Miss Cute And Her Sunshine

Miss Cute And Her Sunshine
Meluruskan kesalahpahaman


__ADS_3

Oceana menghadapi 2 masalah sekaligus di manajemen Etika. yang pertama karena Agatha sudah mengakui sendiri bahwa ialah yang memberikan ide Proposal milik Oceana pada Ratu. Agatha mengakui bahwa saat itu ia dan Ratu sedang bermasalah dan ingin menjebak Ratu sehingga melakukan hal tersebut.


Pihak manajemen Etika, seorang Wanita dengan jambulnya yang super tinggi mempertemukan mereka. Wanita itu dikenal sebagai Wanita Diktator Etika.


Karena hal yang dilakukan Agatha ketika mereka masih berstatus sebagai karyawan masa percobaan, maka hukumannya masih bisa diselesaikan lewat Manajemen Etika. Kalau sudah menjadi karyawan tetap, bisa-bisa konsekuensinya adalah pemotongan gaji bahkan pemecatan. Manajemen Etika tak dapat berperan dalam hal tersebut.


Manajemen Etika akhirnya menyimpulkan bahwa Agatha harus menulis permintaan maaf sebagai hukuman teringan. Setelah Agatha pergi, Oceana menerima masalah kedua, yakni bersikap tidak hormat pada atasan, mengabaikan perintah atasan, dan tidak menunjukkan sikap penyesalan karena berani menyinggung atau membuat atasan tersinggung.


"Kok bagian saya banyak banget buk?"


"Apanya yang banyak?" Wanita Diktator Etika itu menatap tajam Oceana.


"Kesalahan saya buk" ujar Oceana ragu-ragu.


"Kamu bermasalah dengan Direktur Pemasaran yang tak lain tak bukan adalah anak tunggal Direktur Utama Perusahaan ini"


"Terus saya harus apa Buk?"


"Masih sama, permintaan maaf namun permintaan maaf yang kamu tulis bukan saya yang periksa lalu diberikan pada Direktur Rafanza"


"Lalu bagaimana Buk"


"Permintaan maaf kamu kirim, jika Direktur Rafanza, Direktur Pemasaran tidak merasa ada ketulusan di dalamnya kamu harus terus menuliskan permintaan maaf!'


"Sampai kapan buk?".


"Ya sampai diterima lah"


Oceana membuang nafas berkali kali. Apa dia minta langsung dimaafkan saja oleh Rafanza. Tapi dia sedang tak ingin berinteraksi bahkan bertemu dengan Rafanza.


Saat jam makan siang Rafanza memutuskan untuk makan di kantin. Ia mengambil makanan diikuti oleh Ajib dan Budi. Mereka duduk di Meja lainnya mencari keberadaan Oceana.


"Bukannya Lo nyuruh dia ke bagian Manajemen Etika." Ajib menyuap makanan ke mulutnya.


"Eh iya ya," Rafanza belum menyentuh makanan di nampannya.


"Nggak profesional banget Lo Rafa, masalah pribadi pakai bawa-bawa ke Perusahaan" Ajib mengkritik secara langsung.


"Asalkan dia jelasin apa yang terjadi, gue nggak akan ngelakuin itu juga kali" ujar Rafanza.


Oceana, dan Agatha tidak kebagian yoghurt karena terlambat datang. Kemungkinan beberapa karyawan mengambil yoghurt lebih dari 2. Mereka bergabung ke Meja dimana David dan lainnya duduk.

__ADS_1


Malika bergeser "Gimana Sean?"


"Permintaan maaf" bisik Oceana.


Malika menyayangkan Oceana tak mendapat yogurt. Padahal hari ini pemasok Yoghurt untuk produk Perusahaan sedang uji coba rasa baru mix keju.


Tirta memberikan Yogurt miliknya pada Oceana "Ini buat kamu saja, aku tidak terlalu suka Yoghurt"


"Aku juga mau Yoghurt nya Tirta" ujar Agatha berniat mengambil Yoghurt tersebut.


"Tirta ngasih buat Sean tahu!" Malika menatap Agatha sinis.


"Lagipula Tirta nggak pernah nyebut nama Oceana tuh"


Rafanza memanfaatkan situasi yang ada. Ia berjalan dan meletakkan yoghurt tersebut ke nampan di depan Oceana.


Namun siapa sangka Oceana justru mengambil milik Tirta. Agatha juga memegang Yoghurt tersebut sehingga mereka berebut.


Rafanza mengambil kembali Yoghurt yang ia letakkan. Lalu menyuruh Ajib dan David membereskan nampan miliknya dan Oceana.


Rafanza menarik tangan Oceana. Karyawan lainnya tercengang melihat mereka.


Tapi Rafanza hanya diam saja. Tak peduli dengan pandangan orang lain.


