"Baiklah, kita pergi ke hotel ku saja sayang." Lalu mereka pun membayar biaya makan malam itu dan lagi-lagi Ibu Melinda yang mentraktir nya. Kartu debit David dikembalikan oleh Ibu Melinda,
"Sudah aku saja yang bayar sayang." Maka mau tak mau David pun menuruti nya saja.
Kini mereka pergi ke hotel tempat tinggal David selama ini. David tinggal di hotel apartemen bintang lima dengan pelayanan yang memuaskan. Kamar David berada di lantai lima dan berada di paling pojok, disana bisa melihat suasana kota jakarta dari atas jika David membuka pintu dan jendela dikamar nya itu. David dan Ibu Melinda berjalan bergandengan tangan dan dua satpam yang berjaga di pintu masuk hotel itu menyambut kedatangan mereka. Setelah David dan Ibu Melinda masuk Lift, dua satpam itu membicarakan pasangan tadi.
"Busyet cantik bener tuh cewek! kalau cowok nya ganteng mah, cewek modelan begitu mah gampang banget ya dideketin. Enggak kayak kita, muka pas-pasan dapetin cewek biasa aja suseh nya minta ampun dah ahhh."
"Iye Son, gue iri sama tuh cowok. kemaren-kemaren kalau gue gak salah liat, tuh cowok masuk kemari sama cewek lain lagi. gue pikir si cewek itu pacar nya, eh gataunya sekarang die ganti cewek lagi. Bingung gue sama orang ganteng, gampang banget dah ah ganti-ganti cewek!"
"Udeh Bung jangan dipikirin, udh rezeki die begitu. Yang penting sekarang mah gimana caranya banyakin duit, cewek mah nyusul Bung kalo kita banyak duit mah. Kalau Kate muke kita jelek dan pas-pasan, tapi kalo kite banyak duit mah cewek secantik apapun bakal ngejar-ngejar kita."
"Iya bener juga apa yang lu katakan itu Son, gue pun sering liat Om-om yang muka standar jelek nya dibawah kite, tapi cewek nya cantik dan masih muda lagi."
"Itulah yang nama nya The Power Off Money Bung!."
"Iya bener Kate lu Son." Dua satpam yang asyik berbincang dengan nada logat Betawi nya itu tiba-tiba ditegur oleh atasan mereka.
__ADS_1
"Hei kalian berdua jangan ngobrol melulu, buka pintu ada tamu mau masuk tuh!" Dua satpam itu pun kaget juga diteriaki seperti itu dan mereka berdua lalu berebutan membuka pintu masuk hotel.
Tamu yang baru masuk pun menertawakan dua satpam kocak itu karena berebut pintu masuk ke dalam hotel. Kini suasana berpindah di dalam kamar hotel nya David. Disana David dan Ibu Melinda baru saja masuk ke dalam hotel. Ibu Melinda segera melepas jaket mantel bulu nya itu dan David yang sudah tak tahan itu segera memeluk tubuh Ibu Melinda dari belakang.
"Arghhh sayang..." Ibu Melinda mengerang enak ketika David menggerayangi tubuh calon mertuanya itu.
Ibu Melinda melepas kancing baju seksi nya itu dan terlepas sudah apa yang tertutup di bagian dada nya itu. Dua bukit sekal dan mancung memancing gairah David untuk bukan sekedar meremas nya saja. David menciumi leher Ibu Melinda sampai tiba di dada nya Ibu Melinda. David segera melepas baju dan juga celana nya dan hanya memakai ****** ***** saja. David pun membuka kan celana rok pendek nya Ibu Melinda dan menggesekan jemari nya dibelahan lubang belut nya Ibu Melinda. Ternyata Ibu Melinda sama sekali tak mengenakan bra dan ****** *****, ketika David melucuti pakaian Ibu Melinda. Tubuh Ibu Melinda langsung ngablak tanpa pakaian yang menutupi nya lagi.
David langsung menyergap tubuh Ibu Melinda itu dengan beringas dan membuat tubuh ibu Melinda menggelinjang keenakan. David terus saja melancarkan aksi nya menggagahi tubuh Ibu Melinda dan Ibu Melinda hanya bisa pasrah saja tubuh nya digerayangi oleh David. Seprai yang sudah David rapikan sebelum nya itu kini telah berantakan dan David masa bodo akan soal itu. Bagi David, yang penting napsu nya sudah tersalurkan.
David lalu menghisap bergantian dua ujung buah dada yang sekal itu dan membuat Ibu Melinda mendesah ke enakan. Tangan kanan David tak kalah sigap, tangan kanan nya memainkan lubang belut nya Ibu Melinda itu dan membuat mata Ibu Melinda merem melek. Burung nya David sudah menegang sejak tadi dan Ibu Melinda sejak tadi sudah mengocok nya. David sudah tak tahan ingin memasukan burung nya itu pada sangkar nya. Paha Ibu Melinda segera dibuka lebar oleh David dan ia menggesekan burung nya itu di permukaan lubang belut itu.
Ibu Melinda tak kuasa menahan gejolak gairah nya dan merengek agar David cepat-cepat memasukan burung nya itu ke dalam sangkar nya. David pun lalu memasukan nya dan burung nya yang lumayan besar itu membuat Ibu Melinda mendelik kesakitan. David merasakan lubang belut nya Ibu Melinda itu sangat kecil dan ia salut kepada Ibu Melinda yang selalu merawat **** ********** nya itu.
David tetap memaksakan burung nya itu untuk memasuki goa terlarang itu dan pada akhirnya bisa masuk juga. David memaju mundurkan pinggang nya dari pelan sampai kencang. David dan Ibu Melinda sama-sama mengerang ke enakan dan Ibu Melinda berceloteh tak jelas dalam erangan kenikmatan nya itu. David lalu mencabut burung nya itu dan menyuruh Ibu Melinda menungging. Ibu Melinda pun melakukan nya dan David lalu menghajar gua terlarang itu lagi dari belakang.
Suara lato-lato terdengar nyaring kali ini dan membuat suasana di dalam kamar itu ramai oleh suara tersebut. Suara erangan kenikmatan dari kedua nya pun tak kalah berisik juga. Namun kamar hotel itu dirancang khusus untuk meredam suara dari dalam agar tak terdengar keluar, jadi apa yang sedang terjadi didalam kamar itu hanya mereka saja yang mendengar nya.
...*...
__ADS_1
...* *...