
Di dalam hutan belantara, di dalam sebuah gua putri Quan Ling yang sedang terbaring di atas batu besar mendengar sebuah suara yang memanggil-manggil namanya. Suara itu menggema di dalam gua tetapi terdengar lembut ditelinga putri Quan Ling.
"Putri Quan Ling, putri Quan Ling bangunlah." Suara itu terdengar semakin lama semakin dekat ditelinga putri Quan Ling.
Dalam kebingungan putri Quan Ling bertanya, "Siapakah itu? Apakah ada orang disana?"
"Bangunlah putri Quan Ling, bangunlah dewi kemuliaan." Suara itu kembali membuat putri Quan Ling terjebak dalam kebingungan yang nyata.
"Aku adalah Dewanagari, Aku adalah shtiti yang bertugas memelihara seluruh alam semesta." lanjut suara itu yang ternyata adalah Dewanagari yang bertugas membawa putri Quan Ling sebagai jelmaan dewi kemuliaan pada malam itu juga.
"Mengapa kau memanggilku dengan sebutan dewi kemuliaan?"
"Karena kau adalah reinkarnasi dari dewi Saraswati, kau diturunkan ke bumi untuk menyebarkan cinta dan pengetahuan kepada seluruh manusia, jadi ijinkan Aku membawamu ke alam kahyangan untuk menyembuhkan dirimu." Dewanagari yang telah berdiri di dekat putri Quan Ling membungkukkan badan memberikan penghormatan kepada putri Quan Ling.
"Alam kahyangan? Alam apakah itu?" Di dalam kebingungan nya, dewanagari telah membawa dewi Saraswati atau putri Quan Ling menuju ke Alam kahyangan tanpa menjawab pertanyaannya.
Namun, sebelumnya ia telah menghentikan waktu agar pangeran Zhou Yhan tidak mengetahui apa yang telah terjadi di dalam gua hanya dengan sekali jentikan jarinya.
Benar saja tampak pangeran Zhou Yhan berdiri seperti patung, ia tidak bergerak sama sekali hanya hembusan nafasnya yang keluar masuk dari tubuhnya.
Tubuh putri Quan Ling melayang di udara bersama Dewanagari dan melesat naik ke atas langit melewati malam yang dingin. Dalam sekejap putri Quan Ling telah berada di Alam kahyangan.
Seluruh alam kahyangan beserta para dewa dan dewi telah menyambutnya dengan bahagia, satu persatu dari mereka memeluk putri Quan Ling melepaskan rasa rindu setelah bertahun-tahun lamanya mereka berpisah. Saat itu tubuh putri Quan Ling terbaring di atas permadani yang bercahaya berkilauan seperti emas.
Masih di dalam kebingungannya putri Quan Ling membiarkan tubuhnya dipeluk secara hangat oleh para dewi layaknya sebuah keluarga, sedangkan para dewa hanya memberikan ia restu dengan mengusap kepala putri Quan Ling dengan lembut.
__ADS_1
"Mengapa saudara kami tidak membuka kedua matanya?" tanya dewi ambarwati yang terakhir kali memeluk putri Quan Ling.
"Dia terkena serangan Gough Raks, beruntung dia memiliki kekuatan batu kristal putih jika tidak maka dapat dipastikan dia bisa hancur lebur menjadi abu," jawab Dewanagari.
"Bukankah batu permata kristal putih memiliki kekuatan yang sangat dahsyat? Lalu bagaimana dia bisa kalah?" tanya dewi ambarwati.
"Putri Quan Ling, kehilangan memori ingatannya sejak ia dilahirkan ke bumi, jadi putri Quan Ling lupa cara menggunakan kekuatan itu," jelas Dewanagari.
Putri Quan Ling yang masih diliputi rasa heran, hanya berdiam diri mendengarkan perbincangan para dewa dan dewi di sekitarnya.
"Sekarang mari kita satukan jiwa kita untuk membentuk satu energi kekuatan besar yang akan menyembuhkan putri Quan Ling," kata Dewanagari kepada para dewa dan dewi yang langsung menyetujui usulnya.
