Misteri Putri Quan Ling {Reinkarnasi Dewi Surgawi}

Misteri Putri Quan Ling {Reinkarnasi Dewi Surgawi}
Ciuman pertama putri Quan Ling dengan si Pria bertopeng


__ADS_3

"Apa yang harus aku lakukan? Pakaianku sudah aku berikan kepadamu," tanya pangeran Zhou Yhan kembali.


"Tolong, peluk aku," pinta putri Quan Ling. Sekilas kata-kata itu terucap dari bibirnya.


"Peluk?" dalam kebingungan pangeran Zhou Yhan mengabulkan permintaan putri Quan Ling.


Pangeran Zhou Yhan mendekati tubuh putri Quan Ling yang sedang gemetar, walaupun saat itu telah diselimuti dengan pakaiannya.


Perlahan pangeran Zhou Yhan memberanikan diri untuk mendekap tubuh putri Quan Ling, saat tubuh putri Quan Ling menyentuh dadanya yang polos, pangeran Zhou Yhan merasakan hawa dingin seperti es dari tubuh putri Quan Ling. Namun, pangeran Zhou Yhan tetap berusaha untuk memeluknya lebih erat lagi.


"Di sini lebih hangat," desah putri Quan Ling semakin membenamkan tubuhnya ke dalam dekapan pangeran Zhou Yhan.


Pangeran Zhou Yhan maupun putri Quan Ling, dapat merasakan detak jantung masing-masing antara satu sama lain. Karena memang tidak ada jarak diantara mereka.


'Seperti inikah rasanya berpelukan?' batin pangeran Zhou Yhan.


Baru saat ini ia merasakan hangatnya berpelukan dengan lawan jenis.


'Mengapa rasanya sangat nyaman? Apakah pria ini adalah jodohku?' bisik hati putri Quan Ling, ia teringat pesan yang disampaikan oleh dewa Brahmana.


Perlahan suhu tubuh putri Quan Ling mulai normal kembali, hawa dingin mulai berkurang perlahan dan pada akhirnya hilang sama sekali.


Entah apa yang dipikirkan oleh putri Quan Ling, bukannya ia melepaskan pelukan itu tetapi putri Quan Ling malah semakin memeluk erat tubuh pangeran Zhou Yhan yang mengaku sebagai Kim Yung.


Putri Quan Ling yang belum pernah tersentuh sebelumnya oleh siapapun, putri Quan Ling yang selalu menjaga diri dari pandangan para pria dan hawa nafsu, kini bahkan ia tidak bisa mengendalikan dirinya untuk tetap bisa merasakan hangatnya sebuah pelukan.


Begitu juga dengan pangeran Zhou Yhan yang telah terbakar hasrat yang kian membara, sebuah pelukan yang mengajarkan dirinya arti cinta yang sesungguhnya.


Pangeran Zhou Yhan yang terkenal sebagai pria dingin sedingin kutub utara, perlahan ikut terhanyut dalam buaian kemesraan bersama putri Quan Ling. Pangeran Zhou Yhan mulai mengecup leher putih polos milik putri Quan Ling.


Namun, tak hanya sampai di situ saja bahkan pangeran Zhou Yhan telah berani menyentuh bibir putri Quan Ling yang mulai merona hangat kembali.


'Ciuman pertamaku,' batin putri Quan Ling yang telah kehilangan ciuman pertamanya. Namun, hasrat memintanya untuk tetap diam.


Sesaat mereka mulai melalang buana dalam buaian kemesraan, decap suara saling mengecup dan menyesap saling bersahutan di selingi dengan ******* putri Quan Ling yang mulai merasakan manisnya sebuah kecupan.


Akan tetapi, logika putri Quan Ling kembali mempengaruhi daya pikirnya.


"Oh, dewa apa yang telah aku lakukan!" pekik putri Quan Ling setelah menyadari perbuatannya.

__ADS_1


Putri Quan Ling melepaskan pelukan itu dan segera berganti posisi, ia duduk di samping pangeran Zhou Yhan dengan wajahnya yang bersemu merah.


"Ma-maaf." Pangeran Zhou Yhan segera bangkit dari posisinya dan berdiri membelakangi putri Quan Ling.


Sesaat mereka saling diam membisu dengan meraba bibir masing-masing, masih terasa begitu jelas rasa hangat dan manisnya sebuah ciuman yang pertama kali mereka rasakan, denyut kecupannya pun masih sangat terasa, kterbitlah sebuah senyum di antara keduanya. Senyuman yang sengaja mereka sembunyikan.


KRUCUK.


KRUCUK.


KRUCUK.


Bunyi perut putri Quan Ling terdengar hingga ke telinga pangeran Zhou Yhan, membuat pangeran Zhou Yhan segera bergegas hendak keluar dari gua tersebut.


"Mau kemana?" tanya putri Quan Ling.


"Mencari makanan untukmu." pangeran Zhou Yhan telah berlalu meninggalkan putri Quan Ling sendirian.


"Kim Yung rupanya pria bertopeng, tapi sepertinya dia bukan orang biasa," gumam putri Quan Ling setelah mengamati seluruh lekuk tubuh pangeran Zhou Yhan yang terlihat gagah dengan otot-otot yang menonjol keras di beberapa bagian tubuhnya.


