Mertuaku Selingkuhanku

Mertuaku Selingkuhanku
MENJENGUK DAVID


__ADS_3

IBU Melinda segera buru-buru untuk menyudahi makan siang nya karena ia harus pergi rapat ke suatu tempat. David sudah tertidur dengan lelap nya dan Almira sedang makan siang karena pesanan makan siang nya itu sudah sampai. Setelah selesai makan, Almira lalu merasakan kantuk hingga pada akhirnya ia pun tertidur dalam duduk nya sambil memeluk David dari samping.


Waktu terus cepat berjalan dan David sudah bangun dari tidur nya. Ia melihat Almira ada di samping nya sedang tertidur dan David lalu berusaha untuk menggerakkan kaki nya. Kaki nya sudah bisa bergerak-gerak, Namun masih terlihat lemas. Ia tak memaksakan untuk bangun, namun balik lagi merebahkan tubuh nya agar Almira tak terbangun. David mengusap-usap lembut Rambut Almira dan sesekali menciumi nya. David saat itu membatin,


'Apakah aku harus tetap menjalani hubungan gelap ini dengan Ibu nya Almira? Mengapa setiap aku melihat Almira perasaan ku ini selalu merasa bersalah?' David membatin begitu karena ia sudah merasakan sesal karena telah menduakan Almira dengan ibu nya Almira sendiri.


Disatu sisi David memang menyesali perbuatannya itu, tapi di satu sisi lain nya perbuatan itu sangat menguntungkan nya. David pun segera membuang rasa sesal nya itu dan tak mau berlarut-larut dalam penyesalan. Sore hari telah tiba dan Almira pun sudah terbangun dari tidur nya dikarenakan ada suster yang masuk ke dalam ruangan itu.


"Permisi Mbak, ada orang-orang yang ingin MENJENGUK keadaan Mas DAVID."


"Siapa itu Sus?" Tanya Almira berkerut dahi dan begitu juga dengan David.


"Katanya mereka itu teman kampus nya Mas David dan juga Mbak Almira." Seketika Almira menatap David dan David menyuruh Almira melihat mereka diluar.


Lalu Almira pun keluar ruangan dengan diantar oleh Suster tadi dan setiba mereka diruangan tunggu diluar rumah sakit. Disana ada banyak teman kampus Almira sekitar dua puluh orang serta ada wali kelas mereka yaitu Ibu Puspita.


"Kalian!? Eh ada Ibu Puspita juga." Ujar Almira terkejut dan ia segera mendekati Ibu Puspita. Lalu Ibu Puspita bertanya.


"Bagaimana kondisi David, Mira?"


"David sudah membaik Ibu, Mari kita kesana. Ayo kalian mau ikut tidak,.." Ujar Almira seraya mengajak teman-teman kampusnya itu.


Mereka lalu berjalan berjalan menuju ruangan David berada dan setiba Disana David tak bisa berkata-kata karena ia merasakan keharuan dalam hati nya.


'Baru kali ini aku dijenguk oleh teman kampus, dulu ketika aku masih disurabaya. Mana ada satupun teman kampus ku yang datang menjenguk ku ketika aku sedang sakit.' David merasa terharu dan ia mendapat ucapan semoga cepat sembuh dari rekan-rekan kampus nya itu. Ibu Melinda pun memberi semangat kepada David agar David semoga cepat sembuh dan bisa masuk kelas lagi.


Mereka didalam ruangan itu mengobrolkan soal hubungan David dan Almira yang baru diketahui oleh mereka bahwa Almira dan David sudah berpacaran.


"Jadi kapan rencana kalian akan menikah?" Tanya Ibu Puspita tiba-tiba saja ketika mereka sedang bergurau. Almira menatap David dan David menjawab pertanyaan Ibu Puspita itu.


"Segera mungkin kami akan merencanakan pernikahan kami, Bu."

__ADS_1


"Syukurlah kalau sudah ada rencana, Ibu sangat senang sekali kepada kalian jika kalian menjadi pasangan suami istri. Oh iya apa Ayah dan Ibu mu sudah tahu bahwa kau sedang dirawat di sini David...???" David segera berkata 'Sudah' dan Ibu Puspita hanya manggut-manggut saja.


