Misteri Putri Quan Ling {Reinkarnasi Dewi Surgawi}

Misteri Putri Quan Ling {Reinkarnasi Dewi Surgawi}
Kegelisahan seorang Ibu


__ADS_3

"Dimana kakakmu? Mengapa dia belum pulang?" tanya ratu Yan yiku merasa khawatir karena pangeran Zhou Yhan belum pulang juga.


Semalaman ratu Yan yiku menunggu kedatangan putra pertamanya. Namun, hingga malam berlalu pangeran Zhou Yhan belum menampakkan batang hidungnya.


"Tenanglah Ibu, kakak Zhou sedang melaksanakan tugas penting nanti juga dia pulang." pangeran Shin Haein memeluk ratu Yan yiku berusaha untuk menenangkan.


"Tapi, kakakmu tidak pernah pulang selambat ini, dia selalu menyelesaikan tugasnya sebelum tiba batas waktunya," debat ratu Yan yiku yang masih terlihat sangat khawatir.


"Sebentar lagi pasti kakak Zhou pulang Ibu, sabarlah," ujar pangeran Shin Haein lagi.


Pangeran Shin Haein merasa iba kepada Ibunya, ratu Yan yiku. Sebagaimana pun ia menyayangi pangeran Zhou Yhan, namun tidak sekalipun putranya itu membalas dengan senyuman atau perhatian yang sama kepada ibunya.


Pangeran Zhou Yhan sangat dingin kepada ibunya sendiri, bahkan bisa dibilang pangeran Zhou Yhan menjaga jarak di antara mereka. Dan, itu disebabkan oleh raja Fan kris Wu, Ayah mereka sendiri. Sifat di antara kakak beradik ini sangat kontras, pangeran Shin Haein lebih kalem dan lembut, ia juga sangat perhatian kepada ibunya sejak kecil.


"Ibu, Shin Haein pamit dulu, aku ingin menemui Ayah," ucap pangeran Shin Haein kemudian.


Ratu Yan Yiku hanya terdiam dengan pandangan lurus kedepan, memandang ke arah pintu berharap kalau putra pertamanya akan segera datang dan memeluknya dengan penuh kerinduan.


Pangeran Shin Haein segera menemui raja Fan Kris Wu di kamar pribadinya, kamar khusus dirinya dan para selir yang yang ia pilih untuk menghabiskan waktu bersamanya.


Pangeran Shin Haein menggedor pintu dengan cukup keras, ia sengaja melakukan hal itu karena telah merasa muak dengan perlakuan Ayahnya, raja Fan Kris Wu terhadap Ibunya, ratu Yan Yiku.


Mungkin Ibunya cukup sabar dan berlapang dada menerima semua pengkhianatan yang dilakukan oleh Ayahnya. Namun, tidak dengan dirinya. Jika saja ratu Yan Yiku tidak memintanya untuk tetap diam, maka kemungkinan besar pangeran Shin Haein akan membunuh Ayahnya sendiri, meskipun ia tahu dengan melakukannya ia akan berdosa besar.


"Ada apa?" tanya raja Fan Kris Wu ketika pintu telah terbuka.

__ADS_1


Tanpa menjawab pertanyaan dari Ayahnya, pangeran Shin Haein nyelonong masuk begitu saja tanpa menghiraukan raja Fan Kris Wu yang berusaha menghentikannya. Namun, ia tidak dapat berbuat apa-apa ketika pangeran Shin Haein tidak menggubrisnya.


Ternyata benar dugaan pangeran Shin Haein, ketika ia melihat seorang selir sedang membalutkan sehelai kain untuk menutupi tubuhnya yang polos.


'Teganya kau Ayah, disana Ibu sedang tersiksa karena ulahmu dan disini kau bersenang-senang dengan wanita kesayangan mu,' batin pangeran Shin Haein.


"Jika ada perlu cepat katakan! Dan jika tidak pergilah, aku sedang sibuk!" sentak raja Fan Kris Wu dengan sikap tidak suka kepada pangeran Shin Haein yang menatap selir nya dengan tajam membuat wanita itu menundukkan kepalanya.


Mendapat sikap yang kurang bersahabat dari Ayahnya, ingin rasanya pangeran Shin Haein menendang dan menghantam kepalanya, beruntung ia masih ingat kalau pria tua itu adalah Ayahnya yang harus dihormati bagaimanapun bejat nya.


