
PAGI Hari telah menjelang dan suasana di luar club malam itu nampak ramai oleh para pengunjung nya yang semalam telah ditangkap dan dikumpulkan di halaman parkir club malam itu. Mereka kebanyakan perempuan memakai pakaian serba dan lelaki nya hanya memakai pakaian modis bermerk. Kebanyakan mereka adalah orang-orang kaya yang kerjaan nya hanya bersenang-senang saja. Para Polisi akhirnya menemukan barang bukti yaitu sabu-sabu seberat lima kilogram yang ditaruh dibrankas ruangan khusus pemilik club malam itu.
Penggerebekan itu telah masuk berita pagi dan langsung viral di sosial media setelah tayang di televisi. Pagi itu David sudah bangun karena ia ingin buang air kecil ke kamar mandi. Ia bangun tanpa membuat Almira terusik dan setelah ia kembali ke ranjang nya, ia iseng menyalakan televisi. David bosan seharian tidur terus dan ponsel nya pun tertinggal diapartemen nya. Tepat ketika David memutar semua Chanel televisi, akhirnya ia melihat acara berita tentang pengerebekan itu.
David merasa ia pernah melihat club malam itu dan ia pun mencoba mengingat-ingat nya.
'Oh iya aku ingat! itukan club malam waktu aku bertemu dengan Wulan!' Hati David membatin begitu karena ia telah menemukan jawaban nya.
'Tapi ada apa club malam itu digrebek?' David membatin saja karena jika ia berbicara lewat mulut nya, takut nya Almira mendengar nya walaupun posisi Almira sedang tertidur pulas.
Setelah ada pembaca acar ditelevisi itu, David baru tahu bahwa pemilik club malam itu telah menyelundupkan Narkoba jenis sabu-sabu yang di edarkan diclub malam itu. David hanya geleng-geleng kepala saja sambil membatin karena ia melihat banyak lelaki dan wanita yang dikumpulkan menjadi satu dihalaman parkir club malam itu.
'Untung aku tak ada di situ! Jika aku ada di situ, sudah pasti masa depan ku akan hancur! aku pasti akan malu pada teman-teman kampusku! lalu Aku harus bilang apa nanti pada kedua orang tuaku jika aku tertangkap basah seperti mereka itu?' David masih menyanksikan berita pagi secara langsung itu dan dari kumpulan pengunjung itu David melihat seorang perempuan yang ia kenali wajah nya.
'Itukan Wulan?! jadi ia ikut tertangkap juga!?' Wajah David nampak kasihan melihat Wulan yang ia kenali itu.
'Walaupun rasanya hanya satu malam, tapi aku masih ingat bagaimana nikmat nya bercinta dengan nya. Tapi kenapa dia terlihat kurus dan kusut ya? Apa dia habis melakukan hubungan badan juga dengan lelaki lain? sepertinya memang begitu, kalau benar pasti lelaki itu akan tertular oleh penyakit nya seperti yang aku derita saat ini!' David hanya bisa membatin merasa kasihan kepada Wulan.
__ADS_1
'Wanita bodoh! Padahal apa susah nya dia menikah!? Padahal dia punya segala nya, laki-laki akan setia jika wanita itu baik dan perhatian pada nya. Apalagi wanita itu berduit, sudah pasti dia akan selalu dimanjakan oleh suami nya nanti.' Suara tayangan televisi itu pun membuat Almira terusik dari tidur nya dan ia bangun seraya mengucek matanya.
David masih fokus menonton berita itu dan Almira bertanya,
"Tumben kamu sudah bangun sayang, apa yang sedang kamu tonton itu...???"
"Oh itu berita pagi sayang." Lalu Almira melihat berita itu.
"Itu orang sedang apa banyak sekali yang memakai pakaian seksi?" Tanya Almira penasaran, mungkin ia malas baca caption dibawah dilayar televisi itu karena ingatan nya masih ngeblank.
"Itu ada penggerebekan di diskotik waktu malam sekitar jam tiga pagi dan katanya bos pemilik club malam itu telah menyelundupkan Narkoba jenis sabu-sabunya sebanyak lima kilo gram."
"Mengapa Oh doang?"
"Hal seperti itu sudah biasa menurut ku sayang, jadi aku masa bodo dan menganggap nya biasa saja."
"Hmm apakah dijakarta ini sering ada berita seperti ini sayang?"
__ADS_1
"Sering, malah artis-artis juga banyak yang tertangkap karena mengkonsumsi sabu-sabu. Karir mereka hancur hanya gara-gara kesenangan semu saja. Seperti pemilik club malam itu, sudah tahu club malam itu dilegalkan dijakarta sekarang. Malah membuat masalah dengan menjual sabu-sabu ditempat diskotik nya itu. Ya pasti itu tempat akan disita atau dihancurkan oleh pemerintah."
"Ngeri juga ya, ckckck." Ujar David baru tahu.
Almira semakin erat memeluk David karena pagi hari itu cuaca memang agak dingin. Tak lama ada berita lain ditelevisi itu, berita tersebut adalah marak nya penyakit HIV yang menyerang orang dewasa hingga remaja. Banyak korban yang sakit parah hingga menyebabkan korban nya meninggal dunia dikarenakan pergaulan bebas dan hubungan seksual diluar nikah. David menegang melihat berita itu dan Almira pun menatap David yang tegang itu.
"Aku pikir hanya aku saja yang menderita penyakit aneh seperti ini, ternyata banyak orang-orang yang tertular juga." Ujar David sambil melihat berita itu dengan serius.
Almira pun sadar diri bahwa ia dan David pun telah melakukan hubungan diluar nikah, tapi menurut nya ia dan David sama sekali belum pernah terkena penyakit menular seperti itu. Penyakit yang di derita David saat itu patut dicurigai oleh Almira, tapi kecurigaan nya itu tak menemukan titik temu bahwa ia telah melakukan hubungan badan dengan siapa saja selain dirinya.
Almira ingin menanyakan langsung soal itu, tapi ia takit David marah pada nya dan bisa-bisa David membenci nya karena telah menuduh yang belum pasti ada bukti nya. Maka Almira pun hanya diam saja dan mencoba melupakan soal itu. Sedikit ia teringat dengan ibunya dan mengaitkan hubungan David dengan ibu nya itu begitu dekat.
'Apa David pernah berhubungan badan dengan Mamah ya??? Tapi jika benar itu terjadi, harus nya Mamah pun tertular juga. Berarti pikiran ku ini hanya mengada-ada saja, lagipula Mamah kan orang yang keras kepala dan mempunyai harga diri yang tinggi terhadap siapapun lelaki. Tapi aneh nya hanya kepada David ia bisa lemah dan lembut, terus ditambah sangat perhatian sekali.' Almira membatin seperti itu dan rasa curiga nya terhadap Ibu nya berhubungan dengan David itu tetap ada.
Almira berharap apa yang ia curigai itu tak akan pernah terjadi dan hanya pikiran jelek nya saja. Sebab jika itu benar terjadi dan Almira mengetahui nya, sudah dipastikan Almira akan mengamuk kepada mereka berdua. Bahkan Mungkin Almira akan pergi dari rumah ibu nya itu dan tak memperdulikan lagi soal kehidupan nya itu kedepan nya. Tapi itu hanya perkiraan saja jika apa yang Almira pikirkan itu menjadi kenyataan. Kini Almira segera membuang pikiran jelak itu dan lanjut menonton BERITA Yang sedang VIRAL Itu.
...*...
__ADS_1
...* *...