Miss Cute And Her Sunshine

Miss Cute And Her Sunshine
Kemungkinan Gagal


__ADS_3

Oceana dan Rafanza sudah tiba di sebuah lapangan luas. Sekelilingnya hanya ada beberapa rumput ilalang yang hijau dan tinggi. Tidak ada banyak kendaraan lainnya karena jauh dari jalan besar.


“Kita latihan disini Kak Rafa?”


“Iya Sean, biar kamu jadi lebih leluasa”


“Tapi bukannya lebih baik di jalan langsung ya”


“Buktinya kamu latihan di jalanan tetap susah kan Sean”


Oceana mengangguk, memang tak banyak yang dapat ia pelajari selain mengetahui berbagai fungsi di dalam mobil seperti rem dan gas. Namun yang mengajari Oceana kini adalah sopir Nyonya Linda, ia sudah berpengalaman sehingga pasti akan lebih mudah mengajari Oceana.


Setelah beberapa saat, sang sopir pamit dan membawa mobilnya pergi. Ia tak mengerti mengapa Oceana sangat sulit diajarkan, padahal ia terkenal sabar, namun menghadapi Oceana ia menyerah.


“Maaf ya Ka Rafa” Oceana memperlihatkan wajahnya yang pasrah.


“Ga Pa pa. Sekarang, aku saja Sean”


Mungkin dengan pacar sendiri, akan ada perbedaan besar dari Skill mengemudi Oceana. Perlahan dan pasti, Rafanza mencoba menyemangati Oceana agar mempercepat kilometer yang ditunjukkan garis merah dengan angka itu. Namun tetap saja, Oceana tidak mau menginjak pedal gas terkesan ragu-ragu dengan alasan hati-hati.


“Kalo gitu sebentar ya Sean, aku keluar dulu”


“Ka Rafa mau ngapain?”


“Mau ngambil udara sebentar”


Rafanza berlari sejauh mungkin lalu berteriak pada rumput ilalang yang hijau yang bergoyang melepaskan kekesalannya. Meskipun sudah lama, tetap saja tak ada perubahan dari cara mengemudi hati-hati Oceana. Mereka memutuskan pulang saja.


Kak Rafa nggak akan marah dan maksa aku kan ya. Aku sepertinya hanya bisa mengemudi motor. Aku gagal mengemudi normal meskipun sudah memiliki SIM.


“Sean, kenapa ekspresi kamu begitu?”


“Aku gagal mengemudi dengan baik, beberapa pengawas di tempat les mengemudi Tirta juga banyak yang ngeluh dan ganti-ganti terus sampe Tirta”


“Jadi Tirta yang paling lama ngajarin kamu?”


“Iya, karena nggak ada lagi yang mau Ka Rafa mereka udah pada nyerah”


“Untung aku minta kamu latihan sama aku, kalau enggak”


“Kalau enggak kenapa Ka Rafa?”


Kalau enggak, pasti Tirta dan kamu semakin dekat dari waktu ke waktu


“Takut nantinya kamu merugikan tempat les tersebut. Kamu kan ikut secara gratis”

__ADS_1


“Iya, aku juga pakai alasan itu buat berhenti Kak Rafa”


“Kamu nggak bilang aku yang mau ajarin langsung”


“Iya juga Ka Rafa banyak alasan yang aku bilang"


Rafanza mengusap dadanya, setidaknya Oceana memang mengukuhkan hubungan mereka.


“Oh ya, Bagas katanya bikin game sederhana ya Sean”


“Iya, Kok Ka Rafa tahu?”


“Ada di statusnya”


“Oh iya, aku adalah salah satu pemain pertama buat ujicobanya Kak Rafa, dia bilang nama gamenya bahkan belum ada. Besok dia mau masukin akun aku, aku belum mikirin nama apapun ” Oceana tampak sangat senang sekaligus bingung.


“Kalau gitu, aku juga mau ikut lah”


“Kalai Kak Rafa ikut, mungkin bisa koreksi. Kak Rafa kan hebat dalam banyak hal. Game juga kan”


Rafanza menyentuh belakang kepalanya salting dipuji. “Ah tidak , tapi aku bisa mengetahui apa yang harus diperbaiki dari game rancangan, Sean”


“Nama akun Kak Rafa, aku aja yang nyari gimana?”


Oceana mengangguk setuju.


Di depan rumah Oceana, Rafanza menginginkan akunnya ikut jadi ujicoba bersama Oceana. Kebetulan game tersebut bisa membentuk tim dua orang.


“Nama akun Kak Rafa apa?” tanya Bagas.


“Aku?”


Bagas menggangguk, menunggu jawaban.


Rafanza menatap Oceana sekejap. Lalu saling mengangguk. “Sunshine Boy”


“Sa sunshine boy?” Bagas mengangkat alis, bingung serta menahan perasaan gelinya.


