Miss Cute And Her Sunshine

Miss Cute And Her Sunshine
Keluhan Pacar


__ADS_3

Ponsel Genta sudah panas karena berjam-jam nempel di telinganya. Sedari tadi obrolan panjang antara Genta dan Nora belum selesai.


Genta baru kali ini menyesal telah membeli baterai hp yang tahan lama. Andai saja ponselnya punya baterai yang tidak bertahan lama, pastilah punya alasan untuk Nora.


"Jangan bilang baterai ponsel kamu habis ya Genta. Kamu bisa pakai sambil di charge!" suruh Nora.


"Itu gak baik buat kesehatan Beb. Gimana kalau meledak" bujuk Genta.


"Nggak usah bab beb bab beb. Mau sampai kapan kita sembunyikan hubungan ini di kantor Genta. Aku muak dengar cewek lain yang lewat dan bilang kalau kamu itu type ideal mereka"keluh Nora.


"Tapi kan aku nggak pernah meladeni mereka" kilah Genta.


"Gimana kalau yang suka kamu itu berani. Terus mereka lebih cantik dari aku. Kayak Ratu misalnya?" Nora memastikan.


"Kan hati aku cuma buat kamu Nora. Aku nggak peduli biarpun itu Ratu atau cewek secantik Miss universe sekalipun" Gombalan Genta melanglangbuana.


...**********...


Sementara itu di sisi lainnya...


Ajib melakukan video call lainnya pada pacarnya. Ia melaporkan kegiatannya selama seharian ini pada Pacarnya di Turki. Apa yang ia makan jam berapa ia melakukan sesuatu, semua dilaporkan seperti sedang melapor ke atasan.


Begitu lama Ajib membahas suatu hal dengan pacarnya. Sampai pada ketika ia tak tahan lagi disudutkan.


"Kamu mengeluh atau gimana sih?" tanya Ajib pada akhirnya.


"Aku cuma mikir aja. Selalu kamu yang ngasih informasi lengkap buat aku. Tapi aku nggak pernah sedetail itu" terang pacarnya disana.


"Aku tahu kamu belajar. Apalagi?"


"Kamu yakin aku cuma belajar disini?"


Ajib mulai merasakan perubahan suasana. Ia mencoba mengalihkan situasi, ini keahlian nya sebagai pekerja yang profesional.


"Aku selalu percaya kamu. muach " Ajib bersiap menutup video callnya.


"Jangan ditutup!. perintah pacarnya "Kamu selalu kaya gini, ketika ada hal penting yang harus dibahas kamu bersikap seolah nggak ada apapun yang serius. Aku terkadang mikir kalau hubungan kita cuma buat bikin kamu bisa menyombongkan diri sama dua sahabat kamu tahu nggak?"


"Selama ini kita baik-baik saja kan. Aku selalu percaya kamu dan kamu percaya aku. Kita juga selalu komunikasi" Ajib mencoba menenangkan pacarnya.


"Waktu aku bilang belajar, aku cuma muak aja buat ngejelasin hal yang aku lakuin. Aku juga muak dengar semua ocehan kamu tiap hari. Tapi aku tahu kalau kamu orang baik Jib. Makanya aku tahan dan tahan"

__ADS_1


"Kayaknya obrolan kita nggak harus.." Ajib tahu arah obrolan mereka sekarang.


"Kamu terlalu baik buat aku Jib"


Ya kata-kata yang tidak bisa dihindari. Bahkan fakta yang lebih menyakitkan adalah Pacarnya tidak pernah pergi ke Turki.


Ajib selama ini sudah dibohongi. Pacarnya menjadikan Ajib sebagai ladang untuk aliran uangnya. Dengan alasan untuk praktek dan belajar serta kebutuhan S2.


Selama yang diyakini Ajib sebagai hubungan LDR. Selama itulah Pacarnya mulai berpacaran dengan pria lain.


Malam itu, Ajib melakukan video meeting bukan untuk pamer mengenai pacarnya lagi. Tetapi untuk ikut berdukacita tentang kandasnya hubungan yang ia lalui.


...************...


Di ruang karaoke...Esok hari


Ajib bernyanyi Lagu-lagu galau. Du sahabatnya sebagai pendengar yang tersiksa. David bahkan mau memukul Ajib sampai pingsan karena tak tahan lagi.


"Ajib kok segitunya Rafa?" David setengah teriak.


"Semalaman dia nangis. Biarin aja!" Rafanza memakan kacang yang tersedia.


"yang satu baru mulai" David melirik Rafanza. "yang satunya malah kandas" David melihat Ajib kasihan dan geleng-geleng kepala.


Suatu saat Ajib mungkin akan kehilangan ketelatenan sebagai sekretaris. Sehingga Rafanza sudah meminta seorang sekretaris lainnya dipanggil agar tetap stay di Perusahaan.