Sungguh sebuah postur tubuh idaman para wanita dan putri Quan Ling termasuk didalamnya. Namun, ia merasa sangat beruntung berkat pelukan dari pria itu ia bisa melewati masa observasi dari raga barunya. Kini putri Quan Ling kembali pulih seperti sedia kala, bahkan ia menjadi lebih kuat dari sebelumnya.


Sementara di luar gua, pangeran Zhou Yhan mengerahkan semua kekuatannya untuk menangkap beberapa ikan di sungai yang letaknya tidak jauh dari gua. Dalam sekejap mata pangeran Zhou Yhan telah berhasil menangkap ikan-ikan itu dan membawanya ke dalam gua untuk di panggang sebagai makan malam mereka yang mungkin sudah terlambat. Karena malam telah semakin larut dan hampir berganti pagi.


"Dingin, memangnya kenapa?" pangeran Zhou Yhan balik bertanya.


"Mengapa tidak memakai pakaian mu?"


Pangeran Zhou Yhan menarik sudut bibirnya ke atas, ia tersenyum sinis.


"Pakaianku ada bersamamu." pangeran Zhou Yhan melirik ke arah putri Quan Ling yang sedang berbalut pakaian miliknya.


Sontak putri Quan Ling melepaskan pakaian itu dan melemparkannya ke arah pangeran Zhou Yhan dengan rasa malu.


"Maaf, aku benar-benar merepotkan."


Pangeran Zhou Yhan memungut pakaian itu dan mengenakannya sambil mengulum senyum.


Merasa pangeran Zhou Yhan tidak begitu menggubrisnya, membuat Putri Quan Ling bertambah semakin malu. Sehingga untuk menutupi rasa malunya putri Quan Ling bermaksud hendak keluar dari dalam gua itu.

__ADS_1


"Hei! mau kemana?" teriak pangeran Zhou Yhan.


Namun, putri Quan Ling juga tidak menjawabnya dan terus saja melangkah keluar dari gua.


Karena tidak mendapat respon dari putri Quan Ling, membuat pangeran Zhou Yhan meletakkan ikan segar yang dibawanya dan langsung berlari menghampiri putri Quan Ling.


Dengan cepat pangeran Zhou Yhan meraih pergelangan tangan putri Quan Ling dan menariknya, hingga tubuh putri Quan Ling terpental membentur dada bidangnya.


Lagi, mereka berpelukan kembali merasakan hangatnya sebuah dekapan.


"Kau tidak boleh pergi, diluar sangat bahaya," ucap pangeran Zhou Yhan lagi, "bisa saja Gough Raks itu mengejarmu sampai disini,"


Merasa mendapatkan perhatian yang begitu besar dari seorang pria, seseorang yang tidak memiliki hubungan keluarga ataupun kekerabatan, membuat putri Quan Ling terharu hingga menitikkan air mata.


TES.


Sebulir air mata jatuh tepat pada belahan pakaian pangeran Zhou Yhan dan mengenai tepat pada kulit dadanya. Air mata itu tampak bersinar kemudian lenyap meresap diantara pori-pori kulit pangeran Zhou Yhan.


Tanpa mereka sadari kini jiwa dan raga kedua manusia itu telah menyatu. Air mata itu akan menjadi perisai pangeran Zhou Yhan kemana pun ia pergi. Dan ini adalah pertanda jika mereka tidak akan terpisahkan walau apapun yang terjadi.


Pangeran Zhou Yhan menuntun putri Quan Ling kembali ke tempatnya.


"Duduklah, aku akan memangggang ikan-ikan ini untuk makanan kita," ujar pangeran Zhou Yhan.


Pangeran Zhou Yhan menumpuk ranting-ranting kayu yang telah ia bawa dari luar gua, sambil menangkap ikan rupanya pangeran Zhou Yhan mengumpulkan ranting-ranting kering untuk membakar ikan-ikan itu.


"Keadaan mu sangat cepat pulih, aku kagum dengan semangatmu." tangan pangeran Zhou Yhan membolak-balikkan ikan-ikan itu di atas api.


Putri Quan Ling hanya tersenyum memandangi pria bertopeng yang baik hati baginya.


"Apakah ikan-ikan itu harus di bolak-balik?" tanya putri Quan Ling yang memang baru pertama kali melihat orang memanggang ikan.


Karena di istananya putri Quan Ling tidak pernah melihat para pelayannya memanggang ikan dengan cara seperti itu, karena di dapur istana telah tersedia alat khusus untuk memasak.


"Ya, agar ikannya matang dengan sempurna dan juga sehat untuk tubuh kita," jawab pangeran Zhou Yhan.


"Apa kau tidak pernah memasak?" lanjut pangeran Zhou Yhan dengan bertanya.


"Pernah, tapi di istana ada alat khusus untuk memasak."

__ADS_1


"Hm, makanan sudah siap, mari kita makan!" ajak pangeran Zhou Yhan seraya menghampiri putri Quan Ling yang menyambutnya dengan senang hati, sebab ia telah merasakan kelaparan sejak tadi.


Pangeran Zhou Yhan dan putri Quan Ling menikmati makanan seadanya untuk mengganjal perut mereka yang terasa keroncongan.


__ADS_2