Miss Cute And Her Sunshine

Miss Cute And Her Sunshine
Bekerja


__ADS_3

"Waahhh"


"Waaahh"


Berkali kali Oceana menganga begitu kagum dengan pemandangan yang dilihatnya. Tempat yang Begitu asri dengan sebagian besar adalah lahan perkebunan hijau rimbun dan rindang.


Mobil melaju menampakkan bias pepohonan yang berlari dari balik kaca mobil. Keindahan alam yang membuat mata tak sanggup memejam membangkitkan semangat Oceana.


Kalau Bekerja dengan suasana gini sih nyaman deh pastinya. Tapi jalannya kok bagus ya. Bukannya yang lain bilang Jalannya becek segala macam.


"Dimana jalan beceknya ya Kak Rafa?"


"Jalan becek?" Rafanza menatap Oceana penuh kebingungan.


"Iya, bukannya jalan ke tempat ini cukup sulit dan becek"


"Setahu aku, jalan ke tempat ini bagus Sean. Apalagi daerah ini juga mendapat perhatian dari pemerintah daerahnya" terang Rafanza.


"Ooh gitu ya Kak Rafa"


" kamu dapat info darimana?"


"Dari...gak jadi Kak Rafa, gak penting juga" Oceana kembali menatap pepohonan.


"Itu jalan khusus yang lainnya Nona" Sopir yang mengemudi kemudian menyahutinya.


"Jalan khusus bagaimana Pak?"


"Iya, saya pernah lewat jalan itu. Susah sekali, kebetulan penumpang yang saya bawa adalah seorang penjelajah"


"Kalau penjelajah memangnya bagaimana Pak?" tanya Rafanza.


"Mobil akan sering terjebak di jalanan berlumpur Den, seringkali mereka harus turun untuk mendorong mobil. Tapi itulah keseruan yang mereka harapkan"


"Ooh begitu Ya pak" Rafanza melihat Oceana. "Kamu mau juga dorong mobil Sean?, biar nanti pas pulang kita ubah jalur"


"Ee enggak Kak, Lewat jalan normal aja"


Sesampainya di penginapan, Oceana meletakkan pakaiannya dari koper. Ia duduk di kasur berniat membaringkan tubuhnya.


tok..tok...


"Kamu lagi ngapain Sean?"Suara Rafanza lembut menggedor pintu.


"Lagi mau beres-beres Kak" sahut Oceana.


"Kita pergi menemui penanggung jawab tempat ini dulu, nanti saja beres-beresnya!"


"Iya Kak" Oceana segera berdiri dan keluar mengikuti Rafanza. Ia harus tahu bahwa kehadirannya di tempat ini adalah untuk bekerja bukan jalan-jalan.


***

__ADS_1


Esok harinya, mulai dari mencatat segala hal yang diperintahkan Rafanza. Oceana juga harus langsung mengecek produk di perkebunan ekslusif tersebut.


Melakukan wawancara dari tiap pekerja. Mengambil dokumentasi kegiatan dan tak lupa meladeni perintah Atasannya yang tak lain adalah Rafanza.


Hampir 5 hari, Oceana merasakan pegal luar biasa sebelum ia terlelap tidur. Tak hanya itu saja, derita digigit nyamuk atau dinginnya suasana malam di Penginapan menambah beratnya tugas Oceana.


Saat melaporkan kegiatan di grup Chat Para karyawan masa percobaan lainnya. Terlihat jelas bahwa Oceana adalah yang paling melelahkan. Karyawan lainnya senantiasa mengirim Emoticon semangat yang tak ada gunanya.


Pagi ini... Oceana bangun dengan susah payah. Tangan dan kakinya pegal-pegal. Belum lagi Rafanza memintanya membereskan barang-barang karena mereka akan kembali.


Harusnya kan kembali besok. Kok Kak Rafa mintanya malah sekarang sih. Emang aku gak dibolehin istirahat sama sekali nih. Apa kak Rafa juga kaya Bos-bos Diktator yang aku lihat di TV...


Di tengah perjalanan... Hujan tiba-tiba saja lebat. dan ditambah lagi mobil yang tidak bisa jalan ketika jalanan menurun sudah terlewati.


"Kenapa Pak?" tanya Oceana panik.


"Gak tau ni Non, biar saya Cek dulu"


Sopir itu turun diikuti Rafanza yang kurang lebih mengerti masalah mendasar Mobil. Namun karena hujan yang masih lebat dan demi menghindari kerusakan mesin lebih lanjut, terpaksa mobil harus didorong sampai ke bengkel.


