Miss Cute And Her Sunshine

Miss Cute And Her Sunshine
Rafanza dan Kesimpulannya


__ADS_3

David masuk ke kantor Rafanza membawa file yang hampir ia robek di tengah jalan. Namun jiwa profesionalitasnya melarang untuk melakukan hal tersebut.


David menghempaskan file itu di meja. Ia segera duduk di sofa, mengambil beberapa cemilan manis untuk menenangkan gula darahnya.


"Bisa-bisanya Lo Rafa, nyuruh Ocean mukul gue. Image gue sebagai leader ternoda tahu gak"


"Lo mau gue traktir Seafood nggak?" Rafanza tidak peduli dengan ocehan David.


"Ini kepala gue yang lu pukul pakai file gimana? Kenapa alasannya apa coba?"


"Lo itu bikin Rafanza kesal David" Ajib datang dan duduk sambil mengelus kepala David.


"Maksudnya?. Apa kerjaan gue nggak bener. Atau karyawan masa percobaan yang gue pimpin yang nggak bener?"


"Karena Lo....Udah nanti aja kita bahas waktu Rafa traktir Seafood!"


"Bikin penasaran aja Lo Jib"


"Gue juga penasaran"


"Lah jadi Lo juga nggak tahu?" David menahan emosi.


"Masalah tadi gue tahu, masalah lainnya belom"


"Gimana sih Jib...m" David disodorkan makanan oleh Ajib agar berhenti bertanya.


...************...


Saat jam makan siang David tidak nongol seperti biasanya. Menurut informasi dari Jagad, David ingin pergi makan bersama Rafanza dan Ajib.


Betapa terkejutnya David traktiran itu adalah untuk mengawali aksi dari Rafanza. Rupanya Rafanza meminta 5 lelaki kemarin meminta maaf dan harus tulus serta di rekam.


Ancaman yang diberikan adalah Agar pekerjaan mereka bertahan. Mereka dapat pekerjaan karena Koneksi Ajib, meskipun hanya posisi biasa. Tentunya untuk orang-orang seperti mereka hal itu sangatlah langka.


Sampai saat kembali ke kantornya saat karyawan masa percobaan sudah pulang. David masih tak habis pikir. Kekesalan Rafanza adalah karena ia menyuruh Oceana dan Tirta berduaan ke gudang.

__ADS_1


yang lebih mengejutkan lagi adalah David mengira Rafanza tertarik pada Ratu. Namun menurut Ajib justru pada Oceana.


"Kenapa bisa Rafa?"


Mengingat kembali bahwa Rafanza hanya bingung setelah tahu bahwa Oceana pernah menyukainya.


"Ini Feel David, Lo jomblo mana ngerti" Ajib kembali menemani David yang tak percaya. Sembari meyakinkannya David manggut-manggut.


"Rafanza yang suci dan tidak tertarik wanita ternyata punya seseorang" David berdiri.


"Gue masih mencoba buat yakinin diri gue. Tapi waktu lihat Sean sama laki-laki lain tertawa. Gak tahu aja kesal gue naik ke ubun-ubun" Rafanza santai


...**********...


Oceana baru membuka video kiriman Rafanza ketika mau tidur. Iya merasa lega namun tetap tak paham mengapa Rafanza melakukan hal itu untuknya.


Belum lagi Bagas yang udah terlanjur bilang mengenai ia yang pernah menyukai Rafanza. Oceana akhirnya memutuskan untuk meminta maaf atas perasaannya.


Itu adalah pilihan terbaik, Rafanza mungkin merasa tak nyaman dengan fakta tersebut. Mereka hanyalah atasan dan bawahan, apapun perintah Rafanza selama hal itu berkaitan dengan pekerjaan akan ia terima.


Berkebalikan dengan Oceana, Rafanza justru merasa kesal karena hal tersebut. Saatnya konsultasi dengan dua sahabatnya.


"Iya, apa kita akan meeting mendadak pak" Jiwa profesional Ajib langsung keluar.


"Gue mau konsultasi" Rafanza mengeluarkan tampang serius.


Suasana berubah drastis, denting jm dinding yang berdetak. Semilir udara malam yang terpaku di dalam ruangan. Serta hal yang akan mereka dengar. Ketegangan menyeruak menampakkan wajah-wajah serius 3 lelaki yang kini bersatu di ruang rapat online aplikasi.


