Misteri Putri Quan Ling {Reinkarnasi Dewi Surgawi}

Misteri Putri Quan Ling {Reinkarnasi Dewi Surgawi}
Penyamaran putri Quan Ling


__ADS_3

Setelah kematian raja Shan Hua di Kerajaan King Huan telah menyebar desas-desus siapa yang akan menjadi pemimpin menggantikan raja Shan Hua.


Paman Yan Bei adalah orang yang telah dipilih oleh rakyatnya untuk menjadi pemimpin mereka, keputusan itu mereka ambil dari keseharian paman Yan Bei yang baik, berbudi pekerti luhur dan merakyat. Sama persis seperti mendiang raja Shan Hua.


Dengan begitu, mereka yakin jika paman Yan Bei yang menggantikan tahta kerajaan pastilah kemakmuran kerajaan King Huan akan tetap terjaga.


Pada saat itu di dalam sebuah pertemuan antara petinggi istana dan paman Yan Bei serta ratu Yun Lie pun ikut serta di dalamnya. Mereka membahas siapa yang akan menjadi pemimpin selanjutnya?


"Adikku, Yan Bei! Terimalah permintaan para rakyat, mereka telah menetapkan hati untuk memilihmu menjadi pemimpin mereka," ucap ratu Yun Lie setelah mendengar penuturan menteri istana.


"Tidak, Kakak! Aku tidak memiliki hak atas semua itu, karena pewaris tahta yang sesungguhnya adalah putri Quan Ling dan hanya dia yang bisa memutuskan, bukan aku!" sahut paman Yan Bei dengan tegas.


Memang, selama ini paman Yan Bei tidak pernah menginginkan untuk menjadi seorang penguasa. Ia mengabdikan dirinya dengan tulus tanpa mengharapkan sesuatu apapun.

__ADS_1


"Apa yang dikatakan oleh suamiku itu adalah benar kakak ipar, tidak seharusnya kami mengambil hak putrimu." Bibi Zhenzhi mendukung keputusan suaminya.


"Tapi, kami sebagai rakyat membutuhkan seorang pemimpin agar wilayah ini tetap aman dan tentram," celetuk perdana menteri mewakili suara rakyatnya.


"Adikku, apa yang dikatakan perdana menteri itu benar, kerajaan ini membutuhkan pemimpin secepatnya agar wilayah kita tidak dikuasai oleh kerajaan lain, aku takut akan berdampak buruk bagi kita semua." Ratu Yun Lie memohon.


Paman Yan Bei menghela nafas berat, lalu berkata, "Kalau begitu, aku akan menemui putri Quan Ling terlebih dahulu dan meminta jawaban darinya."


"Tapi, apakah kau yakin putriku itu ada di dalam istana kerajaan Shengshi? Setelah apa yang aku dengar tempo hari, aku ragu." Ratu Yun Lie menatap paman Yan Bei.


"Ya, maksudku jika putri ku masih berada di dalam istana itu, seharusnya dia menuntut balas akan kematian Ayahnya yang dibunuh dengan keji oleh Pangeran Zhou Yhan."


"Maaf, Yang mulia ratu, Zhou Yhan bukan lagi seorang pangeran, saat ini dia telah menduduki singgasana dan menjadi seorang penguasa, Saya juga mendengar bahwa tuan putri Quan Ling juga telah diangkat menjadi ratu utama di sana," ujar perdana menteri.

__ADS_1


"Oh, benarkah?"


"Ya, Kakak. Mungkin itu yang menjadi alasan mengapa putri Quan Ling tidak datang kemari, mungkin dia sedang merencanakan sesuatu yang tidak kita ketahui." Paman Yan Bei menduga.


"Baiklah, jika memang seperti itu, semoga para dewa melindunginya dari kejahatan orang-orang di istana itu." Ratu Yun Lie memejamkan matanya, menahan betapa ia merasa berat menerima kenyataan putri Quan Ling harus menjadi ratu di kerajaan Shengshi yang tidak beradab itu.


>>>>>>>>>>>


Suasana malam cukup sunyi, yang terdengar hanyalah suara hembusan angin semilir dan suara dengkuran para manusia yang terlena terbuai di alam mimpi.


Putri Quan Ling yang telah berganti pakaian dengan pakaian seorang pelayan, memulai aksinya dengan membawa sebuah minuman di tangannya.


Seperti malam biasanya, raja Zhou Yhan telah siap menunggu kedatangan pelayannya yang akan memberikan pijatan relaksasi untuk nya hingga tertidur. Tetapi ia tidak tahu jika malam ini justru sangat ratu utama lah yang akan memberikan pijatan relaksasi.

__ADS_1


Rupanya penyamaran putri Quan Ling berjalan mulus, buktinya tidak seorang pun dari penjaga kamar raja Zhou Yhan yang mengenali dirinya hingga berhasil memasuki kalmar itu dengan sangat mudah.


__ADS_2