Mertuaku Selingkuhanku

Mertuaku Selingkuhanku
PERTEMUAN


__ADS_3

TIBA Di rumah sakit, Almira segera dibawa ke dalam ruangan khusus. Ruangan itu khusus orang-orang kaya dengan jaminan kartu BPJS. Almira sudah di Infus dan sedang diperiksa oleh dokter diruangan itu. Ibu Melinda disuruh menunggu diluar dahulu dan ia sedang duduk menunggu Dokter keluar dari pemeriksaan anak nya.


Saat itu David sudah tiba dirumah sakit itu. Ia menanyakan nama Almira dirawat diruangan mana kepada Resepsionis rumah sakit itu. Setelah ia diberitahu dimana ruangan itu berada, David pun segera bergegas pergi kesana.


'Ada-ada saja Almira, mengapa dia bisa sakit?' Ucap David dalam hati nya.


'Tapi ada bagus nya juga, aku bisa langsung bertemu dengan Ibu nya Almira. hehehe.' David membatin seperti itu dan pikiran nya sudah terbayang kecantikan wajah nya Ibu Melinda. PERTEMUAN Nya dengan Ibu nya Almira nanti akan ia manfaatkan untuk lebih dekat lagi mengakrabkan diri dengan Ibu nya Almira.


Tiba dilorong menuju ruangan tempat Almira dirawat, dari jauh David sudah melihat Ibu Melinda duduk dikursi tunggu. Ibu Melinda saat itu sedang menghubungi anak buah nya untuk memberitahukan bahwa ia saat itu tak masuk kantor dahulu karena alasan anak nya sakit.


"Permisi Tante, perkenalkan saya David. Teman nya Almira." Ibu Melinda sontak memalingkan wajah nya ke arah David yang tersenyum manis kepada nya.


Seketika saja wajah Ibu Melinda semburat merah dan terlihat agak malu.


"Oh jadi kamu orang nya, sini duduk dulu David." Ucap Ibu Melinda dengan nada suara yang lemah lembut. David pun duduk disamping Ibu Melinda dan kemudian Ibu Melinda berkata,


"Perkenalkan saya ibu nya Almira, Melinda nama nya."


"Salam kenal Tante, saya David teman kampus nya Almira."


"Apa kuliah mu tak terganggu Nak? Maaf ya Almira sudah merepotkan kamu."


"Tak apa-apa kok Tante, Saya sudah terbiasa begini. Lagi pula Almira adalah teman terdekat saya, tak mungkin saya sampai hati tak menjenguk Almira." Ibu Melinda tersenyum kagum atas ucapan David yang dewasa itu.


Mata David sesekali menatap ke arah dada atas nya Ibu Melinda yang terbuka sedikit itu. Disana terlihat sedikit tersumbul belahan buah dada berkulit mulus, sekal dan montok itu. Ibu Melinda pun tak malu-malu melihat lekat-lekat wajah tampan nya David itu. Obrolan mereka masih membahas soal kedekatan Almira dan David, disaat itu juga Dokter yang memeriksa Almira keluar. Ibu Melinda segera bangun dan bertanya,


"Bagaimana dengan anak saya Dok? Apa baik-baik saja?"


"Anak ibu baik-baik saja, ia hanya demam biasa dan kurang istirahat saja."


"Syukurlah kalau begitu keadaan nya." Ucap Ibu Melinda dan setelah itu Dokter itu pergi dulu.


Ibu Melinda sudah bisa masuk menjenguk anak nya di dalam ruangan itu dan David pun ikut masuk juga karena di ajak oleh Ibu Melinda. Almira melihat David bersama ibu nya masuk dan Almira heran melihat wajah ibu nya tersenyum kepada nya.

__ADS_1


"Bagaimana kondisi keadaan mu Nak? Apa sudah membaik?"


"Sudah kok Mah." Jawab Almira dan David pun berkata,


"Kamu tak apa-apa kan Almira? Aku sempat khawatir tadi ketika kamu bilang sakit."


"Aku hanya demam biasa saja kok David." Jawab Almira sambil tersenyum.


Ibu Melinda sudah tahu bahwa anak nya dan David sudah berpacaran, Karena Almira sudah berkata jujur kepada diri nya. Ibu Melinda melihat kecanggungan diantara kedua nya, lalu ia berkata.


"Mamah restui hubungan kalian berdua. Tak perlu malu-malu begitu didepan Mamah Almira." Almira menatap wajah Ibu nya yang tersenyum dan ia membatin.