"Menurut kalian kenapa cewek minta maaf karena pernah suka sama cowok?"


"Lo cuma mau nanyain itu Rafa" David ingin sekali menekan tombol leave untuk keluar.


"Gue pikir urusan kerjaan, udah siap-siap mau nyatet juga" Ajib malahan ingin beralasan bahwa sinyalnya jelek atau lampu mati saja agar ia bisa terhindar dari obrolan tersebut.


"Kalian bisa gue turunin gaji ya" Ancaman Rafanza langsung ke gaji.

__ADS_1


"Lanjut aja Rafa, gue lagi nyantai kok" ujar David.


"Gue juga belum ada rencana mau tidur kok Rafa" Ajib ikut-ikutan.


"Jadi gimana?" Rafanza mendesak.


Menurut David yang sama sekali juga belum ada pengalaman berkencan. Baginya hal itu berarti si cowok sudah tak menarik bagi si cewek. Bisa jadi aja si cewek lebih suka type yang lainnya. Dia merasa bersalah karena pernah suka sama si cowok ini yang ternyata gak sesuai sama penglihatannya, si cowok ini jelek.


"Lo mah Mandang fisik Mulu David" tegur Ajib.


Sedangkan menurut Ajib, ia sudah menebak bahwa yang dibicarakan Rafanza adalah Oceana. Bisa jadi Oceana memang sudah tidak menyukai si cowok jadi dia tak mau membebani si cowok setelah tahu hal itu. Atau karena Oceana adalah bawahan, ia takut Rafanza tidak senang dan berencana mengusiknya sebagai Bos. Jadi ia berinisiatif untuk memperjelas bahwa itu hanyalah masa lalu.


"Gue justru mikir semua pendapat kalian bisa jadi berkemungkinan benar tahu nggak" Rafanza menggaruk kepalanya.


Tak pernah ia bingung seperti saat ini dengan seorang gadis. Apalagi hal itu hanyalah perasaan dari seorang gadis SMA bertahun-tahun yang lalu.


Rafanza mematikan ponselnya. Meninggalkan dua kawannya yang menahan diri untuk tidak marah.


Flashback on.


Saat teman-temannya menyuruh junior mereka di organisasi memilih antara Oceana dan seorang gadis lainnya. Rafanza melihat ekspresi wajah Oceana yang tertunduk.


Bahkan setelah junior laki -laki itu mengikuti saran teman-temannya agar memilih gadis lainnya. Rafanza hanya melihat Oceana.


Hingga ia mendekati meja Oceana. Tak mungkin ia duduk di samping gadis yang sakit hati karena tidak terpilih. Anggota organisasi bahkan hanya sedikit, jika gadis ini mengundurkan diri karena tersinggung. Anggota organisasi mereka mungkin akan makin minus.


Rafanza mendekat ke pintu sambil bertanya apakah Oceana telah selesai. Masih ia ingat bahwa Oceana menatapinya sambil berkata bahwa hanya mampu membuat judul.


Rafanza melihat profil semua junior dan melihat tanggal lahir mereka. Sehingga ia memperkenalkan diri serta tanggal lahir agar juniornya tetap menghormati meskipun ada yang lebih tua darinya.


Namun sayangnya Oceana tak pernah hadir lagi. Rafanza hanya melihat Oceana sekilas saat tak sengaja berpapasan di kantin atau saat upacara dan acara besar di SMA mereka.


Flashback off...


Aku bilang kayak gitu apa karena Oceana. Karena aku tahu kalau Oceana lebih tua 1 tahun dari aku. aku mau dianggap senior oleh Oceana?. Tapi kan ada beberapa junior lainnya yang seusia Oceana. Cuma satu tahun kok. Tapi kenapa aku paling gak senang kalo orang lain membedakan lewat fisik. Apa alasannya memang Oceana.

__ADS_1


Rafanza berkutat dan saling berdebat dengan pikirannya sendiri. Mungkin ia sebenarnya juga sudah tertarik dengan Oceana saat itu. Ia merasa Oceana tak hadir karena insecure. Sehingga ia tak bergeming bahkan ketika gadis cantik mengakui perasaan untuknya. Apa ia memang menunggu kehadiran Oceana. Ia begitu bersemangat dan melupakan masalah ke luar negeri karena ingin Oceana berada di dekatnya. Di dalam pengawasannya.


Bersambung....


__ADS_2