Miss Cute And Her Sunshine

Miss Cute And Her Sunshine
Penolakan


__ADS_3

Rafanza pulang ke rumah, Bi Yuyun tergesa-gesa membuka pintu.


Rupanya yang datang adalah Salah satu pengusaha kaya. yang juga merupakan Ayah dari Ratu. Ada Ratu beserta ibunya juga.


Rafanza diminta duduk makan malam bersama yang lainnya. Bahkan Tuan Kusuma duduk dengan formal seolah yang datang adalah tamu terhormat saja. Bi Yuyun sibuk mengatur Cika dan Irda meletakkan berbagai hidangan agar terlihat tertata.


"Ratu, jadi kamu dibawahi oleh Rafanza?" tanya ayah Ratu, Tuan Bayu.


"Iya Pa" jawab Ratu dengan lembut.


"Ratu sangat lembut ya" tutur Tuan Kusuma


"Semua anak perempuan memang lembut Pa" ucap Nyonya Linda.


Tetapi ucapan Nyonya Linda dibantah Ibunya Ratu. Nyonya Ideth panggilannya, ibu-ibu sosialita yang punya tentengan emas sepenuh badan. Biasanya hobi main arisan dan belanja sambil pamer harta dan prestasi anak. Namun meskipun begitu, Nyonya Ideth sangat dikagumi bahkan menjadi tauladan berkat keahliannya mengurus rumah tangga dan mengurus putrinya yang sempurna.


Nyonya Ideth membanggakan bahwa Ratu anaknya memang sosok wanita idaman yang tak akan mengecewakan bahkan untuk 7 turunan dan tanjakan. Bersikap Lembut, berotak cerdas, kritis dan bisa segala pekerjaan rumah tangga. Selain itu punya pemikiran luas dan berpandangan jauh ke depan.


Tentu saja berpandangan ke depan. Itu tergantung situasi, kalau ada benda yang jatuh misalnya. Pasti Mandang ke lantai juga, tak mungkin mendongak dan memandang ke atas plafon.


"Wanita idaman, bukan tipe Idaman." gumam Rafanza pelan.


Ratu melirik Rafanza yang seolah tak peduli dengan kehadirannya. Jangankan mempertimbangkan betapa sempurnanya mereka jadi pasangan. Rafanza bahkan tak ada niatan melirik Ratu yang sudah berdandan super wah.


"Saya justru kagum dengan Rafanza. Masih muda sudah mampu memegang salah satu jabatan direktur" ujar Tuan Bayu mulai mencari kesempatan memuji.


"Ah tidak, kebetulan karena saya anak Direktur utama. Kalau saya anak bawang nggak mungkin bisa" Rafanza tertawa sendiri sedangkan yang lain terdiam.


Nyonya Linda takut suaminya lepas kendali atas sikap lancang Rafanza. Akhirnya menawarkan agar mereka makan dahulu.


Awalnya mereka makan dengan tenang sampai pada pertanyaan bertubi dari Tuan Bayu.


"Apa kalian dekat di Perusahaan?"

__ADS_1


"Saya hanya mengenal Oceana di Tim mereka Pak" jawab Rafanza. "Mungkin rekan saya David yang lebih paham"


Dilanjut pada kesamaan Rafanza dan Ratu. Sama-sama pintar, sama-sama muda. Bahkan nama yang sama-sama diawali dengan huruf R. Mungkin sinyal bahwa mereka ditakdirkan bersatu sudah ada pada mereka sejak kecil.


Arah percakapan mereka tampaknya sudah mulai ketahuan. Bi Yuyun hanya mendengar dari samping sambil membereskan makanan dan piring-piring.


"Apa Den Rafa akan dijodohkan Bi?" tanya Irda.


"Tidak tahu juga" jawab Bi Yuyun


"Tapi mereka lebih cocok dibandingkan dengan yang waktu itu". Maksud Cika adalah Oceana yang pernah datang ke rumah.


"Apapun yang terjadi, bukan hak kita untuk ikut campur. Masalah majikan hanya boleh kalian dengar di dalam rumah ini jangan sampai kalian sebar keluar!" Perintah Bi Yuyun.


Sebelum Cika datang, seorang pelayan diberhentikan karena merekam percakapan. Untungnya belum sampai terpublikasi atau ia bisa saja dipenjara.


Beberapa pertanyaan lainnya hingga ke perjodohan mereka. Sama seperti Rafanza, Tuan Kusuma sebagai Direktur Utama Perusahaan E-commerce adalah seorang pebisnis yang ahli berkelit. Sedari awal rupanya Nyonya Linda sudah antisipasi, bahwa Tuan Kusuma tak boleh menjodoh-jodohkan putra mereka.


