
Andai Rafanza dan Tirta tenggelam. Mana yang akan dipilih Oceana untuk diselamatkan terlebih dahulu. Malika mendesak jawaban Oceana.
"Aku aja nggak begitu mahir renang Lika" elak Oceana
"Ya nggak nyata harus kamu bayangin Sean. Atau menurut kamu mana yang lebih keren antara Tirta dan Rafanza. yang bikin kamu berdebar?" tanya Malika serius.
Bagi Malika ini penting, ia harus memutuskan akan mendukung Tirta atau Rafanza. Sementara Oceana justru bingung mengapa ia memilih. Tak ada kemungkinan ia disukai dua lelaki tampan tersebut.
Setelah terus didesak, Oceana memutuskan untuk memilih Rafanza. Memang ia sudah tak menyukai Rafanza lagi, dan tipe idealnya adalah sosok yang dewasa. Tirta mungkin dewasa dalam segi umur, namun segala hal yang ia lalui bersama Rafanza membuatnya sadar bahwa Rafanza adalah sosok yang amat jantan dan dewasa. Satu lagi, Oceana tak mau terlibat dengan hubungan antara Tirta dan Agatha. Apalagi Agatha sosok yang blak-blakan dan memang bisa dibilang bermulut tajam.
Biarin mereka selesaikan urusan mereka. Aku nggak akan terlibat. Bisa-bisa nanti kita berantem karena salah paham lalu kehilangan poin yang lebih banyak.
Oceana memang jujur kalau ia sangat sulit dalam memahami dan mempelajari tentang sesuatu hal. Pelatih yang mengawasinya mengemudi hampir tak waras karena Oceana benar-benar sulit.
Sesekali pengawas itu melihat keluar jendela dan berteriak. alasannya karena ia suka melakukannya. Padahal karena ia ingin sekali marah pada Oceana, namun Tirta sudah melarangnya sedari awal.
Mobil yang dikendarai oleh Oceana berjalan sangat lambat. Benar-benar lambat dari seseorang yang berlari atau sekedar jalan cepat.
Sementara itu Malika sangat ingin Tirta yang langsung mengajarkannya. Ia mencegah Tirta agar tak dekat-dekat dengan Oceana.
...************...
Bagas menanyakan pada Bu Omai kenapa Kakaknya tak kunjung pulang. Oceana hari ini bersama Malika mulai pergi ke tempat les mengemudi.
"Apa Mbak Sean nggak jadi ajakin Kak Rafa Ma?"
"Mama nggak tahu?"
Sementara itu, postingan sosial media milik Oceana sudah ada postingan tempat les mengemudi keluarga Tirta.
"Ini Malika kok ngetag gue ya. Eh Ocean juga" David membuat keributan lagi.
Ocean?. Buat apa Sean menandai David?. Bukannya dia cuma upload foto pemandangan.
"Ngetag apaan ?" tanya Ajib karena Rafanza penasaran namun gengsi bertanya.
"Ini tempat les mengemudi keluarga Tirta. Dia nawarin ke semua anggota tim. Tapi mereka dua yang ikut. Mungkin yang lainnya udah mahir kali. kaya Gue" David berbangga diri.
Saat Ajib berjalan melihat ponsel David. Rafanza segera membuka ponselnya dan memastikan.
"Kenapa bisa Sean posting ini. Dia bilang cuma mau post pemandangan saja"
David dan Ajib yang kebetulan sedang melihat-lihat akun milik Oceana. Melihat daftar temannya.
"Rafa,follow balik Ocean?" Ajib dan David serentak saling tatap tatapan tak percaya.
__ADS_1
"Gue juga kok" ujar David "Apa yang aneh"
Masalahnya Rafanza jarang sekali saling follow dengan seorang gadis. Apalagi jika tak begitu kenal. Bahkan karyawan tetap banyak yang diabaikannya.
"Gue seniornya" tukas Rafanza.
"Gue juga mau" Ajib ikutan.
zzzxttt....zzzztt....
Rafanza menolak panggilan dari nomor tak dikenal. Untuk kedua kali, ponselnya bergetar dan tetap ditolaknya.
"Ini nomor gue kok ditelpon nomor aneh soh"
Sebuah pesan membuat Rafanza menganga. Bagas yang memberikan nomor Rafanza pada ayahnya. Karena ayahnya ingin mengajak Rafanza.
Ketika getar selanjutnya tanpa Ba bi Bu Rafanza langsung angkat. Berbasa-basi sedikit, hingga Pak Bambang ingin mengajaknya makan malam kalau tidak keberatan. Dengan sopan Rafanza menerima tawaran tersebut. Secercah kebahagiaan terpancar dari wajahnya.