"Ibu selalu menanyakan tentang kakak Zhou, Ibu sangat khawatir karena semalaman kakak Zhou belum pulang." pangeran Shin Haein membalas tatapan Ayahnya dengan tajam. Namun, tetap berkata dengan sopan.


"Katakan pada Ibumu, mungkin kakakmu tidak akan pulang hari ini, ada tugas penting yang harus ia lakukan." raja Fan Kris Wu memalingkan mukanya.


"Tapi, setidaknya Ayah temui Ibu walaupun hanya sebentar, mungkin dengan mendengar jawaban langsung dari Ayah, Ibu akan kembali tenang." pangeran Shin Haein berlutut demi Ibunya.


"Tapi, Ayah-"


"Cepat laksanakan perintahku, atau aku akan menghukum Ibumu!"


Pangeran Shin Haein hanya terdiam mendengar ancaman dari Ayahnya, tidak ada pilihan lain baginya selain mematuhi perintah sang Ayah, hanya demi menyelamatkan Ibunya dari kekejaman Ayahnya.


Begitulah setiap kali raja Fan Kris Wu menginginkan pangeran Shin Haein agar patuh kepadanya, ia selalu saja menggunakan nama ratu Yan Yiku sebagai ancaman. Karena Raja Fan kris Wu tahu betul pangeran Shin Haein sangatlah menyayangi ratu Yan Yiku.


'Puaskanlah seluruh hawa nafsu mu Ayah, selagi jasad mu masih berguna, dan aku bersumpah akan tertawa disaat-saat terakhirmu!' geram pangeran Shin Haein setelah berada di luar kamar Ayahnya.

__ADS_1


Mengingat waktunya sangat terbatas, pangeran Shin Haein segera menemui Ibunya, ratu Yan Yiku. Ia ingin meminta restu kepada ibunya untuk keselamatannya di medan pertempuran.


"Baiklah, putraku Shin Haein, restu ku selalu menyertai di setiap langkahmu." ratu Yan Yiku memeluk tubuh putranya.


"Apa kakakmu juga ikut bersamamu?"


"Tentu Ibu, kami pasti akan segera bertemu," sahut pangeran Shin Haein berbohong.


"Kalau begitu sampaikan kepada kakakmu kalau Ibu sangat merindukan dirinya." Ratu Yan Yiku meneteskan air mata.


"Tentu Ibu, pasti." pangeran Shin Haein melerai pelukannya.


Dengan berat hati ia terpaksa berbohong demi menenangkan hati Ibunya, meskipun ia sendiri tidak tahu, apakah dirinya akan bertemu dengan pangeran Zhou Yhan atau tidak.


Seringkali ratu Yan Yiku merasa takut jika saat kembali dari pertempuran nanti, putranya hanya akan kembali raga tanpa jiwa. Dengan sepenuh hati ratu Yan Yiku memohon kepada yang maha kuasa agar kedua putranya selamat hingga kembali ke dalam pelukannya. Dan ini membuat dirinya selalu berpuasa hingga saatnya pangeran Zhou Yhan dan pangeran Shin Haein kembali kepadanya.


Raja Fan kris Wu yang memang sangat licik merencanakan bahwa pada hari itu, ia akan menyerang kembali kerajaan Huachayyan dan merebut kekuasaan dari raja Shan Hua.


Tepat pada siang hari, disaat matahari sedang berada di tengah-tengah cakrawala, pasukan prajurit kerajaan Shengshi segera berangkat ke arah timur, arah kerajaan Huachayyan.


Perjalanan cukup memakan waktu, untuk tiba di perbatasan kerajaan Huachayyan membutuhkan waktu seharian. Dan raja Fan kris Wu telah merencanakan bahwa mereka akan menyerang kerajaan Huachayyan pada malam hari, pada saat semua penghuni istana telah terlelap.


>>>>>>>


Tepat pada saat malam hari yang gelap, angin berhembus dengan lembut menerpa tubuh manusia dan membuai mereka ke alam mimpi.

__ADS_1


Di istana kerajaan Huachayyan, disaat semua prajurit yang berjaga sedang tertidur lelap, maka pada saat itulah pasukan prajurit dari kerajaan Shengshi menyerang istana kerajaan Huachayyan dengan serangan yang sangat hebat.


Dengan mudah mereka membabat habis semua prajurit yang berjaga di depan pintu gerbang. Dan dengan beringas pasukan prajurit dari kerajaan Shengshi, memasuki ruangan istana, dan membunuh setiap prajurit yang berusaha menghalangi mereka.


__ADS_2