Misteri Putri Quan Ling {Reinkarnasi Dewi Surgawi}

Misteri Putri Quan Ling {Reinkarnasi Dewi Surgawi}
Terkurung dalam dinding besi


__ADS_3

Seorang pelayan wanita yang berdiri di belakang raja Fan Kris Wu bergeser ke samping lalu melangkah menuju ke arah putri Quan Ling.


"Minumlah tuan putri," ucap pelayan itu dengan lembut seraya menyodorkan secangkir minuman.


Tanpa rasa curiga putri Quan Ling meraihnya dan menenggaknya hingga habis tak bersisa.


"Terimakasih," ucap putri Quan Ling menyerahkan kembali cangkir yang telah kosong.


"Mengapa dengan diriku? Apa yang terjadi? Minuman apa yang kalian berikan padaku, ha?" Putri Quan Ling merasakan getaran yang hebat pada dirinya, semakin lama tenaganya semakin lemah.


"Ha.. Ha.. Ha..!" Raja Fan Kris Wu tertawa melihat putri Quan Ling kehilangan kekuatannya.


"Rasakan! Kali ini kau tidak akan bisa mengalahkan diriku lagi, seluruh kekuatan mu telah dilumpuhkan. Ha… Ha… Ha…!"


"Brengsek! Dasar penipu!" Tetapi semarah apapun putri Quan Ling, itu sudah tidak berguna lagi karena seluruh kekuatannya telah berhasil dilumpuhkan dengan minuman yang diracik secara khusus oleh raja Fan Kris Wu untuk melumpuhkan seluruh kekuatan putri Quan Ling.


"Prajurit! Cepat dirikan dinding besi di sekeliling wanita ini!" Perintah Raja Fan Kris Wu kepada beberapa prajurit dan beberapa pekerja pandai besi yang telah siap dengan bahan-bahan pembuatan dinding.


Putri Quan Ling terkejut mendengar perintah dari raja Fan Kris Wu, tetapi apa boleh buat, orang-orang itu telah memulai pekerjaan mereka. Menata batu-bata di sekeliling putri Quan Ling dan melapisinya dengan campuran semen dan besi.


"Sekejam inikah kalian? Apakah kalian tidak memiliki rasa kemanusiaan?" tanya putri Quan Ling dengan menatap orang-orang itu.


Hanya dalam beberapa menit saja, dinding yang berukuran lebar satu meter yang mengelilingi putri Quan Ling, telah hampir menutupi sebagian tubuhnya. Putri Quan Ling tetap diam dan menatap raja Fan Kris Wu dengan tatapan tajam serta penuh kekecewaan.


Dari arah barat pangeran Shin Haein berlari secepat mungkin dengan berteriak agar raja Fan Kris Wu mengurungkan niatnya.

__ADS_1


"Ayah! Aku mohon jangan lakukan itu, lepaskan dia Ayah." Pangeran Shin Haein mengiba.


"Suamiku! Apa yang kau lakukan? Dia menantu kita, apa kau ingin membunuhnya?" Ratu Yan Yiku pun ikut panik melihat putri Quan Ling yang telah dikelilingi dengan dinding tembok sebatas lehernya.


Merasa tidak digubris oleh raja Fan Kris Wu, ratu Yan Yiku kembali berteriak kepada para prajurit dan para pekerja nya.


"Hentikan! Aku perintahkan kalian untuk berhenti melakukan semua itu!"


Seketika para pekerja itu menghentikan pekerjaan mereka yang sebentar lagi akan selesai.


"Apa yang kalian lakukan? Cepat selesaikan pekerjaan kalian!" Perintah raja Fan Kris Wu dengan suara lantangnya.


Para pekerja itu pun kembali melakukan pekerjaan mereka hingga sampai pada batas kepala putri Quan Ling, hanya kedua matanya saja yang masih terlihat.


Raja Fan Kris Wu mengangkat sebelah tangannya, mengisyaratkan agar para pekerjanya berhenti.


"Berikan padaku batu permata kristal putih itu, maka nyawamu aku ampuni." Raja Fan Kris Wu melanjutkan ucapannya.


"Tidak akan pernah raja Fan Kris Wu yang terhormat! Sampai aku matipun batu permata ini tidak akan pernah menjadi milikmu! Raja yang sombong!" Dengan suara yang keras putri Quan Ling menghardik raja Fan Kris Wu tanpa rasa gentar sedikitpun.


