
JAM Satu malam David dan Almira baru selesai melakukan hubungan badan itu. Kedua nya nampak lelah dan mengantuk, lalu mereka putuskan kedua nya untuk tidur. David lupa akan janji nya pada Ibu Melinda itu karena posisi nya itu sudah sangat mengantuk dan lelah.
Ibu Melinda pun sudah tertidur juga karena ia kelamaan menunggu David. Ke esokan hari nya Ibu Melinda sudah bangun lebih awal dan seperti biasa ia akan pergi ke kantor nya untuk bekerja. Pagi hari itu David dan Almira masih tertidur dengan lelap nya. Mungkin karena semalam mereka bercinta sampai beberapa ronde, membuat tubuh mereka lemas dan lelah. Ibu Melinda sarapan sendirian pada pagi itu dan ia agak kesal terhadap David.
"Mengapa ia semalam tak datang ke kamarku!?" Pikir Ibu Melinda soal David.
Ia ingin membangunkan David pagi itu, tapi tak enak hati kepada Almira. Maka Ibu Melinda mempunyai KEPUTUSAN Untuk melupakan hal itu dulu dan lebih baik ia fokus mengerjakan sesuatu yang bermanfaat saja. IBU MELINDA Kini segera pergi ke kantor nya dan disepanjang perjalanan ia sering memikirkan hubungan nya dengan David itu.
"Sebenarnya aku mulai merasa kasihan terhadap Almira. Ia saat ini sedang mengandung anak David dan pasti akan membutuhkan kasih sayang lebih dari David. Aku takut jika Aku selalu bergantung pada David, bisa-bisa David bakal terlalu sayang padaku dan menelantarkan istri dan anak nya nanti." Ibu Melinda sudah mulai merasa menyesal soal hubungan nya itu dengan David.
Mau bagaimana sejelek pun sebejat apapun kelakuan Ibu Melinda, ia masih sayang terhadap anak kandung nya itu. Ia tak mau anak yang ia besarkan hanya dengan seorang diri itu harus mengalami perceraian pahit yang dulu pernah di alami oleh Ibu Melinda ketika masih bersama Ayah nya Almira. Ibu Melinda merenungkan soal nanti anak nya Almirq. Jika anak nya itu perempuan, Ibu Melinda takut nanti anak nya Almira akan seperti dirinya Yakni hamil diluar nikah. Mau bagaimana pun Ibu Melinda tetap percaya akan Karma itu pasti ada dan akan terjadi entah kapan. Sebab apa yang di alami Almira saat ini telah dialami nya pada masa lalu, maka sebelum semua nya terjadi dan semakin memburuk. Ibu Melinda ingin memutuskan hubungan nya dengan David sebagai kekasih gelap nya itu.
Hal itu baru ia pikirkan matang-matang dan belum ia pastikan untuk dilakukan. Ibu Melinda berpikir soal nanti bagaimana ia menyalurkan gairah batin nya itu jika ia sudah memutus hubungan dengan David. Hal itulah yang masih ia pikirkan sampai saat ia tiba dikantor nya. Ibu Melinda masih merasa berat sebenarnya untuk memutuskan hubungan nya itu dengan David. Ia merasakan serba salah dalam hubungan nya itu, disatu sisi ia takut ketahuan Almira dan pasti Almira akan membenci nya. Kedua, ia akan malu terhadap orang-orang yang mengenali nya jika hubungan mereka itu bocor.
Maka Ibu Melinda ingin memutuskan hubungan David dengan nya itu nanti jika David sudah mulai bekerja dikantor nya. Ibu Melinda ingin membicarakan soal hubungan mereka itu ke depan nya dengan resiko-resiko yang harus mereka tanggung nanti nya. Kini Ibu Melinda lanjut bekerja lagi dan ia masih menunggu Pak Asep datang membawa alat-alat furniture yang sudah dipersiapkan oleh Pak Asep untuk mendekorasi ruangan kantor nya itu.