Setelah mereka mengobrol banyak diruangan itu, akhirnya Ibu Puspita dan teman-teman kampusnya Almira pun pamit kembali untuk pulang. Mereka banyak membawa buah-buahan serta roti yang biasa di bawa untuk orng yang sakit. Kini di dalam ruangan itu hanya ada Almira dan juga David lagi. Mereka berdua sedang memakan buah-buahan yang dibawa oleh Ibu Puspita dan teman-teman kelas nya Almira serta David itu.


David mengupas Apel untuk dimakan oleh David dan Almira pun ikut memakan nya juga. Waktu jam empat sore Ibu Melinda datang kesitu untuk menjenguk keadaan David.


"Bingkisan dari siapa itu Almira? Mengapa banyak sekali?" Tanya Ibu Melinda pada Almira yang saat itu sedang memakan apel dengan David.


"Oh tadi ada teman kampus bersama ibu Puspita. Mereka membawa bingkisan buah-buahan ini dan roti serta susu ini."


"Oh begitu, lalu apakah Ibu Puspita bertanya soal hubungan kalian itu?"


"Iya Mah, ia bertanya soal kapan rencana kami menikah."


"Lalu...???" Tanya Ibu Melinda penasaran.


"Mira Hanya bilang mungkin secepat nya kami akan menikah setelah lulus kuliah."


"Mereka hanya biasa saja Mah."


"Hmm begitu, lalu kamu sudah makan belum Mira? Ini Mamah bawakan makanan untuk mu." Lalu Ibu Melinda memberikan bungkusan plastik yang ia bawa itu. Almira menerima nya dan langsung makan Nasi Ayam KFC yang dibawa oleh Ibu nya itu.


Kemudian Ibu Melinda mendekati David dan bertanya soal kesehatan nya.


"Bagaimana sekarang keadaan mu David???"


"Sudah membaik Tante."


"Syukurlah, semoga cepat sembuh dan bisa pulang. Kasihan Almira jika harus menunggu sendirian di sini."


"Terimakasih Tante, maaf sudah merepotkan kalian berdua." Ujar David merasa tak enak hati.

__ADS_1


"Tak apa-apa David, kau sudah termasuk keluarga Tante juga."


"Terimakasih Tante." ujar David lalu Almira berkata disela makan nya.


"Habis ini Almira mau pulang dulu Mah, Almira mau mandi dan ganti pakaian dulu."


"Iya Mira, yasudah kamu makan dulu saja yang kenyang." Ujar Ibu Melinda dan kini Almira lanjut makan nya sambil melihat ponsel nya yang menayangkan film Korea.


Ibu Melinda menatap tubuh David yang agak kurus itu dan ia bertanya,


"Tubuh mu seperti nya agak kurus David."


"Sepertinya Tante, namanya juga orang sakit. Pasti berat badan nya nya akan menurun seperti ini."


"Tapi apa selera makan mu juga bermasalah David?"


"Tidak terlalu, tapi rasa lapar memang selalu ada."


"Apa lidah mu mati rasa juga?"


"Kemarin-kemarin memang begitu, tapi sekarang sudah tak separah sekarang."


"Ouh syukurlah kalau begitu." Ujar Ibu Melinda manggut-manggut lalu David bertanya.


"Bagaimana dengan pekerjaan mu Tante? Apa lancar?"


"Lancar seperti biasa, Kadang-kadang pekerjaan Tante terhambat juga. Sering ada rapat dadakan di luar kantor, tapi pekerjaan kantor Tante masih banyak. Andai kalau semisal kamu sudah bekerja dengan Tante, pasti Tante tak akan kerepotan lagi David."


"Memang nya Tante sudah menyiapkan ruangan nya untuk nanti David bekerja di dalam dikantor Tante?"


"Rencana sih, bulan ini Tante akan segera mendekorasi ruangan Tante dan akan membuat meja kerja untuk mu David. Kau tak perlu memikirkan hal itu dulu, yang penting kau sembuh dulu dan menyelesaikan kuliah mu dulu."

__ADS_1


"Iya Tante." Ujar David sambil melirik ke arah dada nya Ibu Melinda.


__ADS_2