Miss Cute And Her Sunshine

Miss Cute And Her Sunshine
Perhatian Kecil ( 1 )


__ADS_3

Oceana melirik David secara sembunyi-sembunyi. Ia memainkan ponselnya, beralih ke komputer lanjut melirik David, hal itu berulang sehingga Malika menyadari sahabatnya itu bertindak di luar dari yang biasanya.


“Sean, kamu ngapain?”


“Aku mau main ini bentar”


Oceana Memperlihatkan layar ponselnya yang berisi permainan game yang dirancang Bagas. Bagas ingin mengajukan game itu untuk lomba luar negeri jika bagus dan bug nya tidak buruk.


“Bukannya tugas kamu sudah selesai..”


Oceana menaruh telunjuknya di bibir memperingati, “Syuut, Lika, jangan bilang-bilang atau Pak David bisa-bisa nyuruh aku ngelakuin ini itu, nyari berkas atau nyusun berkas segala macem”


“Iya juga ya, ” Malika makin mendekat “Sejujurnya Pak David memang selalu nyuruh kamu ini itu karena kamu yang terlalu cepat menyelesaikan tugas dan terlalu sempurna, makanya dia kaya gitu soalnya dia bilang tugas kamu sempurna dan kreatif”


“Jadi gitu ya Lika, pantesan aja”


“Iya, makanya sekali-kali kamu ikut kerja santai seperti Ivan dan Jagad!”


“Mereka mah, memang selalu begitu tapiaku nggak nyaman. Eh tapi, Kamu tahu darimana?” Oceana terus mengecilkan suaranya.


“Kan kemaren aku gantiin kamu”


“Ooo iya ya” Oceana menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


David selalu terganggu dengan apa yang dilakukan Malika dan Oceana karena meja mereka selalu menarik perhatiannya. Bahkan meskipun mereka hanya bisik-bisik, tak lebih dari apa yang dilakukan Ivan dan Jagad yang saling melihat tayangan gadis seksi atau game aneh.


“Ehem-ehem...”


Jika David sudah berdehem, maka siap-siap ada yang mengganggu penglihatannya. Ia akan memberikan kata-kata teguran yang membosankan karena selalu berulang.


“Ah mulai lagi nih” ujar Malika setelah mendengar pemimpin tim mereka itu berdehem.


“Kenapa Malika?”


“Enggak Pak” jawab Malika.


David melihat Oceana setelah mencarai bebarapa file yang bisa membuat gadis itu sibuk anadai sudah selesai.


“Oceana kamu sudah...”


Belum selesai David bertanya, Oceana mengelak bahwa ia masih harus merevisi apa yang ia buat. Ia tak mau David menerima hasil kerja yang tidak sepenuhnya darinya. Meskipun sebenarnya di dalam komputernya hanya tinggal diprint bahkan dikirimkan lewat email saja setelah diperiksa David dan dinyatakan bagus.


“Ya sudah kalau begitu”

__ADS_1


David melirik Jagad dan Ivan yang sudah duluan sadar diri sebelum ditegur. Kemudian dia kembali sibuk dengan komputernya.


Sementara itu, Nora yang dahulu tak begitu aktif dalam ruangan dan biasanya selalu sibuk dengan urusan sendiri kini tampak berbeda. Ia terus menerus memperhatikan gerak-gerik Ratu, ia juga berfikir kemana harus menyalurkan rekaman miliknya.


“Oh ya, Tirta besok yang presentasi siapa ya?” tanya David.


Tirta memang bisa dikatakan tangan kanan David sejak awal tim Pemasaran 2 terbentuk. Sikap Tirta yang dewasa dan tenang serta mampu mengkoordinir tim apabila ia pergi sudah membuktikan hal tersebut.


“Ratu Pak” jawabnya mantap.


“Ratu, kamu siap kan. Proposalnya kan sudah seminggu yang lalu kita bahas”


“Siap Pak” Ratu tersenyum.


“Kamu harus berusaha lebih keras malam ini”


“Kenapa Pak?” Ivan tak bisa membungkan keingintahuannya apabila ada sesuatu yang agak lain.


“Besok, beberapa anggota direksi bahkan direktur utama akan ikut melihat. Ini kesempatan yang jarang sekaligus kesempatan emas untuk membuktikan diri serta Tim kita”


“Jadi, Ratu memegang keselamatan tim ini pak” tanya Jagad ikutan.


