
SETELAH Masa sesi pemotretan wisuda tersebut, kini mereka pulang kembali ke rumah nya masing-masing. Kedua orang tua David kini ikut pulang ke rumah nya Ibu Melinda karena mereka ingin bertandang dirumah Ibu Melinda. David dan Almira juga merasa senang kedua orang tua David sekarang ada dirumah nya Ibu Melinda.
Mereka sedang membahas acara pernikahan Almira dan David besok hari nya karena Ibu Melinda sudah menyewa tempat untuk pernikahan mereka sebulan sebelum masa wisuda David dan Almira. Pembahasan soal acara pernikahan itu sudah selesai dan tinggal pelaksanaan dihari pernikahan itu saja serta pembagian surat undangan kepada rekan-rekan bisnis nya Ibu Melinda dan kedua orang tua David.
Surat undangan sudah disebarluaskan kepada orang-orang yang akan diundang dan kini malam telah tiba. Mereka makan malam bersama dirumah nya Ibu Melinda dan kedua orang tua David akan menginap dirumah itu. Kamar untuk mereka tidur sudah disediakan sebelum nya. Kini setelah mereka selesai makan malam, mereka istirahat tidur karena besok adalah HARI PERNIKAHAN David dan Almira.
Almira sudah tak sabar akan hari yang ia nantikan seumur hidup nya itu. Di dalam kamar nya, ia terbaring sambil mengusap-usap perut nya itu.
"Besok Mamah akan menikah dengan Papah mu sayang, kamu baik-baik ya didalam perut Mamah." Ucap Almira kepada isi kandungan nya itu. Almira membayangkan betapa bahagianya ia nanti jika sudah resmi menikah dengan David. Ia pasti akan sekamar terus dengan David dan sudah pasti mereka tak akan sembunyi-sembunyi lagi jika ingin bercinta.
Sedangkan David, ia ada di dalam kamar nya. Ia sedang merenungkan soal hari pernikahan nya besok.
__ADS_1
"Padahal aku tak ingin buru-buru menikah dengan Almira, tapi rencana ku yang dulu itu telah membuat hidupku fatal! Padahal aku pikir setelah aku menikah dengan Almira, pasti aku akan puas bertemu selalu dengan Ibu Melinda. Tapi ternyata, sebelum aku menikah dengan Almira pun Ibu Melinda sudah bertekuk lutut dihadapan ku agar ia di puasi hasrat birahi nya olehku. Tapi mau bagaimana lagi, kedua orang tua ku pun pasti akan murka jika aku menghamili anak orang. Rencana ku ini terbilang sukses tapi gagal, yah bingung juga aku akhirnya." Ujar David dan ia pun harus menerima kenyataan itu walaupun sebenarnya hati nya sangat berat untuk melakukan nya.
Ditambah ia diceramahi oleh Ayah nya Almira yang dimana ucapan Ayah nya Almira itu mengenai sasaran tepat dihari David. Sebenarnya David merasa tersindir ketika Ayah nya Almira berkata begitu pada nya dan David pandai menutupi sesuatu, jadi ia terlihat biasa saja padahal hati nya sangat kesal. David pun merenungkan kembali ucapan Ayah nya Almira itu dan ia berpikir,
"Perempuan secantik ibu Melinda saja bisa diselingkuhi oleh Papah nya Almira, Apalagi Almira yang menurut ku cukup cantik juga tapi aku telah berselingkuh dengan Mamah nya. Kalau begitu sama saja aku saat ini sudah melakukan apa yang dulu pernah dilakukan oleh Ayah nya Almira! Tapi hanya cara nya saja yang berbeda!" David Merenungkan hal itu hingga pada akhirnya ia pun tertidur dengan lelap nya.
Kedua orang tua David juga sudah tertidur dengan lelap nya dan begitu juga dengan Ibu Melinda, ia sudah tidur awal karena harus mengurus kebutuhan di acara pernikahan anak nya nanti. Kini waktu pagi hari telah tiba, tukang rias pengantin sudah tiba dirumah nya Ibu Melinda. Mereka sudah dipersilahkan untuk masuk untuk nanti merias Almira dan juga David.
Kini mereka sudah berjalan dengan naik mobil Almira yang sudah di rias pengantin. Para pembantu rumah itu pun nampak senang juga Almira dan David menikah dan begitu juga dengan Pak Nasir. Kini tempat acara pernikahan David dan Almira sudah ramai dikunjungi orang yang kondangan. Nampak ramai orang-orang yang dikenali oleh Ibu Melinda dan juga kedua orang tua David.
Teman-teman kampus Almira dan David pun nampak hadir juga dan semua nya kebanyakan membawa pasangan mereka masing. Di tempat duduk Pengantin Almira David duduk sambil berbincang soal acara pernikahan tersebut dan sesekali bangun untuk menyambut salaman dari orang-orang yang kondangan.
__ADS_1
Acara pernikahan itu di mulai dari jam delapan pagi sampai jam sepuluh malam. Tepat jam sepuluh malam, Ibu Melinda mengajak David serta Almira untuk pulang kembali ke rumah. Pernikahan David dan Almira itu nampak lancar-lancar saja dan tak ada kendala sedikit pun dalam acara pernikahan tersebut. Kedua orang tua David sudah pamit pulang lagi ke Surabaya, karena mereka hanya datang untuk menghadiri pernikahan David dan Almira saja.
Kini suasana sudah ada di rumah nya Ibu Melinda, Dikamar nya Almira David dan Almira ada di dalam. Ibu Melinda tak mau ikut campur dalam urusan bukan madu dari kedua nya itu. Tetapi ia merasa iri ingin melakukan bulan madu dengan David, tetapi menurut nya itu adalah hal yang konyol yang tak sepantasnya ia lakukan dengan David. Maka Ibu Melinda pun hanya membiarkan David melakukan bulan madu dengan Almira dikamar nya.
Di dalam kamar nya Almira, kedua nya akan melakukan hubungan badan. Pakaian pengantin kedua nya sudah terlepas dan Almira duduk berhadapan dengan David.
"Sekarang kita sudah resmi menikah sayang, tak ada lagi yang kita takutkan sekarang."
"Iya sayang, aku akan bahagia jika hidup bersama mu selamanya." Lalu David mengecup kening Almira dan kemudian mereka pun berciuman mesra.
Tangan kedua nya saling meraba dan David segera meremas dua buah dada Almira yang membesar itu. Kejantanan David pun sudah menegang kuat dan Almira langsung ******* nya dengan penuh napsu membara. Sepasang suami istri itu kini telah melakukan hubungan badan seperti yang biasa mereka lakukan ketika masih berpacaran. Dulu ketika masih berpacaran, mereka sering melakukan hubungan badan itu secara sembunyi-sembunyi dan kini setelah resmi menikah mereka melakukan nya tanpa harus sembunyi-sembunyi.
__ADS_1
Ibu Melinda masih menunggu David ke kamar nya karena ia sudah bilang pada David bahwa ia membutuhkan kehangatan tubuh nya. David bilang ia akan kesana setelah ia melayani Almira dahulu, karena David pun tak ingin Almira tahu soal hubungan nya itu dengan Ibu Melinda.