
Tanpa sepengetahuan wanita di depannya, Kim Yung segera mengepalkan tangannya dan menekan kukunya yang tajam ke arah dalam telapak tangannya, menusuk pada bekas luka sayatan yang disebabkan oleh putri Quan Ling dan membuat darah segar kembali mengalir dari bekas luka itu.
"Tapi, tadi aku tidak melihat telapak tanganmu berdarah, kenapa tiba-tiba jadi berdarah?" Putri Quan Ling berusaha mengingat kejadian tadi, tapi dirinya tidak mampu untuk mengingat semua itu.
"Kau tidak akan bisa mengingatnya karena dalam pengaruh cairan beracun itu, dan sekarang kau bisa kembali sadar setelah aku memberikan ramuan herbal penawar racun," sahut Kim Yung merasa lega karena putri Quan Ling tidak bisa mengingatnya, jika sampai wanita itu mengingat semuanya, maka tamatlah semua sandiwaranya selama ini.
"Aku tidak tahu harus membalas dengan apa, tetapi mengingat semua kebaikanmu. Aku rasa aku bisa menitipkan batu permata kristal putih ini padamu, sampai kondisi ku benar-benar pulih."
Tanpa memperdulikan reaksi Kim Yung, putri Quan Ling memejamkan kedua matanya dan mengangkat tangannya hingga membentuk trisula, dengan tubuh gemetar putri Quan Ling menahan nafas dan sebuah kilatan cahaya berwarna putih terpancar di keningnya.
Kim Yung terus memperhatikan tubuh putri Quan Ling hingga cahaya di keningnya perlahan-lahan terpisah dari tubuhnya. Maka tampaklah sebuah batu permata kristal putih dengan cahaya berkilauan yang sangat menakjubkan bergerak perlahan mendekati tangan putri Quan Ling.
"Ambillah," ucap putri Quan Ling ketika membuka kedua matanya dan melihat batu permata kristal putih itu telah terletak di kedua telapak tangannya, membuat darah yang mengalir di dalam urat-urat tangannya terlihat begitu jelas karena pancaran dari sinar batu permata kristal putih itu.
"T-tapi… ah, tidak. Aku tidak bisa menerimanya, ini adalah benda yang sangat berarti bagimu." Kim Yung menolak, meskipun jauh di dalam hatinya ia sangat menginginkan benda tersebut.
"Aku telah memilihmu, maka terimalah." Putri Quan Ling meletakkan batu permata itu ditangan Kim Yung.
"Aku mohon jaga baik-baik, jangan sampai benda ini jatuh ke tangan orang-orang yang tidak bertanggung jawab," pinta putri Quan Ling.
Karena terus didesak oleh putri Quan Ling, akhirnya Kim Yung menerimanya. Kemudian Kim Yung mengangkat mensejajarkan batu permata kristal putih itu dengan keningnya, perlahan-lahan benda itu bergerak menuju kearah keningnya kemudian menembus kulitnya, memasuki setiap rongga tubuhnya.
"Terimakasih atas kepercayaan yang telah kau berikan padaku," ucap Kim Yung.
__ADS_1
"Ya, aku tenang karena kau orang yang baik dan selalu siap menolong orang lain."
Mendengar pujian dari putri Quan Ling, entah mengapa ia merasa sangat bahagia. Kemudian ia berkata, "Sekarang beristirahatlah, besok kau pasti akan merasa lebih segar."
Putri Quan Ling mengangguk kemudian memejamkan kedua matanya, beberapa detik kemudian ia telah tertidur dengan pulas, nafasnya kini lebih teratur.
>>>>>>>>>>>
Raung Chen marah besar ketika mengetahui putri Quan Ling telah dihukum di istana itu, Raung Chen kembali ke wujudnya semula dan memporak-porandakan hampir keseluruhan istana.
"Tolong…! Ada Raksasa…!" teriak salah seorang pelayan yang kemudian disusul oleh suara teriakan yang lain.
"Tolong…! Tolong kami…!"
Pangeran Shin Haein segera menggendong Young Vei dan menuntun Ibunya lalu membawa mereka ke ruangan bawah tanah serta seluruh penghuni istana pun ikut bersamanya untuk menyelamatkan diri.
Sebagian istana rusak parah dan sebagian lagi telah hancur berkeping-keping, tetapi semua itu tidak membuat Gough Raks puas, Raksasa itu terus saja melampiaskan kemarahannya dan merusak istana kerajaan Shengshi hingga tidak terbentuk lagi kecuali sebuah bangunan berbentuk persegi.
