
PAGI Hari itu Ibu Melinda seperti biasa pergi ke kantor nya dan Almira ada dirumah karena hari itu ia tak masuk kelas dengan alasan masih sakit. Setelah sarapan pagi, Ibu Melinda berpamitan dengan anak nya itu. Kini Almira sedang berada di dalam garasi mobil dan sedang mencoba menghidupkan mobil nya yang mogok itu.
Beberapa kali Almira mencoba nya namun tetap tak bisa menyala. Disaat itu bell gerbang berbunyi nyaring dan Pak Nasir segera pergi ke pintu gerbang.
"Iya ada apa Pak?" Tanya Pak Nasir kepada beberapa orang dengan pakaian montir.
"Kami dipanggil Ibu Melinda untuk memperbaiki mobil anak nya Ibu Meli, Pak Satpam."
"Oh begitu, silahkan masuk Pak." Ujar Pak Nasir dan ke empat montir itu masuk ke dalam halaman rumah itu.
Pak Nasir lalu mengantar ke empat montir itu menuju garasi mobil. Disana sudah ada Almira yang baru saja keluar dari dalam garasi.
"Non Almira, ini ada orang yang mau memperbaiki Mobil Nona."
"Oh iya, mari Pak." Ujar Almira dan ia masuk lagi ke dalam garasi. Pak Nasir sudah kembali ke pos satpam untuk berjaga-jaga lagi dan Almira pun menunjukkan bahwa mobil nya tiba-tiba mogok. Ke empat montir itu pun segera berkerja memperbaiki mobil sport Almira yang rusak itu.
Almira lalu keluar garasi untuk memerintahkan para pembantu rumah itu agar menyiapkan minum dan cemilan untuk pekerja montir itu. Almira masih memakai pakaian baju tidur nya dan ia lupa karena tak memakai bra nya. Ke empat montir itu sesekali mencuri pandang ke arah dada Almira yang lumayan montok itu. Ujung buah dada Almira nampak menonjol dibalik baju tidur nya itu dan Almira tetap tak menyadari akan hal itu.
Almira duduk dikursi sambil minum teh dan memperhatikan pekerjaan ke empat montir itu. Saat itu Almira meraskan mual-mual dan membuat ke empat montir itu menatap Almira dengan heran. Almira segera keluar dari garasi dan masuk ke dalam rumah untuk pergi ke kamar mandi.
"Kenapa anak itu?" Tanya salah satu montir.
"Dia mual kali ketika melihat wajah mu, hahaha." Ucap teman nya meledek.
"Ngomong-ngomong cantik juga ya anak nya Ibu Meli." Ujar salah satu teman nya lagi.
"Ibu nya saja sudah cantik apalagi anak nya."
__ADS_1
"Iya sudah pasti faktor keturunan, tapi ngomong-ngomong ada yang aneh dari anak itu."
"Maksud mu?" Tanya ketiga teman nya.
"Sepertinya anak itu mual-mual bukan karena masuk angin. Aku paham persis dengan mual seperti itu pertanda bahwa anak itu sedang hamil."
"Ah yang benar Tono? Kayak nya anak itu hanya masuk angin biasa, lihat saja ia sampai tak memakai bra!"
"Serius! Sebab istri ku pun begitu ketika pertama kali ia hamil. PERTANDA KEHAMILAN Awal pada perempuan memang seperti itu. Aku sudah sering melihat istri ku seperti itu." Ketiga teman montir itu manggut-manggut percaya tak percaya dan salah satu nya bertanya.
"Mungkin saja anak itu sudah menikah, jadi wajar saja ia mual begitu seperti yang kau katakan itu Tono."
"Yah mungkin saja, sudah ayo kita selesaikan pekerjaan ini biar cepat bisa pulang." Ketiga teman nya pun hanya mengangguk saja dan kini mereka lanjut meneruskan pekerjaan mereka lagi.