"Bisa-bisanya dia bohongin guee ee ee "Ajib kembali tersedu.


"Lagian pacar Lo juga misterius banget Jib. Masa kita nggak boleh tahu namanya" ujar David.


"Iya, gue juga udah mikir aneh-aneh kalo kita nggak boleh ikutan ngobrol pas kalian tatap muka" tambah Rafanza.


Bukan itu saja, bahkan Ajib pernah ingin mengunjungi pacarnya ke Turki. Namun ada saja alasan pacarnya. Takut jam belajarnya terganggu, atau takut Ia tak punya waktu.


...**********...


Bagas baru saja mendengar keluhan pacarnya. Mereka duduk di sebuah cafe hangat yang cukup viral. Pacarnya mengeluh karena tidak diberitahu tentang kemenangan turnamen dari mulut Bagas sendiri.


"Siapa yang mau kasih tahu ke cewek yang setelah dijadiin pacar maunya tiap hari harus dibawain coklat dan terus bilang kalau gue mohon-mohon buat dijadiin pacar. Setahu gue Lo yang nembak gue dan mohon-mohon" tegas Bagas.


"Tapi kan kamu juga suka aku Gas"

__ADS_1


"Iya, sebelum gue denger kalo Lo bilang cewek jelek dan chubby nggak pantas dapat cowok"


"Masalahnya dia suka kamu Gas, dia terus lirik kamu pas pertandingan basket. Banyak teman aku yang motoin dia Gas"


Dia aja nggak ikutan nonton dan main ambil kesimpulan sendiri.


"Dia cuma mengidolakan apa salahnya?. yang namanya penonton ya emang lirik kita yang main. Nggak mungkin dia nutup mata padahal namanya nonton "


"Dia ngambil foto kamu Gas" jelas Pacarnya. Sambil menunjukkan bukti dari ponselnya pada Bagas.


Bagas terkekeh pelan, ia menahan amarah "Bukan cuma dia yang ngambil foto gue. dan juga cuma foto pas gue celebrasi. Dari anak SD Ampe anak kuliahan juga banyak yang foto bareng gue" terang Bagas.


"Tapi dia nggak pantas Gas"


"Bedanya dia sama orang lain apa?"


"Orang lain tahu diri dia enggak. Sok pede, kata temen aku bahkan dia sempet juga sorak Sorai seolah orang lain nggak akan tahu."


"Emangnya Lo pantes?" tanya Bagas.


"Bagas Loo itu.." pacarnya menarik nafas.


Bagas sengaja menunggu gadis itu memutuskannya. Namun karena terlalu lama dan gadis itu juga terus melihat cokelat-cokelat yang ia bawa sebagai kado.


Bagas memutuskan pacarnya. Baru kali ini ia yang minta putus duluan. Biasanya ia akan ditampar dahulu setelah mengucapkan kata-kata menyakitkan.


"Sorry Coklat ini bukan buat Lo" Bagas mengambil coklat di bungkus transparan tersebut ke genggamannya.


Bagas berdiri berniat meninggalkan gadis dari sekolah sebelah itu sendirian. Gadis yang sudah jadi pacarnya sekitar 6 hari. Kini menjadi mantan pacarnya. Rekor untuk hubungan tercepat diantara mantan pacarnya yang lain.


Sebelum pergi Bagas menepuk meja membuat mantan pacarnya terperanjat "Satu lagi, cewek di foto itu cantik. Nggak ada yang bisa ngehina dia. Apalagi di hadapan gue!"


Bagas meninggalkan mantan pacarnya yang gemetar. Lalu menghubungi Oceana untuk perayaan kemenangannya di Turnamen basket. Uang hadiah baru saja ia terima. Dibandingkan dengan mengajak pacar yang tak punya sopan santun, lebih baik mengajak kakaknya yang sangat ia sayangi.


"Jemput ya Gas. dan juga kamu tetap harus bersih-bersih rumah!" ujar Oceana di ponselnya.


"Iya Mbak iya"


Faktanya adalah, Gadis chubby di foto itu Oceana. Memang kebiasaan Oceana adalah sorak Sorai menyemangati Bagas. Bagas tahu penonton berkacamata hitam itu memang kakaknya ketika pertandingan. Apapun yang dilakukan Bagas, Oceana adalah pendukung terbaik untuknya. Karena Ibunya orang yang menyetujui semua perkataan Pak Bambang.


Sedari dahulu Pak Bambang tak mau Bagas serius di Basket atau juga main game di rumah. Bagas harus serius belajar. Tapi Bagas adalah anak luar biasa, meskipun menyukai Basket dan game, nilainya tak pernah turun. Hal itulah yang membuat Pak Bambang sungkan melarangnya untuk bermain basket atau Game.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2