Mereka menaiki lift ke atap. Rafanza berjalan terus tanpa melepaskan tangan Oceana. Mereka masuk ke sudut favorit tempat nongkrong Rafanza, Ajib dan David.


"Sean, kenapa kamu menghindari aku. Lalu Yoghurt tadi. Kenapa kamu lebih memilih rebutan milik Tirta dibanding ngambil yang aku kasih?"


"Cuma Yoghurt yang Kak Rafa tanya?"


"Aku nanya kamu balik nanya Sean. Bukan hanya Yoghurt, tapi semalam kamu mengabaikan pesan aku, kamu tahu nggak aku nungguin sampai ketiduran. Tapi sampai pagi pun kamu tak membalas dan pergi diantar Bagas juga tanpa memberitahuku"


"Kak Rafa nggak nanya, apa yang salah dari Kak Rafa?"


Pertanyaan lagi. Kamu malah nanyain pertanyaan lagi Sean.


"Aku lakuin apa, semua selalu aku lakuin buat kamu. Bahkan Yoghurt ini aku ambil buat kamu" Rafanza menyodorkan Yoghurt yang ia ambil dari sakunya.


"Kok Yoghurt lagi sih" Oceana mengambil Yoghurt tersebut dan menghabiskannya.


"Apa aku membuat kesalahan?. Sean apa pesan yang aku kirim ada yang Typo?" Rafanza mengeluarkan ponselnya.

__ADS_1


Oceana memasukkan ponsel Rafanza kembali. "Pikirkan tentang semalam kak Rafa!"


Apa Oceana tidak senang dengan kedatangan keluarga aku?.


"Apa kamu nggak suka keluarga aku datang. Atau keluarga kamu minta kita putus setelah pertemuan semalam Sean?" Rafanza menurunkan suaranya.


"Kok Rafa mikirnya gitu sih. Kayaknya kita harus terus terang saja. Kenapa kak Rafa nggak bilang kalau keluarganya Ratu datang dan berniat menjodohkan Kak Rafa sama Ratu?" Oceana menatap kedua mata Rafanza.


"Bukannya Papa aku sudah menjelaskan semuanya. dan aku juga hanya mengenal kamu saja" Rafanza menceritakan dengan detail dan bagaimana Tuan Bayu kecewa dan pergi.


"Jadi Kak Rafa bisa dibilang nolak langsung?"


"Tentu saja, Aku tidak menyukai Ratu meskipun ia wanita idaman semua pria. Karena Tipe idaman khusus untuk Rafanza adalah Oceana. yang menarik hati aku cuma kamu" Rafanza mengelus kepala Oceana lembut.


Oceana tersenyum mendengar ucapan yang ia dengar dari mulut Rafanza. Memang alasan Rafanza tidak membicarakan hal tersebut karena mereka belum resmi pacaran waktu itu.


"Maafin aku Kak Rafa. Aku pikir Kak Rafa nggak jujur sama aku. Makanya aku kesal tahu hal itu dari Om Kusuma" Oceana menundukkan wajahnya.


Rafanza menyentuh dagu Oceana. Menaikkan wajah gadis yang disukainya "Jangan menunduk, kamu terlihat imut dengan kepercayaan diri yang kamu miliki"


Rafanza mendekat ke wajah Oceana. Membuat gadis itu berfikir Rafanza mungkin akan menciumnya. Sehingga Oceana menggenggam jemarinya dan menutup matanya.


"Mengapa kamu menutup mata Sean?"


Pertanyaan Rafanza membuat Oceana membuka matanya kembali. Ia malu, menggigit bibir bawahnya, pasti karena keseringan nonton Drama Korea, pikirnya. Wajah Oceana memerah ia bahkan tak mau berbicara.


Oceana melepaskan tangan Rafanza dari dagunya. Bikin orang salah paham saja.


Rafanza tersenyum berusaha menahan diri" Aku akan berusaha menepati keinginan kamu. Kita akan melakukan hal ini ketika sudah menikah" Rafanza menyentuh lembut Bibir Oceana dengan jari telunjuknya.


Rafanza mencium kening Oceana.


"Kalau cium kening boleh kan ya?" tanya Rafanza pelan.


Oceana mengangguk, senyumnya merekah. "Kan udah Kak Rafa lakuin"


Setelah mereka meluruskan kesalahpahaman mereka. Oceana bertanya mengenai Permintaan maaf manajemen Etika.


Tak diduga Oceana tetap harus menulis permintaan maaf tersebut. Bagaimana juga, karyawan Tim Pemasaran 2 mendengar sendiri juga Wanita Diktator Etika yang diberi perintah. Namun Rafanza janji tak akan menolak permintaan maaf dari Oceana. Oceana kembali ke kantornya dengan wajah ceria.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2