Miss Cute And Her Sunshine

Miss Cute And Her Sunshine
Hanya Aku yang Jatuh Cinta


__ADS_3

Perusahaan sibuk sejak pagi dengan kabar bocornya metode promosi dari Tim Pemasaran 2 atas nama Oceana. Sebelumnya Oceana hanya diminta Rafanza agar tidak terpengaruh, mungkinkah ini yang dimaksudkan olehnya, bahwa Rafanza akan mengurus semuanya.


Oceana mendapati kabar bahwa ia akan diberhentikan sementara sampai masalah tersebut diselidiki lebih jauh oleh otoritas Perusahaan. Oceana yang tidak terima mendatangi ruangan Rafanza meskipun semua orang dan penjuru membicarakannya.


“Maksudnya apa kak Rafa” Oceana mengangkat kertas pemberhentiannya.


“Sean, nanti kita bahas ya!”


“Kenapa aku harus diberhentikan sebelum semuanya jelas Kak Rafa?”


Rafanza berdiri dari mejanya dan meminta semua yang ada di ruangan termasuk Ajib dan Budi serta beberapa manajer Tim terkait pergi.


Rafanza mendekat “Sean aku ngelakuin ini semua juga demi kamu”


“Kalau aku berhenti, artinya aku memang pelaku dan semuanya selesai hanya karena aku ada hubungan sama Kak Rafa”


“Bukan begitu Sean, aku hanya ingin kamu tidak menghadapi banyak cacian orang”


“Aku harus menghadapinya karena bukan pelaku. Kalau aku Kak Rafa minta pergi artinya Kak Rafa ikut mencurigai dan bahkan membenarkan hal itu”


Rafanza menyentuh bahu Oceana lembut. “Tapi kamu memang dicurigai Sean, bahkan ada bukti yakni saksi dari Perusahaan yang menerima file atas nama kamu. Ini masalah serius yang direncanakan Sean, Kamu juga sebelumnya jadi sasaran karena Papa kamu dipecat, aku juga nggak tahu akan secepat ini dia beralih pada kamu.” Rafanza menyentuh tengkuknya sendiri karena baru semalam tahu hal itu dari Nyonya Ideth.


“Apa ini sudah Kak Rafa perkirakan, apa ini ada kaitan sama Ratu?.”


“Kamu tahu, takutnya kamu menghindar lagi dan terluka sendirian lagi sean”


“Darimana Kak Rafa tau masalah Papa dipecat"


"Dari Mamanya Ratu"


"Kak Rafa ketemu Mamanya Ratu"


"Aku baru semalam bertemu dengannya. Dia minta tolong agar masalah ini tidak semakin runyam. Jadi aku mohon beri aku waktu Sean. Beri aku waktu untuk membantu kamu agar tidak terluka dan menderita sendirian lagi"


"Apa maksud Kak Rafa Aku terluka sendirian lagi”


" masalah dipecatnya Pak Bambang."


"Itu pilihan Papa, itu demi aku"


"Tapi aku ada di dalam ancaman Tuan Bayu"


Andai saja dia tidak diharapkan sebagai bagian dari menantu yang sempurna bagi kebutuhan dan ambisi kejam Tuan Bayu. Pasti semua hal menyakitkan itu tidak akan dihadapi Oceana dan keluarganya.


“Tapi aku dan keluargaku bisa mengatasinya sendiri Kak Rafa. Buktinya saja Papa nggak harus kelelahan lagi kerja dengan gaji pas-pasan. Bagas bantu juga biar Papa bisa usaha di toko kita saja. Selalu ada jalan menghadapinya Kak Rafa”

__ADS_1


“Mau sampai kapan Sean, samai kamu dan keluarga kamu hancur. Aku tidak mau lagi kamu seegois itu menyelesaikannya sendiri seolah aku nggak ada d hidup kamu.” Rafanza memilih kata-kata yang bisa disalah artikan.


“Jadi aku egois karena ingin menghadapi itu sendiri padahal aku hanya ingin Kak Rafa tidak merasa dimanfaatkan”


“Bukan begitu Sean, aku justru senang kok malahan dimanfaatkan oleh kamu. Orang yang aku cintai"


“Aku juga mau mengatasi masalahku sendiri Kak Rafa, ngak perlu ikut melibatkan Kak Rafa. Aku bisa menderita melewati berbagai hal sendirian, dengan cara aku sendiri. Setelah selesai, baru kita bisa”


Rafanza memotong ucapan Oceana. “Lalu kita bisa bahagia bersama, begitu Sean?”


Oceana mengangguk. Memang itulah prinsip yang menurutnya benar. Biar ia saja yang menderita, orang yang dicintainya tidak harus terlibat karena ia tidak mau orang yang dicintainya ikut terluka.


“Tapi aku ingin menjadi bagian dari keduanya untuk kamu Sean, aku nggak mau hanya ada di saat bahagia kamu saja. aku juga mau kamu berbagi tentang apa yang yang membuat kamu sulit. Karena aku mencintai kamu”


“Kak Rafa, aku"


Oceana tampaknya masih kekeuh dengan pemikirannya. Sedari tadi bahasan mereka selalu mementingkan pemikiran dari masing-masing. Rafanza ingin Oceana ikut melibatkannya, sementara Oceana hanya ingin melewati itu sendiri.