“Aku Miss Cute, gas” tambah Oceana pada adiknya.


Bagas memaksakan senyumannya, ia merasa pasangan di dekatnya ini benar-benar lebay. Namun nama itu nama yang dicari masing-masing. Serasi, serasi, meskipun gamenya nanti gagal, ia yakin hubungan kakaknya tak akan gagal mengingat sifat mereka yang saling mengerti bahkan hampir sama dalam beberapa hal.


......


Nora memukul meja dengan amarah menatap gadis di hadapannya. Gadis itu bahkan terlihat tak peduli justru mengubah mimik wajah seolah terluka dibentak oleh Nora.

__ADS_1


“Kamu memang pintar berakting Ratu”


“Aku hanya menawarkan suatu kesepakatan Nora”


“Kesepakatan untuk menjebak seseorang hingga kehilangan pekerjaan?. Itu kejahatan tahu tidak?” Nora berusaha menahan emosinya.


“Kalau kamu mau ya terima, kalau tidak mau jangat hujat!” Ratu tersenyum tak bersalah.


“Aku hanya akan memperingati kamu satu hal Ratu, aku bukan orang yang mudah dimanfaatkan. Kalau kamu berani melakukannya sendiri ya silahkan. Tapi kalau kamu berani melibatkanku. Aku akan buat kamu lebih hancur” Nora mengambil tasnya dan pergi dengan marah.


Ratu hanya diam di meja. Ia sangat tak percaya, mengapa tak ada satupun yang mau diajak bekerja sama untuk menjebak Oceana. Bahkan Nora, yang ia ketahui memiliki ekonomi yang tak begitu baik, meskipun ditawari uang puluhan juta tetap menolak bahkan mengancamnya.


Nora masuk ke dalam mobil dengan menghempaskan pintu. Di dalam mobil sudah ada Genta pacarnya yang setia menunggu.


“Kamu sudah rekam kan Genta”


“Tentu saja” Genta memberikan ponselnya pada sang pacar.


Rupanya, selama Nora mengobrol di restoran. Ia meminta Genta menunggu di mobil, dan jangan lupa mengangkat panggilannya dan merekam sejak pertama kali.


“Dia berurusan dengan orang yang salah, aku bisa pastikan dia akan gagal dengan rencananya yang hanya mengedepankan emosi. Bisa-bisa orang mengira dia kecewa karena dicampakkan Pak Rafanza”


“Memangnya tidak ya?”


Nora melirik pacarnya yang lamban. “Entahlah, yang jelas dia hanya tidak untuk Pak Rafanza”


"Kamu benar” Genta manggut-manggut setuju.


“Bisa jadi dia cari cara lain atau cari orang lain. Tapi, kamu juga jangan coba-coba ya!” Nora memelototi pacarnya yang penurut.


“Aku nggak akan mau, kamu kan selalu bilang, kita harus mendapatkan semuanya sendiri dan menjauh dari banyaknya konflik”


Memang itu yang mereka lakukan sejak memutuskan pacaran diam-diam di Perusahaan. Bahkan hubungan Oceana dan Rafanza bisa ketahuan, tapi mereka tidak meskipun sering berciuman secara sembunyi-sembunyi.


Nora adalah orang yang individualis dan cenderung tidak suka ikut campur dengan urusan orang lain apalagi jika hal itu akan menjadikannya sebagai kambing hitam sendiri apabila gagal. Dia benci jika orang lain menjadikannya umpan hanya karena ia miskin dan sasaran yang mudah.


Nora sudah berpengalaman dengan hal seperti itu di Perusahaan tempatnya magang dahulu. Salah seorang senior yang ia hormati dipecat, dan ia dinasehati untuk memiliki senjata sendiri apabila memang dalam posisi tak menguntungkan. Itu sebabnya ia menjadi orang yang lebih teliti dan bahkan mencurigai banyak orang, meskipun orang lain mengatakan ia sulit bergaul, sebenarnya ia hanya menjaga jarak wajar dengan semua orang.


Ia adalah orang yang sulit di Perusahaan namun hangat apabila di luar pekerjaan. Sifatnya itu kebetulan dilihat oleh Genta, sehingga mereka mejalani hubungan dekat yang tak terpisahkan.


Dibanding berpihak pada Ratu yang memang terkenal dengan keluarganya yang memiliki suatu kekuatan. Nora lebih yakin Oceana yang dapat memenangkan pertarungan andai mereka disandingkan.


Nora memperhatikan sedari awal bagaimana Rafanza, bosnya yang selalu memperhatikan Oceana. Jika dibandingkan dengan Ratu, Rafanza juga setara bahkan lebih hebat, ada Ajib yang latar belakangnya hebat juga setia. Bisa dibilang Ratu tidak akan mendapatkan apa yang diinginkannya.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2