
ASMARA TERLARANG Dari David dan Ibu Melinda itu telah menerbangkan benih-benih cinta dan rasa nikmat yang mereka rasakan. David masih memagut bergantian dua ujung bukti kembar itu dan Ibu Melinda Sudah membuka resleting celana David. Ia nampak kaget karena melihat barang kelakian nya David cukup besar dan panjang.
"Barang mu besar dan panjang sekali sayang, aku sangat suka dengan modelan yang begini."
"Hisap sayang, kejantanan ku sudah lama menunggu dihisap oleh mu." Ucap David sudah tak berbicara sungkan lagi kepada Ibu Melinda.
Ibu Melinda pun segera merubah posisi dan kali ini ia duduk sambil melahap barang kelakian nya David. David memejamkan matanya karena ke enakan dan tangan nya pun tak diam, David mengusap-usap sesuatu dibalik ****** ***** nya Ibu Melinda itu. David menggesekan telunjuk nya dan ia merasakan bahwa jari nya itu mulai basah oleh cairan lengket. David sudah tak tahan lagi dan Akhirnya burung nya memuncratkan cairan kental.
Ibu Melinda pun menelan nya dan napas David pun tersengal-sengal.
"Bagaimana? Enak tidak servisan aku sayang?"
"Enak sekali sayang, aku sampai tak kuat menahan birahi ku ini. Hahhahhah." David pun segera minum air mineral dan begitu juga dengan Ibu Melinda. Percumbuan mereka berdua berhenti sampai di situ karena mereka berdua baru sadar bahwa mereka sedang di dalam mobil dan ditempat umum.
Ibu Melinda segera memakai pakaian nya kembali dengan rapih dan menggulung rambut nya yang berantakan itu. David segera mengenakan celana nya kembali dan kini mereka berdua berjanji untuk merahasiakan hubungan diantara mereka berdua itu terhadap Almira. Kini mereka berdua sudah bersikap biasa lagi dan itu sudah mereka rencanakan agar Almira tak mencurigai mereka.
Almira sudah bangun dari tidur nya dan ia pun menanyakan kemana pergi nya Ibu nya dan David kepada Suster yang menjaga nya.
"Sus, kemana perginya nya Ibu ku dan lelaki yang bersama nya tadi?"
"Oh tadi mereka bilang mau pergi makan siang ke restoran terdekat."
"Oh begitu." Ucap Almira singkat dan Suster itu pun menawarkan makan siang untuk Almira.
Almira pun menyuruh Suster itu untuk menaruh makan siang nya di meja saja dan pada saat itu Ibu Melinda dan David baru masuk ke dalam ruangan itu.
"Kamu sudah bangun sayang." Ucap Ibu Melinda sembari duduk di tepi ranjang Almira.
__ADS_1
"Baru saja Almira bangun Mamah." Lalu David berkata,
"Bagaimana keadaan kamu sekarang sayang? apa sudah baikan?"
"Sudah baikan kok Sayang." Jawab Almira seraya tersenyum.
Ibu Melinda pun merasa senang juga anak nya sudah merasa baikan. Pada saat itu suara ponsel Ibu Melinda berdering. Ia langsung mengangkat nya,
"Halo? Ada apa Pak Bram?"
"Halo Ibu CEO, Saya sudah menemukan karyawan pengganti untuk ditempatkan dipabrik tekstil ini. Bagaimana pendapat Ibu? Apa saya perlu membawa nya ke ruangan Ibu untuk di Interview?" Ibu Melinda menatap ke arah David dan juga Almira bergantian. Setelah itu ia menjawab panggilan itu,
"Yasudah bawa karyawan baru itu ke ruangan ku sekarang."
"Baik Ibu." Setelah itu panggilan ponsel pun dimatikan oleh Ibu Melinda.
"Sayang, Mamah harus pergi dulu ke kantor. Kamu nanti ditemani David di sini ya."