'Tak biasa nya ibu tersenyum begitu kepada ku, biasa nya ibu jarang sekali tersenyum.' Pada saat itu David bertanya kepada ibu nya Almira,


"Tante tahu dari mana bahwa kami berpacaran...???"


"Almira yang bilang bahwa kalian sudah berpacaran. Padahal Tante sudah melarang keras Almira untuk berpacaran dengan siapa pun sebelum ia lulus masa kuliah nya. Tapi setelah Tante melihat kecocokan kalian berdua, Tante merestui nya."


"Apa Mamah yakin akan ucapan Mamah itu...???" Tanya Almira sanksi.


"Iya Bu, Benar sekali." Ujar David mengiyakan saja ucapan Ibu Melinda.


Almira pun tersenyum bahagia dan berterima kasih banyak kepada ibu nya. Almira memeluk ibu nya itu dan air mata Almira menitik walau sedikit. David berdiri menatap Ibu Melinda, ia hanya bisa mengagumi tubuh langsing itu dengan batin nya. Pikiran mesum David berkali-kali berontak, namun ia tetap menahan nya dan berpura-pura biasa saja.


'Sekal sekali pantat Ibu Melinda ini, ingin sekali aku meremas nya.' Ucap batin David dengan kemesuman nya.


Mereka pun berbincang soal keseharian mereka dikampus dan Ibu Almira merasa senang sekali mendengar Almira pintar dalam mata pelajaran kuliah setelah David menemani nya belajar bersama. Tak terasa pagi hari sudah menjelang siang, pada saat itu Almira mulai mengantuk dan ia pun disuruh tidur dahulu oleh ibu nya.


"Kamu mau ikut makan siang dengan Tante, David?"


"Kalau di ajak saya mau saja Tante." Jawab David malu-malu dan Ibu Melinda hanya tersenyum saja. Lalu mereka pergi ke sebuah restoran terdekat setelah Almira dititipkan kepada Suster yang berjaga diruangan itu.


Tiba direstoran itu mereka berdua memesan makanan. Ibu Melinda nampak gembira sekali bisa mengajak seorang lelaki tampan menemani makan siang nya. Para pengunjung restoran yang sedang makan pun banyak yang melirik ke arah kursi meja makan Ibu Melinda dan juga David. Ibu Melinda merasa menjadi pusat perhatian karena ia bersama dengan lelaki tampan itu. Ibu Melinda pun sengaja memamerkan senyum manis nya itu agar orang mengira David adalah kekasih nya.

__ADS_1


"Kamu sebenarnya berasal dari mana David?" Tanya Ibu Melinda ingin tahu lebih jauh tentang kehidupan David.


"Saya berasal dari Surabaya Tante."


"Oh jauh juga, lalu kamu dengan siapa dijakarta ini?"


"Saya tinggal dihotel sendirian saja Tante. Saya ingin belajar mandiri tanpa harus bergantung kepada orang tua."


"Wah hebat kamu David, masih muda tapi pemikiran nya sudah dewasa sekali."


"Terimakasih Tante." Ucap David berterima kasih dan Ibu Melinda kemudian bertanya lagi.


"Lalu bagaimana dengan keseharian mu setelah pulang dari kampus?"


"Hmm..., Kalau tak kelelahan saya hanya istirahat saja di kamar hotel Tante. Tapi terkadang kalau bete sering mengajak Almira jalan-jalan kemana pun Almira suka."


"Wah..., Tante lama-lama jadi iri terhadap kalian. Hehehe, Tante hanya bercanda kok jangan di anggap serius." Ibu Melinda memang berkata benar bahwa ia iri terhadap anak nya sendiri. Dan ia berkata begitu sengaja agar David memahami candaan nya itu.


David pun paham akan maksud perkataan Ibu Melinda itu dan ia membatin.


'Inilah kesempatan ku untuk mencoba mendekati diri lebih dekat lagi dengan Tante cantik ini.' Tapi dalam lisan nya ia berbeda ucapan,


"Kalau Tante tak keberatan, Apa boleh saya mengajak Tante jalan-jalan?" Seketika raut wajah Ibu Melinda terkesiap kaget.


"Serius apa yang kamu katakan itu David???"


"Saya berbicara serius Tante, tapi jika Tante tak berkenan tak apa-apa kok."


"Ahh..., Jangan begitu. Tante malah senang jika ada yang mengajak jalan-jalan, apalagi yang mengajak jalan Tante itu anak yang baik dan tampan seperti mu David."


"Tante bisa saja, hehehe." Ucap David malu-malu kucing dan Ibu Melinda pun menatap David dengan perasaan hati yang berbunga-bunga.


...*...

__ADS_1


...* *...


__ADS_2