Miss Cute And Her Sunshine

Miss Cute And Her Sunshine
Kesepakatan


__ADS_3

Oceana begitu malu karena bisa-bisanya Rafanza melihat wajah buteknya saat menangis. Oceana lebih malu lagi karena sempat berpikir bahwa Rafanza yang kaya itu punya jaket KW.


Oceana masuk ke kamar Bagas. Adiknya itu sedang asyik mendengar headset sambil menutup mata. Oceana langsung Menunggu Bagas di kasurnya, ikutan duduk. Bagas yang baru selesai menghafal kosa kata bahasa Inggris dan membuka mata kaget melihat Oceana sudah ada di dekatnya sambil bersikap aneh.


"Kebiasaan banget sih Mbak. Masuk nggak mengetuk dulu!" Bagas melihat pintu kamarnya yang terbuka membuat sudut lancip yang kurang dari 80 derajat.


"Aduh Gass. Ini penting" Oceana duduk manis menunggu adiknya memberikan reaksi.


"Penting nggak penting Mbak juga selalu begitu. Lain kali aku akan kunci kamar ini pakai gembok biar Mbak mengetuk dulu sebelum masuk"


"Iih dulu aja kita sering tidur sekamar kok" Oceana memanyunkan bibirnya, mengingat adiknya yang dulu kecil dan lucu.


"Beda masa Mbak. Buruan mau ngomongin apa?" Bagas sudah tahu sesuatu yang penting pasti ia mau dimintai tolong atau dimintai penjelasan atau pendapat.


"Jaket kak Rafa gimana Gas?" tanya Oceana.


"Kan aku sama Kak Rafa udah kongkalikong Mbak" Bagas mengulangi pernyataannya.


"Jadi kamu harus ganti apa enggak" Oceana meminta kejelasan.


Memang susah berbicara dengan kakaknya. Bagas harus menyederhanakan maksud nya.


"Aku nggak perlu ganti. Kak Rafa mungkin bakal minta sesuatu sebagai gantinya"


"Gimana-gimana?" Oceana menaikkan alisnya, masih bingung.


"Kalau Kak Rafa butuh informasi aku bisa kasih. Kalo minta tolong aku juga bisa. Bahkan dia juga akan nolongin aku ketika butuh Mbak. Benar-benar senior yang baik" Bagas tersenyum bangga.


"Ooh begitu. Dia memang senior kamu juga walau jaraknya jauh. Senioritas SMA kita kan nggak main-main. kamu akan tunduk pada senior yang bilang kalo dia senior " Oceana mengepal tangannya.


"Iya senior yang pantas untuk dihormati Mbak. Bukan senior yang kayak mereka..." ucap Bagas merujuk pada 5 lelaki tadi.


Mengingat 5 lelaki tersebut, satu diantaranya memang pembully yang parah. Bukan hanya Oceana korbannya. Beberapa gadis di kelas lain juga sering menjadi bahan olokan mereka.


Setelah ingat, Oceana langsung mencerca darimana Bagas tahu tentang masa lalunya. Ia tak pernah menceritakan bagian bahwa ia terkadang trauma akibat Bully. yang membuatnya gugup saat tampil di depan umum menjadi pusat perhatian.


Hingga diketahui bahwa Bagas tak sengaja membaca buku Diary milik Oceana. Oceana langsung memarahinya menarik rambut Bagas dan bahkan hampir menangis.


Bagi seorang wanita, diary adalah sebuah ladang curhat. Tak boleh dibaca sembarang orang tanpa izin pemiliknya.


Apalagi Bagas membaca diary itu diam-diam dan bahkan tahu semua bagiannya. Bagas juga tahu kalau Rafanza adalah orang yang pernah disukai Oceana.


"Jadi kamu bawa aku ke butik waktu itu?" Oceana ingin tahu kalau hal itu bukan karena Bagas.


"Aku tahu kalau Kak Rafa sering ke sana. Soalnya aku sering berpapasan sama dia. Kalau nggak kenal. Ngapain juga aku bisa langsung akrab dihari pertama waktu Mbak ngambil syal mamanya"


Oceana langsung syok. "Kamu nggak ngasih tahu Kak Rafa kan?"

__ADS_1


"Ya enggak lah Mbak. Sebelumnya, tapi tadi akhirnya keceplosan"


Rafanza meminta sebuah informasi tentang Oceana. yang mungkin sangat rahasia yang hanya diketahui Bagas. Akhirnya Bagas memberitahukan hal tersebut. Rafanza tidak marah ataupun lega.