"Baik Mamah." Ucap Almira dan Ibu Melinda lalu memeluk anak nya sebentar sebagai tanda perpisahan. David hanya mengangguk saja setelah Ibu Melinda pamit kepada nya. Almira terdiam sampai ibu nya keluar dari dalam ruangan itu.
'Apa hidung ku tak salah mencium aroma Parfum David dipakaian nya Mamah?' Almira membatin begitu karena ia kaget ketika Ibu nya memeluk diri nya.
Aroma Parfum yang biasa David pakai itu melekat pekat di pakaian Ibu nya. Seperti nya aroma parfum itu sudah menyatu dengan wangi parfum Ibu nya, jadi aroma parfum itu menjadi semakin kuat aroma nya. Almira terdiam agak lama karena ia membayangkan bagaimana tadi nya pakaian ibu nya bisa menyebarkan aroma parfum nya David. David yang saat itu merasa heran melihat Almira melamun pun segera bertanya,
"Kamu sedang melamuni apa sayang?"
"Oh enggak kok sayang, Aku hanya teringat soal kencan kita semalam di bioskop itu."
__ADS_1
"Memang nya kenapa lagi?" Tanya David merasa aneh dan ia kini duduk ditepi ranjang Almira dan memeluk nya dari samping.
Almira pun merebahkan kepala nya di bahu David sambil berkata,
"Aku terbayang-bayang jika nanti aku hamil diluar nikah oleh mu, bagaimana nanti tanggapan Mamah? Pasti dia akan marah besar kepada ku sayang."
"Hmm jadi itu yang membuat mu melamun sejak tadi sayang?" Almira mengangguk saja dan saat itu pula ia mencium aroma parfum ibu nya menempel dipakaian nya David. Almira mengendus-enduskan hidung nya dan membuat David mengerutkan dahi nya.
"Kamu kenapa sayang?"
"Oh Ini, hehe aku agak flu sayang." Ucap Almira seraya mengucek-ucek hidung nya.
Padahal dalam hati Almira membatin,
'Bagaimana bisa wangi parfum Mamah melekat dipakaian nya David? Apakah mereka berdua berpelukan atau berpelukan karena pertama kali bertemu? Aku bingung sekali dengan perihal ini! Aku menaruh curiga, apa jangan-jangan Mamah dan David ada sesuatu rahasia dibelakangku?' Pada saat itu David bertanya,
"Kamu sudah makan belum sayang? Ini ada makan siang dimeja, biar aku suapi." Almira menurut saja disuapi oleh David. Tapi di dalam benak nya ia bertanya-tanya mengapa bisa aroma parfum David dan ibu nya itu bisa melekat dipakaian mereka berdua. Hal ganjil itulah yang membuat rasa curiga Almira Perlahan membesar. Tapi ia masih belum bisa memastikan seratus persen bahwa Ibu dan kekasih nya itu ada main cinta di belakang nya.
David pun tak menyadari akan wangi parfum Ibu Melinda dipakaian nya itu. Ia cuek saja seakan tak pernah terjadi apa-apa pada nya. Almira tak mau bertanya soal itu, kecurigaan nya masih ia simpan karena ia perlu bukti yang kuat untuk bertanya soal itu. Kini David suda selesai menyuapi Almira makan dan momen itu sangat berkesan bagi Almira di dalam hidup nya.
Jam menunjukkan pukul tiga sore. Ibu Melinda sudah ada dikantor nya dan sedang memgintervew karyawan baru yang akan bekerja di pabrik nya itu. Setelah Ibu Melinda menginterview karyawan baru nya itu, ia pulang kembali menuju rumah sakit untuk menjenguk Almira yang masih sakit itu.
"Hmm malam ini aku harus mendapatkan seteguk kenikmatan dan kehangatan dari David! Sudah lama sekali aku ingin bercinta dengan orang yang aku sukai dan calon menantu ku itulah orang yang aku sukai. hehehe." Ibu Melinda tertawa pelan akan hayalan nya itu bersama David ketika berada di dalam mobil.
...*...
...* *...
__ADS_1