Almira kini sudah berada di dalam kamar mandi dan ia terus-menerus mual sampai keluar air mata. Padahal waktu pagi Almira sudah sarapan dengan roti dan susu, tapi ia tak sampai memuntahkan isi perutnya nya itu. Almira meraskan mual yang tak tertahankan lagi dan ia hanya bisa meludah saja.
'Mengapa tiba-tiba aku mual-mual begini?' Ucap Almira dalam hati nya.
Ia lalu segera membasuh muka nya dan rasa mual nya itu perlahan mulai hilang. Tapi Almira merasakan badan nya itu lemas dan lelah. Ia masih bisa berjalan keluar kamar mandi dan tetap memaksakan untuk pergi ke garasi mobil nya. Disana ia melihat ke empat montir itu sedang istirahat makan cemilan yang disuguhkan. Melihat Almira masuk, mereka tetap berada ditempat karena pekerjaan mereka sudah selesai.
"Bagaimana pak apa sudah selesai?"
"Sudah Non." Ujar salah satu montir itu dan mereka pun menjelaskan perihal mogok nya mobil nya Almira.
Setelah salah satu menjelaskan perihal mogok nya mobil Almira, salah satu montir ada yang iseng bertanya.
"Apa kalau boleh saya tahu, Apa Nona sudah mempunyai suami?" Almira mengerutkan dahi nya, Namun tetap ia menjawab nya.
__ADS_1
"Saya masih gadis dan belum bersuami Pak." Jawab Almira dengan sopan. Ketiga montir itu menatap ke arah montir yang bilang bahwa Almira sedang hamil.
Merasa ditatap seperti itu, Montir itu bertanya kepada Almira.
"Apa Nona sudah punya pacar?"
"Memang nya untuk apa bertanya seperti itu Pak?" Tanya Almira heran.
"Oh ini teman saya masih bujangan, siapa tahu Nona berminat. hehehe." Ucap montir yang sudah beristri itu kepada teman nya yang masih bujangan.
"Hehehe, maaf pak. Saya sudah punya pacar." Ucap Almira dan membuat ke empat montir itu manggut-manggut.
Dalam pikiran mereka masing-masing sudah bisa membayangkan jika benar Almira itu mual karena hamil, berarti yang membuat Almira hamil adalah pacarnya sendiri. Para Montir itu tak banyak bertanya lagi karena mereka sudah tahu jawaban dari rasa heran mereka itu. Kemudian Almira mencoba menguji apakah mobil nya itu sudah selesai diperbaiki atau belum. Mobil Almira lalu menyala dan bisa dihidupkan mesin nya. Setelah itu para montir itu pamit pulang kembali dan Almira pun hanya mengucapkan kata terima kasih saja. Karena yang membayar ke empat montir itu adalah ibu nya Almira sendiri.
Almira kini senang sekali karena mobil nya sudah bisa menyala lagi. Ia lalu masuk kembali ke rumah nya, ia ingin menghubungi David karena ia merasa rindu ingin melihat wajah tampan pacar nya itu. Saat itu David sedang berada dijalan dan pergi menuju kampus. Tiba-tiba suara ponsel nya berdering dan ia melihat bahwa Almira lah yang menghubungi nya.
"Ada apa sayang?"
"Kamu sedang apa sayang? Apakah kamu sedang berada di mobil?"
"Iya sayang, aku sedang ada di mobil. Aku baru saja mau pergi berangkat ke kampus. Bagaimana keadaan mu sekarang sayang? Apa sudah baikan?"
"Sudah baikan kok sayang, nanti siang ke rumah ya. Aku rindu ingin memeluk mu sayang." Ucap Almira dengan nada manja nya.
David hanya tersenyum saja dan berkata,
"Yasudah nanti sepulang dari kampus aku akan main ke rumah mu, sekalian ingin menyalurkan hasrat padamu sayang."
__ADS_1
"Ahhh sayang,..." Ucap Almira dengan nada genit nya karena ia paham ucapan David itu.
"Yasudah aku pergi ke kampus dulu sayang, ya dah muachhh." Lalu David mematikan ponsel itu setelah Almira membalas kecupan David tersebut.