Apapun kelebihan dari anak pengusaha kaya yang ingin bekerja sama dan investasi tersebut. Rafanza takutnya malah tak mau lagi menjabat di Perusahaan dan memilih tinggal di luar negeri.


Penolakan yang begitu memalukan. Andai saja mereka tidak menjaga citra orang kaya bermartabat. Mungkin akan mencaci keluarga dari Rafanza.


...***********...


Agatha menghubungi nomor dari grup Tim karyawan masa percobaan. Cukup lama ia ragu hingga akhirnya memantapkan hati untuk menekan tombol panggil.


Seperti dugaan awal, panggilannya tertolak. Nomor yang ia hubungi adalah Tirta.


Agatha adalah mantan pacar Tirta. Mereka gagal menikah 1 tahun yang lalu padahal sudah pacaran sejak kuliah. Alasannya karena suatu kata dari mulut Agatha yang blak-blakan membuat Ibu dari Tirta sedih.


Agatha berhenti dari pekerjaannya sebagai karyawan di salah satu perusahaan kecil. Juga beberapa pekerjaan lainnya yang ambil berkat kemampuan bicaranya yang luar biasa.


Niatnya Agatha setelah putus hubungan dengan Tirta hanya satu, ingin Tirta kembali padanya atau Tirta tak boleh menyukai wanita lain. Agatha belum bisa move-on dari hubungan kandasnya setahun lalu.

__ADS_1


...**********...


Di atap Perusahaan Agatha meminta berbicara empat mata dengan Tirta. Alasannya adalah mengenai tugas di Tim karyawan masa percobaan yang Agatha tak pahami.


"Apa yang kamu ingin bicarakan?"


Dahulu Agatha itu cantik, Agatha juga junior di kampus Tirta. Sejak masa perkenalan mahasiswa baru, Tirta sudah mengincar Agatha. Bayangkan saja mahasiswa baru yang sudah populer hingga angkatan atas. Kecantikan Agatha sudah tak diragukan lagi.


Kekurangan Agatha hanya satu. Ia tak segan-segan menindas yang lemah. Mencela seseorang yang tidak sederajat menurutnya dan tidak bisa ia manfaatkan.


"Kamu tidak menyukai seseorang yang memiliki tubuh jelek kan?"


"Memangnya apa yang salah dengan tubuh seseorang. Kamu masih belum berubah Agatha. Apa semua orang harus terlihat stylish dan sesuai dengan ekspektasi kamu saja agar tampak hebat?" tukas Tirta penuh penekanan.


"Bukan hanya stylish dan sesuai dengan ekspektasi aku. Tapi setidaknya bersikap sesuai keadaan diri" tegas Agatha.


"Kita sebatas rekan kerja. Sebaiknya jangan pernah ungkit masalah kita lagi!" Tirta meninggalkannya.


Tapi Agatha menahan tangan Tirta " Balik lagi sama aku gimana?"


"Jangan tidak tahu malu Agatha" Tirta melepaskan tangan Agatha dan berlalu pergi.


"Kenapa?. Kalau aku nggak bisa sama kamu. Kamu juga nggak bisa sama orang lain" ujar Agatha sepeninggal Tirta.


Sayangnya atap bukanlah privasi, mungkin karyawan mengira tempat itu aman karena tak ada yang lewat dan banyak sekali perangkat yang terhubung ke bagian bawah yakni Perusahaan. Entah itu panel Surya atau kabel-kabel besar yang bersileweran.


Karenanya, sebagian karyawan mengetahui hal tersebut. Tersebar info bahwa Agatha dan Tirta bertengkar sebagai pasangan kekasih.


"Rupanya atap bukanlah tempat privat. Gue tebak sekitar 30 menit masalah dua orang karyawan masa percobaan ini bakal nyebar" Ajib melihat jam tangannya.


Atap adalah Tempat favorit kedua bagi David, Ajib dan Rafanza. Kebetulan mereka sedang ingin membahas tentang Rafanza yang ditentang Direksi. Justru dapat tayangan drama antara Tirta dan Agatha.


Lanjut Rafanza masih menyusun rencana. Apa yang bisa ia katakan dan apa yang harus ia buktikan agar tak akan ditentang lagi. Padahal semula tak ada yang mengkritisi jabatannya.

__ADS_1


Bersambung...


...*********...


__ADS_2