Misteri Putri Quan Ling {Reinkarnasi Dewi Surgawi}

Misteri Putri Quan Ling {Reinkarnasi Dewi Surgawi}
Mendapatkan raga suci


__ADS_3

"Kita harus menyelamatkan batu permata kristal putih, demi keselamatan seluruh alam semesta." Dewa Brahmana memandang batu permata kristal putih yang berada di dalam genggamannya.


"Siapakah diantara kalian yang bersedia untuk melakukan pengorbanan besar dan pergi dari alam kahyangan dengan membawa batu permata kristal putih di jiwa kalian?" tanya dewa Brahmana menatap para dewa dan dewi satu persatu.


Namun, tidak seorangpun diantara mereka yang bersedia. Semua para dewa dan dewi hanya terdiam.


"Aku bersedia." seorang dewi yang cantik jelita membuka suara dan maju mendekat ke arah dewa Brahmana, meninggalkan para dewa dan dewi dibelakangnya.


"Dewi Saraswati, sudahkah kau pikirkan dengan matang? Misi ini akan membuatmu kehilangan banyak memori akan jati dirimu yang sebenarnya, dan kau juga tidak bisa mengendalikan kekuatan besar yang ada pada dirimu, maka untuk dapat menggunakan semua kekuatanmu, kau harus banyak berlatih secara tekun layaknya seorang manusia, karena kau akan diturunkan ke bumi dalam wujud seorang bayi manusia dan membawa batu permata kristal putih bersamamu," ucap dewa Brahmana menjelaskan bahwa mudi ini tidak main-main.


"Ya, aku siap dengan segala resikonya dewa Brahmana," jawab dewi Saraswati dengan bersungguh-sungguh.


"Dengan adanya batu permata kristal putih yang bersemayam di dalam tubuhmu maka nanti akan ada banyak orang yang akan mengintaimu untuk mendapatkan batu permata kristal putih." Dewa Brahmana.


"Ya, aku siap."


"Setelah menjadi manusia kau tidak bisa lagi menjadi seorang dewi, kau akan merasakan sakit dan mati seperti manusia pada umumnya, hanya setelah kematian kau akan bisa menjadi seorang dewi kembali, namun, kematian yang dikarenakan kehendak dewa bukan karena kehendakmu."


"Aku juga siap, menerima resiko apapun nanti yang akan terjadi kepadaku."


"Baiklah, aku akan turunkan kau ke bumi dengan membawa batu permata kristal putih ini, dan kau harus menjaganya dengan sebaik-baiknya, jika sampai batu permata kristal putih ini jatuh ketangan orang yang salah, maka nyawamu yang akan menjadi taruhannya, apa kau benar-benar siap?"


"Ya, aku siap dan akan selalu siap."


Dewa Brahmana mentransfer batu permata kristal putih kedalam tubuh dewi Saraswati yang dalam sekejap berubah menjadi sebuah cahaya dengan bias putih di sekitarnya.


Dewi Saraswati memejamkan kedua matanya dan raganya perlahan melebur dan menjadi sebuah bulatan putih yang langsung melesat turun ke bumi tanpa sepengetahuan raja Fan kris Wu, yang menjadi sangat marah karena merasa dipermainkan oleh para dewa.


Raja Fan kris Wu meninggalkan alam kahyangan dan berniat mengejar batu permata kristal putih yang dibawa oleh dewi Saraswati.

__ADS_1


Namun, raja Fan kris Wu kehilangan jejak dan tidak bisa menemukan keberadaan dewi Saraswati meskipun ia terlahir ke bumi dengan melalui rahim ratu Yun Lie, dan menjadi putri mahkota di kerajaan Huachayyan.


"Maka dari itu, kau harus berlatih dari kitab ini untuk mengendalikan kembali kekuatanmu dan menggunakannya di saat terdesak." dewa Brahmana menyerahkan sebuah kitab kuno kepada putri Quan Ling.


"Terimakasih banyak dewa Brahmana, seluruh kebaikan kalian tidak akan pernah aku lupakan." putri Quan Ling menerima kitab kuno itu lalu meletakkannya di dalam kantong jubahnya. Namun, anehnya kitab kuno itu menjadi tak kasat mata.


"Tapi ingat, kekuatan energi besar yang kami berikan kepadamu, akan merubah suhu tubuhmu di bumi lima puluh derajat celcius, dan suhu ini akan membekukan tubuhmu, dan untuk mengatasi situasi ini maka kau harus mendapatkan pelukan cinta yang tulus dari seseorang yang akan menjadi jodohmu di bumi."


