Misteri Putri Quan Ling {Reinkarnasi Dewi Surgawi}

Misteri Putri Quan Ling {Reinkarnasi Dewi Surgawi}
Kematian raja Fan Kris Wu


__ADS_3

"Jurus angin petir…!"


WUSH….


Karena tercengang dengan kekuatan yang dimiliki oleh pangeran Zhou Yhan, membuat raja Shan Hua tidak dapat mengelak dan serangan itu akhirnya berhasil menembus tubuhnya.


"Aaaaaakkhh!" erang raja Shan Hua sebelum tubuhnya ambruk membentur tanah.


BRUUK.


Raja Shan Hua terkapar dengan seluruh tubuh berwarna hitam karena terkena jurus angin petir milik putrinya sendiri yang di titipkan kepada pangeran Zhou Yhan.


Pangeran Zhou Yhan hanya melirik sesaat ke arah raja Shan Hua, lalu menatap nanar pada raja Qing Xio dan hendak menyerangnya.


Namun, sebenarnya raja Qing Xio tidak memiliki masalah apapun dengan raja Fan Kris Wu ataupun pangeran Zhou Yhan membuatnya berubah pikiran.


"Tunggu anak muda!" teriak raja Qing Xio dengan menjulurkan sebelah tangannya ke depan, berusaha menghentikan pangeran Zhou Yhan.


"Aku bukanlah musuhmu, aku terpaksa membantunya hanya demi membalas kebaikannya di masa lalu. Aku raja Qing Xio meminta maaf." Raja Qing Xio membungkukkan separuh tubuhnya di depan pangeran Zhou Yhan.


"Tidak raja Qing Xio! kau telah berani mengusik kami, tetap saja, nyawa harus dibalas dengan nyawa! Jurus angin petir…!"


WUSSH….


Pangeran Zhou Yhan kembali menghantamkan kekuatan jurus angin petir yang luar biasa dahsyat, akan tetapi raja Qing Xio berusaha mengelak. Ia memiringkan tubuhnya, sesekali berjongkok menghindari kekuatan jurus angin petir yang bertubi-tubi menyerangnya.


Gough Raks, si raksasa buas mengalihkan perhatiannya ke arah pangeran Zhou Yhan meninggalkan para prajurit yang telah terluka parah dan banyak diantara mereka yang telah tewas.


"Batu permata kristal putih!" Suara Gough Raks menggelegar menatap buas ke arah pangeran Zhou Yhan.


BUMM.


BUMM.

__ADS_1


BUMM.


Derap langkah Gough Raks menggetarkan bumi mendekati pangeran Zhou Yhan. Menyadari akan hal itu, pangeran Zhou Yhan segera berbalik dan menantang raksasa buas itu.


Pangeran Zhou Yhan juga mengetahui jika Gough Raks sangat menginginkan batu permata kristal putih yang kini ada pada dirinya. Ia juga teringat akan kejadian di saat raksasa itu menyerang putri Quan Ling hingga tak berdaya.


Oleh karena itu, pangeran Zhou Yhan harus berhati-hati agar dirinya tidak bernasib sama seperti putri Quan Ling waktu itu.


Melihat pangeran Zhou Yhan tidak lagi memperhatikan dirinya, raja Qing Xio segera mendekati tubuh raja Shan Hua kemudian membawanya pergi tanpa mempedulikan para prajuritnya yang telah terluka bahkan meninggal. Hanya satu yang ada di dalam benaknya, yaitu pergi menyelamatkan diri secepat mungkin agar tidak menjadi santapan malam raksasa buas itu.


"Kebetulan sekali manusia, aku sudah sangat lapar, melihatmu aku semakin bertambah lapar. Ha…." Gough Raks menggerak-gerakkan kepalanya dengan air liur yang menetes membasahi separuh tubuhnya membuat wujudnya semakin menyeramkan.


Namun, pangeran Zhou Yhan yang pemberani segera mengeluarkan batu permata kristal putih itu dan mengerahkan seluruh kekuatannya kepada Gough Raks dengan serangan yang mematikan.


"Jurus perubah wujud!"


WUSSH…


"Oh, tidak! Bagaimana mungkin dia bisa mengetahui kekuatan tersembunyi itu?" Gough Raks mulai gelisah melihat sebuah sinar berwarna putih berbias keemasan.


Sinar itu menyerang tubuh Gough Raks dan merubahnya seketika menjadi seekor tikus hitam kecil yang berkeliaran kemana-mana. Seluruh kekuatannya dilumpuhkan dan ia benar-benar menjadi seekor tikus kecil yang tak berdaya.