Dirumah nya Ibu Melinda, David sudah bangun lebih dulu dibanding dengan Almira. David ingin sarapan pagi karena perut nya terasa lapar sekali. Sebelum ia keluar kamar Almira, ia pergi ke kamar mandi dulu untuk membersihkan diri nya. Lalu setelah berpakaian, David pun pergi ke ruangan meja makan untuk sarapan.
__ADS_1
Disela makan nya David melihat ponsel nya dan saat itu Ibu Melinda mengirim pesan pada nya waktu malam hari. Dahi David berkerut setelah David membaca isi pesan nya,
"Aduh aku lupa! Padahal semalam aku sudah berjanji dengan Ibu Melinda!" Lalu David segera menghubungi Ibu Melinda lewat pesan SMS itu. Ponsel Ibu Melinda terdengar berdering di samping tas nya dan ia segera mengambil nya.
"David!? Ada apa dia mengirim pesan padaku?" Ujar Ibu Melinda dan kini ia pun segera membuka isi pesan tersebut.
Isi pesan tersebut adalah soal permintaan maaf David yang lupa akan janji nya itu semalam. Ibu Melinda pun nampak bangga pada David karena ia sadar akan kesalahannya itu.
"Tak apa-apa kok David, lagipula kau sedang bersama istri mu. Jangan kecewakan istri mu demi seorang nenek-nenek seperti ku ini." Balas Ibu Melinda dan David menerima pesan tersebut.
"Nenek-nenek?" Lalu David berpikir keras soal itu dan tak lama ia baru paham bahwa nanti Ibu Melinda aku mempunyai cucu dari pernikahan Almira dengan nya.
"Ah sayang, tapi kamu tak marah kan?" Balas David dan Ibu Melinda membalas.
"Tak apa-apa sayang, oh iya nanti kapan kamu akan masuk kerja dikantor ku sayang?"
"Nanti saja jika ruangan kantor mu sudah di dekorasi sayang. Aku sudah siap bekerja kapan pun kau mau."
__ADS_1
"Hmm baiklah, mungkin cuman butuh waktu dua hari. Soal nya nanti Pak Asep akan membawa furniture nya yang sudah jadi untuk mendekorasi ruangan ini."
"Semoga cepat selesai ya sayang, aku ingin segera berduaan dengan mu nanti disana."
"Ahh...kau ada-ada saja. Yasudah aku lanjut bekerja lagi ya sayang."
"Baik sayang." Balas David dan kini Ibu Melinda lanjut bekerja lagi.
Ibu Melinda lupa soal niat nya ingin menjaga jarak soal hubungan nya itu dengan David. Ibu Melinda orang nya memang mudah terbawa suasana dan mudah lupa dengan apa yang sedang ia rencanakan itu jika ada orang lain yang mengobrol dengan nya. Apalagi orang itu adalah orang yang sangat disayangi oleh Ibu Melinda, semakin amnesia saja pikiran Ibu Melinda dibuat nya.
David segera menyelesaikan sarapan nya dan ia segera masuk ke kamar nya Almira. Disana Almira masih tertidur pulas dan masih dalam keadaan tanpa busana.
"Pulas sekali Almira tidur nya? Sepertinya ia sangat kelelahan, lebih baik aku biarkan saja." Lalu David pun membiarkan Almira tidur dan ia tiduran disamping Almira sambil menonton televisi. Saat itu seperti biasa David mencari tontonan berita-berita yang terjadi saat itu dan benar saja David melihat berita soal club malam yang dulu pernah viral itu waktu David masih dirawat dirumah sakit.
Dalam berita tersebut pemilik club malam itu berhasil ditangkap dengan beberapa tersangka. Dari salah satu tersangka itu David mengenali wajah seorang perempuan itu.
"Itukan wajah nya Mbak Wulan yang waktu itu!?" Ujar David kaget dan ia baru menyadari bahwa Wulan pernah berkata soal hubungan nya dengan pemilik club malam itu.
__ADS_1