
ALMIRA Kembali ke kamar nya untuk lanjut belajar lagi bersama David. Ia bilang pada David bahwa para pembantu rumah itu sedang memasak untuk makan siang mereka. Mereka pun lanjut belajar lagi dan sesekali bercanda ria serasa dunia milik mereka berdua. Ibu Melinda masih fokus bekerja lagi dan ia selalu teringat soal David yang kini ada dirumah nya.
"Mengapa aku selalu ingat pada David ya? Apakah aku saat ini sudah sangat terobsesi padanya?" Ibu Melinda merenungkan soal perasaan nya itu.
Sesekali ia menatap ke arah sofa ruangan itu dan berkhayal nanti ia bercinta dengan David disana. Ibu Melinda hanya senyum-senyum saja membayangkan nya.
"Sebaik nya nanti aku pulang saja jika ingin makan siang. Aku ingin merasakan makan siang bersama dengan calon menantu ku itu." Ibu Melinda nanti siang akan pulang ke rumah nya untuk makan siang maka ia putuskan untuk menghubungi nomor rumah nya.
Saat itu nada telepon rumah berdering dan ketiga pembantu rumah itu mendengar nya. Salah satu dari mereka pergi untuk mengangkat panggilan tersebut.
"Halo? Dengan siapa ya ini?"
"Halo Bi? Ini aku, Mamah nya Almira."
"Oh Nyonya, Iya ada apa?"
"Siang ini kalian mau masak apa untuk calon menantu ku itu...???"
"Hmm, saya akan memasak ayam goreng kesukaan nya Non Almira, Nyonya."
"Oh kebetulan aku juga sedang ingin makan ayam goreng."
"Iya Nyonya, Ibu Rum yang sedang memasak nya."
__ADS_1
"Yasudah kalau begitu, nanti aku akan pulang untuk makan siang."
"Baik Nyonya." Ujar pembantu itu dan kini Ibu Melinda memutuskan panggilan ponsel tersebut.
Waktu makan siang pun tiba, Almira dan David sudah dipanggil oleh para pembantu rumah itu untuk makan siang. Kedua nya segera bergegas untuk makan siang karena perut mereka sudah lapar. Saat itu pula Ibu Melinda pun sedang pulang menuju rumah nya, ia pulang hanya untuk makan siang saja seperti yang ia katakan tadi kepada pembantu nya. Setelah Makan siang, Ibu Melinda akan pergi lagi ke kantor nya karena pekerjaan nya itu belum beres.
Setiba dirumah nya, Ibu Melinda langsung bergabung dengan David serta Almira yang saat itu sedang makan diruangan tamu itu dan mereka pun makan bersama.
"Mira pikir Mamah tak akan pulang untuk makan siang bersama kami."
"Mamah sengaja tak bilang pada kalian." Ujar Ibu Melinda seraya melirik ke arah David yang saat itu sedang menyimak obrolan tersebut.
Ketiga nya mengobrol dan tak ada rasa cemburu sama sekali diantara mereka bertiga, Karena mungkin mereka sudah merasa terbiasa akan hal itu. Obrolan diruangan makan itu lanjut membahas David yang nanti akan bekerja dikantor nya setelah wisuda dan menikah dengan Almira.
Obrolan makan siang Itu kini telah berlalu dan Ibu Melinda pamit kembali untuk pergi ke kantor nya. Sedangkan Almira dan David lanjut belajar lagi dikamar nya David dan dihari itu mereka menjalankan kehidupan sebagaimana semestinya saja. Esok nya David akan masuk kuliah lagi bersama Almira hingga mereka lulus wisuda dan nanti nya menikah.
Waktu terus cepat berlalu dan SEBULAN KEMUDIAN Almira serta David sudah lulus kuliah dan menjalani masa wisuda nya. Orang tua David pun menghadiri acara tersebut dan mereka berdua sedang duduk bersama Ibu Melinda. Mereka sedang memperbincangkan soal nanti acara pernikahan anak mereka kapan setelah masa wisuda itu. Ibu Melinda sudah menentukan kapan acara itu berlangsung karena ia harus membuat surat undangan dulu. Kedua orangtuanya David mendukung rencana ibu Melinda itu dan akan ikut menanggung biaya pernikahan anak mereka itu.
Saat itu Almira sedang duduk bersama David dikursi dan mereka melihat teman-teman sekampus mereka sedang merayakan wisuda itu bersama para orang tua mereka. Lalu Almira terlihat sedang berbincang dengan seseorang dilayar ponsel nya dan David pun ikut melihat layar ponsel nya Almira itu sambil tersenyum.
"Selamat ya kamu Nak sudah lulus wisuda, Papah bangga padamu Nak."
"Terima kasih Papah, Oh iya ini perkenalkan calon suami Almira Pah."
__ADS_1
"Oh Ganteng sekali Mira, lalu siapa namanya?"
"Nama saya David Om." Ujar David kepada orang yang sedang video call dengan Almira itu.
Ternyata orang yang sedang dihubungi oleh Almira itu adalah ayah nya Almira yang ada di Amerika.
"Jadi Nak David ini yang nanti akan menikah dengan Mira?"
"Betul Om." Ujar David.
"Papah merestui hubungan kalian berdua dan Papah pinta pada mu Nak David, jaga hati dan perasaan Almira ya. Nanti kau akan menjadi seorang ayah dan kepala keluarga dikeluarga mu nanti. Satu pesan dari Om, jangan pernah berpaling sampai menyia-nyiakan kesetiaan istri mu itu nanti meskipun Problem yang kalian alami itu bisa membuat retak hubungan kalian. Cari jalan keluar dari permasalahan kalian itu dan harus berpikir dulu sebelum bertindak. Om telah gagal dalam membina rumah tangga dan om gelap mata sampai-sampai tega menduakan Ibu nya Almira dan berakhir dengan Perceraian. Hal itu jangan sampai terjadi pada mu Nak David, jika itu terjadi Om tak akan segan untuk menyuruh Almira meninggalkan mu. Karena Almira adalah anak perempuan Om satu-satunya dan kau harus bisa membimbing Almira nanti karena Om sudah menyerahkan Almira padamu. Maaf jika Om menceramahi mu panjang lebar Nak David, karena ini semua demi masa depan kalian berdua."
"Terimakasih atas wejangan nya Om, saya akan ingat selalu perkataan Om itu."
"Syukurlah jika kau mau menerima wejangan dari Om itu." David hanya tersenyum saja dan Almira juga ikut tersenyum.
Saat itu Ibu Melinda mendekati Almira dan juga David. Karena penasaran Ibu Melinda melihat orang yang sedang video call bersama mereka itu.
"Bukankah itu ibu mu, Mira?" Tanya lelaki yang ada diponsel itu dan seketika Almira segera melihat ke belakang nya bersama David. Ibu Melinda tak banyak bicara karena ia melihat wajah mantan suami nya itu dengan tatapan benci.
"Sudah belum kalian mengobrol nya? Ayo bergabung untuk poto bersama disana." Ujar Ibu Melinda sembari menunjuk ke arah kedua orang tua David yang sedang berpoto dengan photografer.
Almira lalu berkata kepada Ayah nya bahwa panggilan tersebut disudahi dulu karena Almira bilang akan ada acara susulan lagi saat itu. Setelah berpamitan dengan Ayah nya Almira, David serta Almira mengikuti Ibu Melinda pergi ke tempat kedua orang tua David berada.
__ADS_1