Miss Cute And Her Sunshine

Miss Cute And Her Sunshine
Menghujani Seribu cinta


__ADS_3

Akhirnya Nyonya Ideth dan Tuan Bayu selesai dengan perpisahan mereka. Nyonya Ideth berhasil mendapat kembali harta peninggalan orang tuanya yang berjumlah sekitar 80 persen dari harta mereka.


Kemudian Ratu meminta Agatha tidak melupakannya. Bagaimana pun Agatha adalah sahabatnya satu-satunya, yang tidak membenarkan perbuatan salahnya.


Hari itu juga ia dan Nyonya Ideth akan pergi ke luar negeri untuk Terapi Depresi bersama. Mungkin Ratu tidak akan bisa lagi masuk di dunia bisnis dan Perusahaan. Ia sudah mencoreng namanya sendiri.


Tetapi Ratu tidak menyesal. Sejak awal ia lebih tertarik dengan Mode. Ia hanya bekerja karena Papanya sendiri waktu itu. Impiannya adalah memiliki Butik bersama Sang Ibu.


.........


Satu lagi, Ratu meminta agar Oceana memaafkan dan menyampaikan pesan darinya pada Pak Bambang. Terimakasih telah membuatnya bertahan hidup hingga sekarang. Kalau dulu tidak dinasehati Pak Bambang mungkin ia akan lebih hancur.


"Jadi itu sebabnya kamu tahu aku sempat trauma tampil di depan umum?"


"Iya Ocean, maaf sekali lagi. Aku diam-diam sering menguping pembicaraan kalian di Restoran xxxx. Aku membayangkan jadi kamu ingin kamu terluka dan malu. Maafkan aku Ocean"


"Sudahlah, aku juga tahu kamu tertekan"


"Kalau kamu mau aku berlutut aku akan berlutut Ocean."


"Tidak perlu Ratu, semoga pengobatan kamu berhasil"


Ratu bilang, ia tidak pernah menyukai Rafanza. Meskipun banyak orang mengatakan mereka cocok, Rafanza bukanlah tipenya. Ia harap Oceana dan Rafanza akan baik-baik saja.


"Itu yang dikatakan Pak Rafanza agar aku meyakinkan kamu Ocean. Bahwa yang dia cintai itu kamu dan selalu kamu"


Oceana hanya tersenyum. Ia juga menyukai Rafanza selalu. Meskipun pernah suka orang lain, berdalih menyukai sosok yang lebih dewasa dan apapun itu. Rafanza selalu punya tempat spesial di hatinya.


Rafanza bertemu dengan Oceana setelah menjelaskan apa yang terjadi pada Bu Omai dan Pak Bambang. Meskipun mereka sebagai orang tua sudah memaafkan, tapi Oceana tetap mengambil keputusan untuk hidupnya sendiri.


"Aku minta maaf Sean, aku nggak mau kita berakhir, aku sangat mencintai kamu. Kalau kamu mau mukul aku sepuasnya silahkan"


"Aku nggak sesadis itu Kak Rafa. Aku yang harusnya bilang saja kalau aku juga menyukai Kak Rafa, aku mencintai Kamu Kak Rafa. Tapi aku terlalu egois dan tidak memikirkannya. Aku salah Kak Rafa"


"Aku juga salah Sean, padahal aku sendiri yang berjanji akan memahami perlahan bahwa kamu akan terbuka. Aku terlalu egois juga, apa yang salah jika kamu tidak menyebutkan kata cinta. Aku akan menghujani kamu dengan seribu cinta"


"Iish jangan lebay Kak Rafa. Aku akan bilang kalau aku cinta Kak Rafa, aku tidak akan menerima hujan seribu cinta itu secara sepihak"


Rafanza memeluk erat tubuh Oceana. "Bolehkah aku meminta satu hal saja Sean. Jangan sembunyikan penderitaan kamu Sean. Aku tidak mau kamu melakukan hal itu"


"Aku mau menderita sendirian. Takut Kak Rafa ikut menderita".


"Sean, aku ini laki-laki. Apa aku nggak akan bisa atasi masalahku sendiri. Justru melihat kamu terluka membuat aku terlihat tidak tahu diri Sean"


"Aku tahu Kak Rafa, aku minta maaf" Oceana memeluk erat dan lebih erat lagi Rafanza.


........


Setelah tahu kesalahan satu sama lain, Rafanza mengajak Oceana ke dekat sekolah SMA mereka dahulu. Di salah satu gang ada tempat yang dijadikan sebagai Basecamp cadangan organisasi penulis puisi dan cerpen mereka.