Raja Fan Kris Wu kewalahan melawan Gough Raks, berkali-kali ia mencoba mengerahkan seluruh kekuatannya, tetapi tidak satu pun dari serangan nya yang mengenai tubuh besar Gough Raks.
Sementara itu dari batas desa tampak rombongan raja Shan Hua yang datang dalam jumlah besar, raja Shan Hua meminta bantuan dari Kerajaan sebelah yaitu, raja Qing Xio yang memerintah kerajaan King Hon. Sebuah kerajaan yang berada di sebelah utara negri Huacachina.
"Raja Fan Kris Wu!" teriak raja Shan Hua dengan penuh amarah hingga membuat udara di sekitar nya bergetar. Saat itu mereka telah tiba di istana kerajaan Shengshi.
__ADS_1
"Beraninya kau menghukum putriku, aku tidak akan pernah mengampunimu!" teriaknya lagi.
Keadaan pun semakin kacau, prajurit kerajaan Shengshi yang hanya tersisa sebagian terpaksa berperang melawan para prajurit dua kerajaan sekaligus, karena sebagian yang lain telah berperang melawan Goukh Raks yang buas.
Peperangan pun tidak berlangsung lama, karena jumlah prajurit Shengshi lebih sedikit membuat mereka semua kewalahan dan dengan mudah di kalahkan oleh prajurit kerajaan Hua Kingyan dan kerajaan King Hon.
Suara gemuruh dan dentuman senjata menghiasi suasana, serta suara teriakan manusia yang meregang nyawa pun terdengar sangat mengerikan. Merasa dirinya terdesak karena harus melawan dua raja sekaligus membuat raja Fan Kris Wu segera menghubungi pangeran Zhou Yhan melalui telepati.
Sedangkan pangeran Shin Haein yang telah menemani sang Ayah sejak awal pertempuran, telah diringkus oleh prajurit kerajaan King Hon dengan kondisi terluka parah.
Sementara itu di dalam sebuah gubuk kecil pangeran Zhou Yhan yang sedang melatih dirinya dengan menggunakan kekuatan batu permata kristal putih yang telah bersemayam didalam tubuhnya merasa terkejut ketika mendapatkan panggilan melalui telepati dari Ayahnya.
"Maafkan aku putri Quan Ling. Aku harus meninggalkan dirimu sendirian di dalam gubuk ini."
Dengan tanpa berpikir panjang lagi pangeran Zhou Yhan segera melesatkan dirinya menghilang di udara. Ia telah pergi meninggalkan putri Quan Ling tanpa sepengetahuan wanita itu.
Suasana gubuk itu pun semakin sunyi, hanya suara desir angin dan hembusan nafas putri Quan Ling yang mengisi ruangan itu. Dikarenakan pengaruh ramuan herbal yang telah diminumnya membuat putri Quan Ling tertidur dengan sangat lelap hingga tidak bisa merasakan bahwa Kim Yung telah pergi dari tempat itu.
Pangeran Zhou Yhan yang telah tiba di kerajaan Shengshi sangat terkejut ketika melihat istananya telah hancur berkeping-keping. Pada saat itulah ia menyaksikan dengan kedua mata kepalanya sendiri, bagaimana Ayahnya di serang dengan keji oleh raja Shan Hua dengan dibantu oleh raja Qing Xio.
"Ini tidak seberapa jika dibandingkan dengan hukuman yang telah kau berikan kepada putriku! Biadab! Kyaaaaa!" Kembali raja Shan Hua menyerang raja Fan Kris Wu, kali ini lebih dahsyat lagi sehingga membuat raja Fan Kris Wu jatuh tersungkur mencium tanah.
"Ayah…!" teriak pangeran Zhou Yhan seraya menghantamkan serangannya kepada raja Shan Hua dan raja Qing Xio.
__ADS_1
Kedua raja itu meninggalkan raja Fan Kris Wu yang telah terkapar dan berbalik membalas menyerang pangeran Zhou Yhan. Terjadilah pertarungan sengit diantara ketiga orang itu, hingga pada akhirnya raja Shan Hua dibuat tercengang ketika melihat jurus angin petir yang dari kekuatan batu permata kristal putih yang hanya dimiliki oleh satu orang di dunia ini, yaitu putri Quan Ling.