"Sayangnya gue bahkan nggak pernah tahu nomor ayahnya" Ajib merujuk pada mantan pacarnya.
"Udahlah Jib. Bukankah Lo udah lupain dia" tegur David.
Ajib kembali tersenyum, memang kadang ia merasa sedikit menyesal. Namun ia yang dibohongi, tunggu sedikit waktu hingga ia benar-benar bisa melupakan semua rasa sakit dan kenangan yang tak seberapa.
...********...
Oceana sudah disambut oleh kedatangan Rafanza. Sebelumnya Rafanza ikut memasak bersama Pak Bambang.
Pak Bambang mengucapkan terimakasih atas tindakan Rafanza. Tak lupa juga dengan Ajib yang sudah membantu.
Mereka makan malam bersama. Bu Omai meletakkan beberapa suwiran ayam kecap ke piring Oceana.
"Ini nak Rafa yang bikin sama Papa kamu" kata Bu Omai.
"Kok Papa nyuruh Kak Rafa masak?" tanya Oceana pada Ayahnya.
Rafanza hanya tersenyum saja. Entah mengapa ia merasa Oceana sangat imut dengan makanan penuh di pipinya yang Chubby.
"Papa cuma mau nunjukin resep untuk masakan kesukaan kamu" Pak Bambang tersenyum bangga.
"Papa udah nggak malu lagi sama Kak Rafa" Bagas muncul.
"Makan saja Gas, jangan ikut campur!" tegur Pak Bambang.
"Iya Pa, iya" Bagas menurut.
__ADS_1
"Gimana Sean?" Rafanza penasaran dengan komentar Oceana.
"Mulutnya Mbak Sean daritadi nggak berhenti ngunyah Kak, berarti dia ketagihan" celetuk Bagas.
Oceana menendang kaki Bagas, hingga adiknya mengaduh.
"Ini aku coba masak sedikit" tambah Rafanza.
"Bagus sekali untuk ukuran pertama kali. Oceana akan beruntung dapat seseorang yang bisa masak untuk seumur hidupnya" ujar Bu Omai.
"Mama, yang ditanyakan itu Oceana!" Pak Bambang heran istrinya ini kadang ikut menyebalkan seperti Bagas.
Oceana menelan semuanya. "Enak Kak Rafa, enak banget"
Seusai makan malam bersama dan mengobrol sedikit. Rafanza ingin membicarakan sesuatu pada Oceana.
Mereka mengobrol di depan pintu, sehingga Pak Bambang, Bu Omai beserta Bagas hanya dapat melihat di balik tirai. Penasaran dengan percakapan mereka namun tetap saja tak terdengar.
"Bukannya kamu bilang hanya akan memposting foto pemandangan Sean?"
"Apa yang Kak Rafa bicarakan?"
"Kamu posting tentang tempat les mengemudi"
"Ooh itu tempat les mengemudi keluarganya Tirta Kak Rafa" Oceana menjelaskan dengan detail sampai ke tujuan promosi Tirta.
"Tampaknya kamu paham betul sampai ke niatnya Sean" Rafanza memperlihatkan ekspresinya yang kecewa.
Entah kenapa aku kesal, Oceana bangga dengan idenya Tirta.
"Kak Rafa?" Oceana membuyarkan lamunan Rafanza yang terdiam.
"Oceana, seharusnya kamu juga posting toko Mama kamu. Posting juga Perusahaan. Buatlah hal-hal yang menarik!" perintah Rafanza
"Aku juga sering posting tentang toko Kok kak Rafa"
"Apa?. jadi toko Mama kamu dan usaha keluarganya Tirta?. Lalu aku?" Oceana dibuat kebingungan dengan pertanyaan Rafanza.
"Kak Rafa kenapa?"
"Maksudnya bagaimana dengan Perusahaan. Apa kamu tidak berniat mempromosikan produk Perusahaan?"
Sehingga, Malam itu juga Rafanza mengirimkan berbagai foto dengan kata-kata yang ia rancang.Dengan begitu, Tirta tidak akan merasa istimewa karena usaha keluarganya di posting oleh Oceana.
Oceana harus mempostingnya hari itu juga. Aneh, memang aneh. Namun Rafanza hanya berpendapat bahwa Oceana melakukan hal tersebut juga untuk membantunya agar meningkatkan keuntungan perusahaan.
__ADS_1
Bersambung....