__ADS_1


"Ini tempat yang harusnya kamu kunjungi Sean, tapi sayangnya kamu tidak pernah hadir di organisasi lagi"


"Kenapa Kak Rafa bawa aku kesini?"


"Aku mau tunjukin sesuatu"


Di dinding yang penuh coretan. Rafanza membaca coretan yang ia buat dahulu.


"Tampaknya banyak yang memudar, tapi aku ingat Kok Sean"


"Apa isinya Kak Rafa?"


"Kamu dengar ya!"


Tidakkah kau merasa...


Bahwa aku memandang mu Berbeda...


Dari Kejauhan Aku melihat Seseorang yang menarik...


Aku tidak peduli dengan orang lain


Namun aku tahu ia terluka


Aku pernah mencoba mendekatinya


Seolah tahu segalanya


berharap mendapatkan senyumannya.


Aku pernah membicarakan identitas diri


Berharap Ia mengetahui aku lebih dalam Sayangnya Dia Jauh. Hingga aku hanya bisa melihatnya dari jauh.


Rafanza menyelesaikan tiap-tiap kalimatnya dengan nada puitis.


"Itu apa Kak Rafa?" tanya Oceana membuyarkan keseriusan Rafanza.


"Ini puisi yang aku tulis secara iseng sambil memikirkan kamu ketika mau lulus Sean."


"Jadi yang barusan itu puisi?" Oceana mengangkat alis, kenapa kata-kata puisi itu tidak puitis tapi Rafanza hanya membacanya secara berlebihan.


"Aku memang tidak ahli puisi Sean, aku masuk organisasi ini karena tidak mau banyak aktivitas" Rafanza menunduk.


"Enggak gitu Kak Rafa, bagus Kok. Tapi aku juga baru tahu Kak Rafa masuk organisasi ini karena tidak suka aktivitas. Padahal Kan Rafa itu serab bisa"


"Aku sebenarnya tidak suka terlalu mencolok Sean. Takut banyak yang naksir".


"Nggak mencolok juga tetap banyak yang naksir Kak Rafa kok"

__ADS_1


"Apa kamu salah satunya Sean?" Rafanza tersenyum, senyuman manis mematikan itu menembak jantung Oceana lagi dan lagi.


Sean terdiam, wajah chubbynya memerah karena malu. Ia kehabisan kata-kata untuk mengelak apalagi Rafanza sudah tahu isi Diarynya.


Rafanza mengusap dan mengelus kepala Oceana lembut. Ia tatap dua bola mata gadis imut yang dicintainya itu.


"Mungkin orang lain bilang aku suka seseorang. Mereka tidak tahu saja kalau aku menyukai kamu, sejak aku melihat kamu dan perilaku kamu"


Dulu, Rafanza melihat sendiri Oceana secara terus terang memandang guru yang bersikap tidak adil dengan aneh. Ia tersenyum pada gadis itu, tidak menyangka Oceana begitu tegas dengan haknya yang sama seperti orang lain.


"Jadi aku cinta pertama Kali Rafa?"


Rafanza mengangguk "Bagaimana dengan kamu Sean"


"Apanya Kak Rafa?"


"Apa aku juga cinta pertama kamu?"


"Bukan" Oceana menjawab pasti.


Oceana memang punya cinta pertama sendiri saat SMP. Meskipun begitu, ia tetap memilih Rafanza sebagai sosok paling baik dan berkesan yang ia ingat dan sukai.


"Kak Rafa"


"Mmm"


"Kak Rafa ngambek hanya karena itu?"


"Enggak Kok"


"Kalau gitu aku akan bikin sedikit kesalahan dalam hubungan pacaran kita"


Rafanza seketika menghentikan mobilnya. "Kesalahan?"


Oceana melepas seatbealtnya. Ia mendekat pada Wajah Rafanza. Lalu ia kecup bibir dengan senyum mematikan yang membuat jantungnya berdegup kencang.


"Jadi kesalahan itu karena kecupan kamu?"


"Kak Rafa nggak suka?. Aku akan balas dengan seribu cinta" Oceana membuat pose hati Korea dengan jarinya.


"Aku sudah lama menahannya. Aku juga akan berbuat sedikit kesalahan boleh kan?"


Oceana tersenyum dan mengangguk "Asalkan tidak...."


Rafanza merasakan nafasnya yang tak kalah memburu. Sebelum Oceana menyelesaikan kalimatnya. Rafanza melepas Seatbealtnya sendiri dan mencium Oceana.


Ciuman tersebut cukup lama hingga Rafanza menyentuh kepala Oceana. Sementara itu, entah karena suasana atau perasaan sendiri, Oceana memeluk tubuh Rafanza tidak menolak ciuman tersebut.


Bersambung....

__ADS_1


.......


__ADS_2