"Dan, apabila tidak maka tubuhmu akan membeku selamanya."


"Dimana aku bisa bertemu dengan jodohku?" tanya putri Quan Ling dengan sangat kebingungan.


"Dia ada disekitarmu,"


Putri Quan Ling terdiam, meskipun jauh di dalam hatinya ia masih sangat bingung. Namun, ia mencoba untuk menekan rasa itu dan berusaha untuk tetap rileks.


Putri Quan Ling menganggukkan kepala lalu memberikan penghormatan kepada para dewa dan dewi yang dengan berat hati melepaskan kepergian putri Quan Ling.


Sama seperti sebelumnya Dewanagari membawa putri Quan Ling menuju bumi dan kembali meletakkan tubuh putri Quan Ling diatas batu besar, dan menjentikkan jarinya kembali untuk mengembalikan putaran waktu yang sempat terhenti sebelumnya. Kemudian ia melesat pergi naik ke alam kahyangan.


Pangeran Zhou Yhan yang kembali tersadar setelah setelah perputaran waktu kembali normal seperti semula, sontak terkejut ketika putri Quan Ling telah membuka kedua matanya.


Dengan cepat pangeran Zhou Yhan menutupi sebagian wajahnya dengan menggunakan sebuah topeng yang menutupi kedua matanya.


"Ah," desah putri Quan Ling dengan tubuh gemetar.


Saat ini ia tengah merasakan sejujurnya tubuhnya dingin seperti membeku.


"A-ada orang disana? Cepat tolong aku!" teriak putri Quan Ling dengan suara tersendat menahan hawa dingin yang berasal dari dalam tubuhnya.

__ADS_1


Putri Quan Ling merasa adanya pergerakan udara tidak jauh dari dirinya. Sebuah pergerakan yang ditimbulkan oleh pangeran Zhou Yhan yang mulai mendekati putri Quan Ling.


"Bagaimana keadaanmu?" tanya pangeran Zhou Yhan ketika telah berada disisi putri Quan Ling.


Putri Quan Ling menoleh ke arah pangeran Zhou Yhan yang telah bertopeng, membuat putri Quan Ling tidak mengenali wajahnya.


"A-apakah kau yang telah menyelamatkan diriku?" tanya putri Quan Ling dengan suara yang bergetar karena menahan hawa dingin dari dalam tubuhnya.


Pangeran Zhou Yhan menganggukkan kepala.


"A-apakah kau yang bernama Kim Yung?"


"Ya," jawab pangeran Zhou Yhan dengan singkat.


"Te-terima kasih banyak kau telah menyelamatkan diriku, tanpa pertolongan darimu aku pasti telah mati," ucap putri Quan Ling dengan sebuah senyuman di bibir indahnya, senyuman yang mampu membuat pangeran Zhou Yhan terpana. Namun, itu hanya sekilas karena pangeran Zhou Yhan merasa heran dengan perubahan tubuh putri Quan Ling yang tiba-tiba saja membeku, hanya sekitar wajahnya yang terlihat normal.


"Kau kenapa? Apa sebenarnya yang terjadi padamu?"


"Di-dingin, aku kedinginan." seluruh tubuh putri Quan Ling gemetar hebat hingga bibirnya pun ikut bergetar.


Mendengar jawaban putri Quan Ling, sontak pangeran Zhou Yhan membuka pakaiannya dan menyelimuti bagian atas tubuh putri Quan Ling.


"Apakah sudah lebih baik?" tanya pangeran Zhou Yhan menatap sekujur tubuh putri Quan Ling yang masih gemetar.


"Ma-masih dingin, tolong lakukan sesuatu padaku, aku tidak sanggup lagi menahannya," erang putri Quan Ling dengan bibir yang mulai memucat kembali.


Warna merah merona perlahan memudar dari bibirnya berganti pucat kebiruan. Pertanda ia benar-benar merasa tersiksa dengan perhelatan melawan hawa dingin di dalam tubuhnya.


Pangeran Zhou Yhan yang selama hidupnya tidak pernah menyentuh wanita manapun bahkan dengan Ibunya sendiri ia tidak pernah menyentuhnya, karena semenjak dilahirkan pangeran Zhou Yhan selalu bersama dengan Ayahnya, raja Fan kris Wu. Pangeran Zhou Yhan merasa bingung apa yang harus dilakukannya untuk menolong putri Quan Ling.

__ADS_1


__ADS_2