“Bisa dibilang iya juga tidak. Pokoknya, Ratu akan bisa membuktikan kualitasnya.


“Tentu saja, tapi untuk jaga-jaga yang lainnya tetap mempelajari materinya ya. Siapa tahu ada hal tak terduga”


“Saya pasti akan melakukannya semaksimal mungkin Pak” Ratu meyakinkan bahwa besok tak akan ada masalah dari tanggung jawabnya.


“Bagus kalau begitu”


Malika berwajah sinis mendengar kepercayaan diri Ratu. Apalagi setelah tahu bagaimana Ratu itu sebenarnya. David tahu Malika pasti akan bereaksi seperti itu, sehingga ia mengirimi pesan agar jangan terlalu kentara meskipun waspada. Tidak tahu apa niat awal seseorang, namun seiring berjalannya waktu, pasti perlahan niat bisa berubah.


.....


Oceana dan Malika bergegas menuju kantin. Anggota tim yang lain hanya geleng-geleng kepala melihat kelakukan mereka yang seperti anak SD takut tidak kebagian makanan.


Malika dan Oceana mendapat semua bagian makanan dengan utuh karena paling duluan datang ke kantin. Bahkan si Bibi yang menjaga hidangan sampai hafal wajah mereka berdua.


“Sekarang kalian datang lebih cepat dari kemaren ya”


“Iya Bi, sekarang menu spesialnya apa?, banyak yang ngomongin soalnya” Malika tampak antusias.


“Ayam suwir kecap” ujar Si Bibi dengan senyuman khas ibu-ibu.

__ADS_1


Seketika Oceana tak dapat menahan senyumnya. Ayam suwir kecap, ia sangat menyukai menu biasa tersebut sehingga sangat ingin berterima kasih langsung kepada Rafanza. Sayang sekali ia meminta Rafanza makan di kantornya saja hari ini karena takut masalah pencernaan Pacarnya kambuh lagi.


“Oooh ternyata itu menu barunya. Aku pikir kaya spageti atau apa gitu, ternyata menu yang biasa. Bahkan menu pun ikut aneh Sean, menu biasa yang dibilang menu spesial” ujar Malika.


“Ini permintaan Pak Rafanza, katanya ayam suwir kecap patut dicoba”


“Ooh begitu ya Bi” Malika pasrah.


Oceana kini berubah lebih semangat. Ia menyukai menu tersebut. Baru saja duduk di meja kantin, ia langsung mengirimi pesan pada Rafanza akan menikamati makanan tersebut. Tak lupa juga mengingatkan Rafanza agar melakukan apa yang ia minta.


Mengetahui bahwa sahabatnya yang menyukai menu biasa membuat Malika sadar, memang level kebucinan Rafanza cukup bebeda. Mereka duduk di meja sembari mengobrol seperti biasanya.


“Sean, boleh aku lihat nggak?”


Malika penasaran dengan apa yang dimainkan Oceana hingga berani membuat alasan pada Pak David. Malika melihat gambaran game yang dimainkan Oceana. Awalnya ia biasa saja, hingga terganggu dengan apa yang ia lihat.


“Kenapa kamu kelihatan begitu Lika?”


“Ini nama akun kamu Sean?”


“Iya, bagus nggak, itu Kak Rafa yang milih” Oceana menampakkan giginya karena senang Malika bertanya mengenai nama akunnya.


“Hah” Malika menganga.


“Iya, terus kamu lihat nggak yang dibawah ada namanya”


“Sunshine Boy” Malika mengeja nama tersebut.


“Itu nama akun Kak Rafa, dan aku yang nyari”


“Hah” Malika menganga dan menutup mulutnya Langsung sekali lagi.


Pantas saja takdir mempertemukan mereka kembali setelah bertahun-tahun. Mungkin saja mereka memang cocok satu sama lain dibanding orang lain.


“Kenapa nama kalian begitu?”


“Kenapa sih Lika, Kak Rafa bilang karena ku imut dan menurut aku Kak Rafa itu seperti sebuah cahaya. Jadi itu bagus. Adik aku juga harusnya bangga bukannya bilang kita aneh”


“Aku setuju dengan adik kamu. Bahkan nama akun pun ada filosofinya. Hebat kamu ya”


Tak lama kemudian Tirta dan yang lainnya bergabung dengan mereka. Oceana menyimpan ponselnya kembali, cukup adiknya dan Malika saja yang mengatakan nama yang ia dan Rafanza buat aneh dan lebay, jangan ditambah orang lain.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2