"Berani sekali kau menghinaku! Prajurit, selesaikan pekerjaan kalian. Tutupi seluruh tubuhnya dan jangan diberikan celah sedikitpun. Ini adalah hukuman bagi para pembangkang perintahku dan juga bagi yang berani mencelakai putra mahkota!"


Tepat pada saat itu dari arah yang berlawanan, pangeran Zhou Yhan sedang menatap putri Quan Ling menyaksikan hukuman yang sedang dijalani oleh istrinya. Sedikit harapan terbesit didalam hati putri Quan Ling, ia berharap pangeran Zhou Yhan akan menyelamatkan dirinya.


Namun, harapan hanyalah tinggal harapan karena sedikitpun pangeran Zhou Yhan tidak melakukan apapun untuk menyelamatkannya, tidak ada pergerakan sama sekali dari tubuh pangeran Zhou Yhan untuk menghentikan hukuman itu. Ia hanya berdiri mematung di samping putri Lin Mei.

__ADS_1


Memang, raja Fan Kris Wu sedang mencari kesempatan untuk melampiaskan dendamnya terhadap putri Quan Ling karena telah berhasil mengalahkannya dalam pertarungan itu. Ditambah lagi mendapatkan laporan dari putri Lin Mei tentang apa yang telah dilakukan oleh putri Quan Ling kepada pangeran Zhou Yhan membuatnya merasa memiliki kesempatan besar untuk menghukum putri Quan Ling.


Tanpa seucap kata pun pangeran Zhou Yhan hanya terus memandangi wajah cantik putri Quan Ling yang meneteskan air mata. Putri Quan Ling tidak bisa melawan karena seluruh kekuatan nya telah kembali dilumpuhkan oleh raja Fan Kris Wu melalui minuman yang telah diberikan kepadanya.


"Selamat tinggal suamiku, selamat tinggal pangeran Zhou Yhan," ucap Putri Quan Ling untuk yang terakhir kalinya.


"Suamiku, perintahkan mereka untuk berhenti, kalau tidak menantu kita akan kehilangan nafas didalam sana." Ratu Yan Yiku bersujud di kaki raja Fan Kris Wu dengan penuh mengiba. Rasa sayangnya terhadap putri Quan Ling membuat nya tidak rela kehilangan wanita cantik itu.


Namun, tidak ada reaksi dari raja Fan Kris Wu, malah ia semakin menikmati detik-detik dimana seluruh tubuh putri Quan Ling terkubur hidup-hidup dalam dinding tembok besi itu.


"Oh Dewa, aku mohon jangan biarkan dia tiada di dalam sana, aku mohon selamatkanlah dia," ratap ratu Yan Yiku dengan air mata berderai membasahi seluruh wajahnya.


"Prajurit, tinggalkan tempat ini! Biarkan dia menikmati detik-detik kematiannya, ha… ha… ha… ha… !"


Raja Fan Kris Wu tertawa dengan puas meninggalkan putri Quan Ling yang terkurung di dalam dinding tembok berlapis besi seorang diri.


"Oh, putriku. Maafkan Ibu mertuamu ini yang tidak berdaya, aku hanya bisa memohon kepada dewa agar kau selamat di dalam sana."


Pelayan Moty yang sedari tadi hanya diam menyaksikan sebuah insiden kejam di depan matanya, akhirnya menangis di samping ratu Yan Yiku. Ia berjongkok berusaha menenangkan ratunya yang sedang bersimpuh menyesali perbuatan suaminya.


Sementara itu, pangeran Zhou Yhan tetap memandang ke arah dinding tembok besi yang telah mengurung putri Quan Ling di dalamnya. Tanpa berkedip pangeran Zhou Yhan tetap memandangnya hingga hari menjelang malam.


"Apalagi yang kau harapkan dari wanita pembangkang itu? Dikubur hidup-hidup di dalam dinding besi itu adalah hukuman yang pantas baginya, apalagi dia telah berani menyakiti dirimu." Putri Lin Mei kembali memprovokasi pangeran Zhou Yhan.


Tanpa mengucapkan sepatah katapun pangeran Zhou Yhan melangkah meninggalkan tempat itu dengan langkah gontai. Pikirannya berusaha mencari jalan keluar untuk putri Quan Ling tanpa diketahui oleh siapapun.

__ADS_1


'Baguslah, setidaknya putri Quan Ling tidak lagi membahayakan keberadaan ku di istana ini,' pikir putri Lin Mei dengan menarik sebelah sudut bibirnya, ia tersenyum sinis.


__ADS_2