Oceana ikut turun untuk mendorong Mobil bersama Rafanza "Biar aku bantu Kak"


"Gak usah Sean, hujan juga deras. Nanti kamu malah sakit"


"Aku bukan tipe orang yang sakit cuma gara-gara kena hujan Kak Rafa" Oceana terus mendorong.


Sejak kecil aja aku hobi banget main hujan-hujanan. Apalagi udah Segede ini


"Kuat Kok Kak Rafa, biar lebih cepat makanya aku bantu, lagian kalau aku duduk di dalam. Pasti beban mobil jadi nambah"


"Enggak Kok Sean" Rafanza mengangkat sudut bibirnya sedikit, pertanda senyum tertahan.


Sean ini lucu juga. Ngatain tubuhnya sendiri berat dan nambah beban mobil.


Dengan susah payah mobil di dorong sampai bengkel terdekat. Rafanza dan Oceana tak lupa sang sopir menumpang mengganti pakaian basah mereka disana.


Rafanza dan Pak sopir duluan mengganti pakaian mereka. Setelah itu baru diikuti Oceana.


Usai mengganti pakaiannya, Oceana duduk di samping Rafanza menunggu perbaikan mobil. Selang beberapa lama, Rafanza mengambil sesuatu dari dalam Bagasi mobil. Itu adalah sebuah jaket dan ia memasangkannya pada tubuh Oceana.


"Eh gak usah usah kak"


"Pakai saja, ini salah aku gak lihat cuaca dulu"


"Kita kan gak tahu juga kalau mau hujan Kak. Bukan salah kak Rafa kok" Oceana mendekap jaket pemberian Rafanza.


Ukuran jaket itu pas di tubuhnya, karena memang biasanya ukuran pakaian laki-laki lebih besar. Kalau jaket milik perempuan pasti sudah tidak muat di tubuh gempal Oceana jika ukurannya bukan yang jumbo.


"Jaketnya pas kan Sean?"


"Mm iya Kak Rafa"

__ADS_1


"Syukurlah.... Ee maksud aku untungnya jaket itu pas. Aku gak punya yang lebih tebal lagi. Takut kamu sakit karena kedinginan"


"Iya, aku tahu kok maksud kak Rafa. Tapi kalau aku yang make, Kak Rafa gimana?"


"Aku itu laki-laki, jelas punya fisik lebih kuat dari perempuan"


"Ooh gitu ya Kak Rafa"


"Padahal kita gak ubah jalur, tapi tetap saja membuat Kamu mendorong mobil" Rafanza berucap pelan.


"Gak apa kok Kak Rafa"


"Aku mau pulang lebih awal sebenarnya biar bisa ajak kamu ke suatu tempat Oceana. Karena beberapa hari ini sangat melelahkan. Mau refreshing eh malah bikin kamu makin lelah"


" Gak kok Kak Rafa. Yang namanya musibah kan kita gak tahu kapan terjadinya"


"Kalau gitu besok. Besok aku jemput kamu Ok!" Tiba-tiba Rafanza mengajukan solusi lainnya.


"Besok?"


"Iya, Kan jadwal kerja kamu 1 Minggu kan"


"Mm iya Kak"


"Ya udah kalau gitu"


Kak Rafa ini kenapa sih. Kasih satu hari libur kek biar aku bisa tidur seharian. Ini malah diajak pergi lagi Hdeehh


"Oceana?"


"Eh iya Kak".


"Kok kamu kaya gak rela gitu?"


"Rela Kok kak Rafa. Rela heheh" Oceana ketawa terpaksa.


Entar kalau jawab gak rela malah kena pengurangan poin lagi. Sabar Sean, bukannya memang kamu harus pergi bekerja seminggu. Ini aturannya, semua karyawan masa percobaan yang lain juga Kok.


"Besok aku jemput"


"Baik Kak Rafa. Jaketnya..." Oceana melepas jaket dari Tubuhnya.


"Pakai saja dulu, Nanti saja kembalikan" Rafanza kembali memasangkan jaket itu ke tubuh Oceana.


"Kalau gitu, aku cuci dulu baru aku kasih Kak Rafa gimana?"


"Boleh juga, terserah kamu saja"


Oceana masuk ke dalam rumahnya, setelah bayangan Oceana tak terlihat lagi dan pintu rumahnya tertutup. Rafanza kembali dengan Mobil sewaan bersama pak sopir.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2