Seketika suasana menjadi hening, hanya desir angin yang dirasakan oleh putri Quan Ling. Hasil dari penyatuan jiwa para dewa dan dewi yang berjumlah dua puluh tiga orang. Dua belas dewa dan sebelas dewi, sedangkan dewi Saraswati atau putri Quan Ling adalah dewi yang kedua belas.
"Bersiaplah, dewi Saraswati!" seru Dewanagari yang telah bersiap menyalurkan kekuatannya serta kekuatan dewa dan dewi yang telah mereka satukan menjadi sebuah energi.
WUUSSSS
Sebuah energi besar berwarna hijau kebiruan melesat ke arah putri Quan Ling yang telah siap menerimanya dengan posisi duduk bersila.
Tubuh putri Quan Ling bergetar hebat ketika kekuatan energi dari para dewa mulai memasuki raganya, putri Quan Ling tetap berusaha untuk menahan rasa dingin dari energi itu, agar kekuatan energi itu dapat memasuki tubuhnya dengan sempurna.
Setelah energi itu masuk kedalam raga putri Quan Ling seutuhnya, dalam sekejap mata putri Quan Ling merasakan tubuhnya segar bugar seperti sediakala. Tidak hanya itu, kedua mata putri Quan Ling akhirnya terbuka dengan sendirinya.
"Dimanakah ini? Apakah aku sedang bermimpi?" putri Quan Ling semakin bertambah bingung dalam rasa kagumnya.
__ADS_1
Alam pemandangan yang tidak biasa baginya, sebuah panorama yang tidak pernah ia lihat di bumi. Awan sebagai tempat mereka berpijak dan langit luas berhiaskan bintang yang gemerlap, menyelimuti alam kahyangan yang sangat menakjubkan.
"Siapa kalian? Apakah kalian yang memeluk diriku?" tanya putri Quan Ling kepada para dewi yang berdiri berbaris dengan rapi.
"Dewi Saraswati, tubuhmu telah berhasil kami lepaskan dari segel kekuatan raksasa buas itu." Dewanagari menjelaskan tanpa menjawab pertanyaan putri Quan Ling.
"Sekarang kau telah memiliki raga suci yang berasal dari energi kekuatan kami, kini tubuhmu telah menjadi lebih kuat." Dewanagari melanjutkan perkataannya.
"Terimakasih dewanagari, terimakasih para dewa dan dewi," ucap putri Quan Ling seraya duduk berlutut di hadapan para dewa dan dewi yang memandang dirinya dengan penuh cinta.
"Tapi, aku mohon jawablah satu pertanyaan ku, mengapa aku dipanggil dengan sebutan nama dewi Saraswati dan ada juga yang memanggilku dengan sebutan dewi kemuliaan?"
Dewanagari melangkah mendekati putri Quan Ling, dan menyentuh pundak nya.
"Berdirilah!" ucapnya.
Putri Quan Ling menurut, ia pun berdiri tepat di depan Dewanagari yang membalikkan badan membelakangi nya dan mulai bercerita.
"Dulu, kau diperintahkan oleh dewa Brahmana untuk turun ke bumi menjelma menjadi seorang manusia dan terlahir dari rahim ratu Yun Lie."
Putri Quan Ling mendengarkan dengan seksama.
Saat itu seluruh alam kahyangan dibuat gempar dengan kekuatan seorang pendekar yang tiba-tiba menyerang untuk mendapatkan batu permata kristal putih, dan pendekar itu tak lain dan tak bukan adalah raja Fan Kris Wu.
Raja Fan kris Wu dengan seluruh kesombongannya menyerang alam kahyangan dan membuat beberapa para dewa terluka dengan kekuatan jurus naga sakti yang mampu menelan apa saja yang berada di dekatnya.
__ADS_1
Dan untuk menyempurnakan kekuatannya maka raja Fan kris Wu harus mendapatkan batu permata kristal putih.
Sedangkan para dewa tidak satupun di antara mereka yang setuju jika batu permata kristal putih itu sampai jatuh ke tangan manusia congkak seperti raja Fan kris Wu, maka jika sampai itu terjadi maka kerusakan pada alam semesta tidak bisa dielakkan lagi.