“Sebelum kamu lanjutlkan, aku mau dengar sekali saja kamu ucapkan hal yang sama!” Rafanza menarik nafasnya panjang “Bahwa kamu juga mencintaiku.”


“Selama ini dengan apa yang sudah kita lewati, apa kak Rafa masih mau mendengarnya? Aku bahkan ngajak Kak Rafa nikah”


“Apa susahnya Sean, dibanding mengajak nikah apa pernah kamu menyukaiku juga Sean?”


“Kamu terus mengelak Sean, mungkin dugaan aku selama ini benar”


“Dugaan apa Kak Rafa?”


“Dugaan kalau dalam hubungan kita, hanya aku yang jatuh cinta hanya aku.”


“Kaka Rafa”


“Sean,” Rafanza mengangkat tangannya tidak berniat mendengar penjelasan Oceana.


“ Mungkin memang sebaiknya kita...”


Oceana menunduk, air matanya bersiap tumbah, mungkinkah ini akhir dari hubungan mereka. Setelah melewati maa yang sulit apakah akhirnya mereka ditakdirkan berpisah.


“Aku paham apa yang mau kak Rafa bilang, kita sepertinya sudah tidak sejalan kan. Aku tahu kok”


Bahkan meskipun Oceana sudah dekat di pintu, Rafanza tidak mencoba menahan tangannya. Rafanza mungkin benar-benar sudah kecewa dengannya. Memang sedari awal sudah salah bahwa Rafanza menyukainya, Rafanza mungkin hanya tertarik sebentar atau kasihan dengan perasaannya yang bertepuk sebelah tangan ketika SMA dahulu.


Oceana keluar ruangan tersebut meninggalkan Rafanza yang terduduk di sofa setelah menjatuhkan semua barang di mejanya. Mengapa pilihan yang ia buat justru menjadi pilihan yang sulit, padahal ia hanya ingin menyelamatkan Oceana dari situasi merugikan apapun.


“Rafa, kejar dia!” Ajib menarik sahabatnya itu agar berdiri.

__ADS_1


"Biar dia pergi atau dia akan tetap ingin berada di Perusahaan Jib, gue takut dia jadi bulan-bulanan karyawan lainnya"


Ajib menepuk pundak sahabatnya itu.


“Gue bener-bener mau hancurin Ratu dan Tuan Bayu itu Jib’


“Jangan, Lo masih butuh banyak bukti. Lagipula Lo juga tahu Ratu nggak sepenuhnya”


"Jangan bela siapapun Jib. gue..." Rafanza menutup wajahnya.


"Rafa" Ajib melihat sahabatnya lekat memastikan.


“Sean..” Rafanza menangis, kali ini profesionaliasnya luntur karena apa yang barusaja terjadi.


"Rafa Lo tenangin diri dulu mendingan deh” David prihatin dengan sahabatnya itu.


Bukan cuma Ajib yang bisa nangis gara-gara seorang Gadis. Rafanza yang ia kenal sangat profesional pun juga bisa meneteskan air mata.


Setelah mengusap pipinya Rafanza meremas jemarinya hingga berbunyi. “Mana gadis itu, “ tanya Rafanza berapi-api.


“Dia nggak hadir, kebetulan ambil cuti, ilmunya tinggi banget coba menghindar dengan cara itu”


“David Lo tahu darimana” Ajib kebingunan mengapa David pelakunya adalah Ratu.


David curiga sejak Ratu meminta Agatha mengaku sendiri atas proposal pertama meeka yang menghadiahkan rewrd pada Ocenana. Ajib mengangguk-angguk, rupanya dia yang sangat peka lebih lamban tahu tentang masalah tersebut dibanding David yang tidak peka.


"Tapi dia Depresi David. Makanya dengar juga apa yang terjadi semalam. Janga. malah mengompori Rafa"


"Apa yang terjadi emangnya?"


.....


Sean berusaha untuk terlhat baik-baik saja...Tetapi Bu Omai tahu, dari bayangan putrinya saja ia bisa tahu bahwa Oceana sedang tidak baik-baik saja.


“Maa... Kak Rafa, dan aku” Oceana menangis di pelukan Mamanya.


“Kenapa,”


Pak Bambang meremas surat pemberhentian sementara yang ia kira gara-gara Rafanza


Ia ingin sekali pergi menemui Rafanza dan menagih janji bahwa laki-laki itu akan menjaga putrinya. Mengapa tega sekali melakukan hal itu terhadap putrinya meskipun tidak mendengar cerita secara keseluruhan.


Oceana melarang Pak Bambang, ia yang salah karena tidak mengerti apa yang dirasakan Rafanza. Ia yang seharusnya bilang dengan gamblang apa yang ia rasa namun terus berpikir itu tidak terlalu penting. Oceana memilih untuk menenangkan diri sendiri dahulu. Mungkin ia sedang terlalu emosi karena dijebak melakukan kejahatan pada Perusahaan.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2