"Sekarang kau tidak akan memangsa manusia lagi, tapi berhati-hatilah bisa saja seekor kucing lewat dan memangsa dirimu." Pangeran Zhou Yhan tersenyum kecut seraya meninggalkan seekor tikus kecil itu.


"Oh, tidak! Pangeran Zhou Yhan, bawa aku bersamamu, aku akan menjadi abdi setiamu, aku berjanji."


Akan tetapi pangeran Zhou Yhan telah jauh melangkah meninggalkan tikus itu, ia mengedarkan pandangannya ke sekitar, berusaha mencari raja Qing Xio.


"Sial! Mereka melarikan diri!" geram pangeran Zhou Yhan mengepalkan tangannya erat-erat.


"Ayah!" Pangeran Zhou Yhan teringat akan raja Fan Kris Wu, dan segera mendekatinya.


"Ayah, bangun! Buka matamu!" Pangeran Zhou Yhan mengguncang-guncangkan tubuh raja Fan Kris Wu, tetapi tubuh itu telah kaku.

__ADS_1


"Ayah…!" teriak pangeran Zhou Yhan dengan sekuat tenaga.


Seluruh tubuhnya bergetar, tatapan matanya mengandung dendam. Nafasnya turun naik berusaha meredam segala emosi yang merasuki jiwanya.


Hati siapa yang tidak akan menaruh dendam jika satu-satunya orang yang disayangi telah tewas dengan sangat mengenaskan. Akibat serangan dari raja Shan Hua seluruh tubuh raja Fan Kris Wu terluka parah, bahkan satu matanya hilang. Ia tewas dengan keadaan mulut menganga dan sebelah matanya yang masih utuh melotot.


"Aku bersumpah! Jika raja Shan Hua tidak mati dengan serangan ku tadi, maka sampai kapanpun aku tidak akan pernah membiarkan dia hidup, suatu saat nanti aku pasti akan menemukannya!" Rahangnya yang tegas semakin mengeras.


"Pangeran, pangeran Zhou Yhan, dengarkan aku, aku bersedia menjadi abdi mu asal kau selalu membawaku bersamamu." Tikus kecil itu masih mengejar pangeran Zhou Yhan meminta belas kasihan.


"Jangan ganggu aku! Pergi!" hardik pangeran Zhou Yhan dengan penuh kemarahan membuat tikus kecil itu menjadi ketakutan.


Kemudian ia pun pergi dengan hati yang hampa serta penuh waspada kalau-kalau ada seekor kucing yang akan memangsa nya. Tikus itu terus berkeliaran melewati mayat-mayat yang bertumbangan di atas tanah dan berjalan ke arah hutan dengan penuh hati-hati.


"Jika batu permata ini mampu mengubah wujud, maka ia juga pasti mampu mengubah yang hancur menjadi utuh," gumam pangeran Zhou Yhan seorang diri.


"Batu permata, kembalikan seluruh istana dan isinya seperti semula."


Maka terpancar lah sebuah cahaya yang indah dari batu permata kristal putih itu dan membuat istana itu utuh kembali dalam sekejap mata.


Melihat hal ini, pangeran Zhou Yhan tersenyum. Kemudian ia kembali meminta pada batu permata itu untuk mengembalikan wujud Ayahnya. Maka dalam sekejap pun tubuh itu kembali utuh seperti sedia kala, tetapi tidak dengan nyawanya. Raja Fan Kris Wu tetap meninggal.


"Setidaknya Ibu tidak melihat wujudmu yang hancur, Ayah." Ia menundukkan kepala dengan segala kegundahan di dalam hatinya.


Ini duka pertama yang dirasakan oleh pangeran Zhou Yhan selama hidupnya, orang yang selama ini selalu mendukung setiap keinginan dan selalu memberi semangat di setiap langkahnya, kini telah tiada.


"Suamiku…!" pekik ratu Yang Yikhu, entah dari mana ia datang yang jelas saat itu ia telah berdiri bersama pangeran Shin Haein dan Young Vei tidak jauh dari jasad suaminya, menatap dengan penuh kesedihan.


"Ibu, mulai saat ini tidak akan ada lagi duka di hatimu karena perbuatan Ayah," ucap pangeran Shin Haein yang merasa sedikit lega untuk Ibunya, tetapi juga sedih melihat jasad Ayahnya.


"Tidak, putraku. Jangan kau katakan itu, seperti apapun dia tetap suamiku dan juga Ayahmu, darahnya mengalir didalam tubuh kalian berdua." Air mata kesedihan mengalir tak terbendung lagi.


Mendengar ucapan ratu Yang Yikhu kedua putra nya terdiam, terutama pangeran Shin Haein yang sangat mengagumi ketulusan cinta Ibunya.

__ADS_1


__ADS_2