"Baaaagaaaaas" Oceana bersiap menarik rambut adiknya.


"Tapi itu buat Nebus jaketnya Mbak. dan Kak Rafa punya ekspresi yang nggak bisa dibaca Mbak"


"Pasti dia bingung juga gimana nanggepinnya Gas. Kamu itu ya"


Oceana syok berat. Ia kembali ke kamarnya dan berniat mengirim sebuah pesan permintaan maaf .


Aku udah nggak suka Kak Rafa lagi kok.


Aku minta maaf karena pernah naksir kak Rafa


Kak Rafa, Bagas itu cuma nyeletuk nggak penting. Dia pasti bohongin kak Rafa.


"Gimana besok cara aku buat menghadapi Kak Rafa"


...**********...


Rafanza pulang ke rumahnya dengan perasaan yang tidak ia pahami. Apa ia bahagia karena pernah disukai Oceana.


Selama ini banyak gadis yang ia ketahui sempat menyukainya secara diam-diam. Ia juga tahu dari teman-temannya namun sepertinya ia tidak begitu terganggu.


Rafanza berjanji akan membuat mereka jera jika Bagas memberitahukan organisasi yang mereka ikuti. Organisasi memanjat, begitu pas bahwa Ajib sempat jadi ketuanya.


"Mereka junior gue. Kenapa emangnya?" Ajib mengenal mereka.


"Lo bisa lakuin sesuatu nggak?"


"Lakuin apa?".


"Besok aja gue bahas"


"Bikin penasaran aja Lo. daftar nama dan identitas yang Lo minta waktu itu gimana?"


"Nggak jadi Jib"


"Jahat banget Lo Rafa. Mentang-mentang gue sekretaris Lo"


"Tenang aja besok gue traktir Lo sama David"


"Ogah gue"


"Seafood" Rafanza menutup panggilan.

__ADS_1


Tawaran Rafanza membuat Ajib setuju, Ajib adalah penggila makanan laut. Kalau saja air laut dapat diminum mentah Ajib akan menjadikannya stok bulanan.


...****************...


Esok harinya... karena Oceana kesulitan tidur. Matanya bagai mata Panda.


Semua orang di rumah khawatir. dan bertanya kenapa dengan mata Oceana.


"Nggak apa-apa kok, susah tidur Ma"


Seusai makan tak lupa Bagas menunggu Oceana. Meskipun Oceana memintanya untuk membawakan tas, yang dahulu ditolak Bagas kini ia bersedia. Rupanya itu untuk menebus kesalahannya karena melihat diary Oceana tanpa izin.


Bagas juga harus menggantikan Oceana bersih-bersih rumah dan Toko Ibunya selama sebulan. Bye-bye untuk hobi rebahan dan main game untuk Bagas selama sebulan.


"Kalo kamu rajin begini hati Papa juga jadi tenang Gas" Pak Bambang bahagia.


"Iya Pa, sebulan ini Bagas akan jadi anak yang baik"


"Jangan sebulan aja. Seterusnya kalo bisa!" Oceana menggodanya.


"Udah buruan Mbak. Entar aku yang telat nih"


"Cie-ciee yang baru aja dapat SIM tembak" Goda Oceana lagi.


"Buruan ya Mbak. atau aku tinggal" Bagas mulai memainkan pedal gass.


"Iya oke sabar dong Gas"


Motor tua Pak Bambang dan motor yang dikendarai Bagas berpisah di gang depan. Pak Bambang menaiki motor bututnya ke arah kanan dan Bagas ke kiri.


...********...


Di kantor karyawan masa percobaan. Oceana terus ditanyai perihal mata panda nya. Sampai bibirnya lelah mengatakan susah tidur.


"Udah mirip panda bener Ocean" ujar Jagad.


"Diam Jagad!" tegur Malika.


"Kamu mau pakai ini nggak Ocean?" Ratu menawarkan sebuah benda dari tasnya.


"Wah Ratu memang baik banget yaa" Ivan terpana.


"Nggak usah, palingan bentar lagi pas udah agak siangan bengkaknya ilang" tolak Oceana secara halus.


"Nggak usah ditawarkan. Mungkin dia nggak biasa pakai barang mewah Ratu" Agatha memulai lagi, ia lupa kalau ada David "Eh maksudnya bisa jadi kulitnya Ocean sensitif. Kan nggak baik juga"


"Iya kamu bener kok Agatha. Kulit aku memang sensitif. Makanya jarang dandan" Oceana menyelamatkan situasi.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2