
Pangeran Zhou Yhan membawa putri Quan Ling yang tidak sadarkan diri memasuki sebuah gua yang terletak di dalam hutan belantara.
"Aneh, manusia biasa tidak akan memiliki cahaya kristal seperti ini," gumam pangeran Zhou Yhan seraya merebahkan tubuh putri Quan Ling di dalam gua pada sebuah batu besar yang terletak di dalam gua tersebut.
Cahaya batu kristal putih masih bersinar di dahi putri Quan Ling, meskipun semakin lama cahaya itu semakin meredup dan akhirnya hilang sama sekali.
"Siapa sebenarnya dia? Apa benar dia adalah keturunan raja Shan Gua? Ataukah dia adalah jelmaan dari makhluk lain yang menyerupai manusia?"
Berbagai macam pertanyaan akan jati diri putri Quan Ling mulai mengusik pikiran pangeran Zhou Yhan.
"Ah," desah putri Quan Ling di dalam ketidak sadarannya.
Bibirnya yang indah berwarna merah merona, sedikit terbuka menambah kecantikannya meskipun wajahnya terlihat pucat.
Pangeran Zhou Yhan yang selama hidupnya tidak pernah berinteraksi dengan makhluk yang namanya wanita, kini mulai mengagumi kecantikan dan keindahan putri Quan Ling. Diam-diam ia mulai terpesona.
"Aku harus segera menyadarkan dirinya, jika tidak maka nyawanya dalam bahaya jika dibiarkan dalam keadaan pingsan terus-menerus." Pangeran Zhou Yhan segera menyalurkan kekuatan tenaga dalamnya kepada tubuh putri Quan Ling yang terbaring tidak berdaya.
"Sebenarnya, Aku bisa membunuhmu saat ini, karena kau telah berani menghunuskan senjatamu kepadaku, tapi jiwa ksatria ku, tidak akan pernah bisa menerima jika sampai aku melakukan hal itu."
Pangeran Zhou Yhan duduk bersila diatas batu besar itu disamping putri Quan Ling, pangeran Zhou Yhan memusatkan pikirannya, berkonsentrasi. Tampak sebilah cahaya di jari pangeran Zhou Yhan lalu diarahkan pada seluruh tubuh putri Quan Ling dimulai dari kepala hingga kakinya.
'Rupanya luka dalamnya cukup parah, jika saja dia tidak memakai pakaian yang sangat kuat untuk melindungi dirinya, maka tubuhnya pasti akan hancur menjadi abu,' batin pangeran Zhou Yhan mengamati pakaian yang dikenakan putri Quan Ling.
Melihat tidak reaksi dari tubuh putri Quan Ling, pangeran Zhou Yhan kembali memusatkan pikirannya berusaha menyalurkan kekuatan tenaga dalamnya kepada putri Quan Ling.
"GUHAK!"
Putri Quan Ling memuntahkan darah segar dari dalam mulutnya, kini ia mulai sadar. Namun, seluruh tubuhnya terasa kaku dan tidak bisa digerakkan.
"Ah." Putri Quan Ling mendesah lirih.
"Kau sudah sadar? Kau bisa mendengarku?" Pangeran Zhou Yhan berusaha berkomunikasi dengan putri Quan Ling yang masih memejamkan kedua matanya.
"Ya," jawab putri Quan Ling dengan suaranya yang masih terdengar sangat lemah.
"Kau terluka cukup parah, bolehkah aku mengobatimu?" Pangeran Zhou Yhan merasa tidak tega dengan kondisi fisik putri Quan Ling yang masih sangat lemah.
__ADS_1
"Tubuhku tidak bisa digerakkan, dan kedua mataku tidak bisa terbuka, apa yang terjadi padaku?"
"Mungkin itu karena akibat serangan dari raksasa itu, dia menyerangmu berkali-kali."
Putri Quan Ling kembali mengingat pertarungan yang terjadi di antara dirinya dan raksasa itu.
"Kalau begitu, cepat obati aku," pinta putri Quan Ling.
"Baiklah." Pangeran Zhou Yhan mendekati putri Quan Ling dan mulai membantunya duduk.
"Maaf, aku merepotkan dirimu," ucap putri Quan Ling ketika telah duduk membelakangi pangeran Zhou Yhan.
"Tidak apa-apa, maaf aku harus melepaskan pakaianmu agar lebih mudah mengobati luka di tubuhmu, karena luka yang paling parah berada di bawah zirahmu." Pangeran Zhou Yhan berkata dengan hati-hati khawatir putri Quan Ling akan salah menanggapinya.
Putri Quan Ling tampak berpikir sejenak.
"Baiklah, lepaskan saja," ucapnya.
Dengan sangat hati-hati dan lembut pangeran Zhou Yhan melepaskan pakaian putri Quan Ling, maka tampaklah di depannya sebuah tubuh polos berkulit putih bersih.
GLEKK.
Karena terkesima dengan kecantikan yang dimiliki oleh putri Quan Ling membuat pangeran Zhou Yhan tidak fokus pada apa yang dikerjakannya. Tanpa sengaja dia menyentuh dua onggokan daging kenyal pada dada putri Quan Ling ketika hendak melepaskan zirahnya, karena memang pengaitnya terletak di depan.
"Hati-hati! Jaga mata dan tanganmu!" Sentak putri Quan Ling yang merasa risih ketika tanpa sengaja tersentuh tangan pangeran Zhou Yhan.
"Maaf, maafkan aku, aku akan lebih berhati-hati," sahut pangeran Zhou Yhan dengan gugup.
Menyentuh bagian tubuh putri Quan Ling membuatnya kehilangan konsentrasinya.
Kemudian pangeran Zhou Yhan mengeluarkan sebuah jubah berwarna perak dengan menggunakan kekuatannya, lalu memakaikannya pada tubuh putri Quan Ling yang duduk di depannya masih dengan kedua mata yang terpejam.
Pangeran Zhou Yhan kembali merebahkan tubuh putri Quan Ling di tempatnya semula.
"Bersiaplah, aku akan mulai mengobatimu!" Perintah pangeran Zhou Yhan.
Putri Quan Ling menganggukkan kepala tanpa menjawab perkataan pangeran Zhou Yhan.
__ADS_1
Pangeran Zhou Yhan mengambil sebungkus ramuan yang disimpan di dalam saku pakaiannya. Dengan lembut tangan pangeran Zhou Yhan mulai mengoleskan ramuan itu pada luka di tubuh putri Quan Ling.
"Aaaaaa!" Pekik putri Quan Ling ketika merasakan rasa perih dan panas di sekitar lukanya.
"Bertahanlah, ini hanya bersifat sementara." Pangeran Zhou Yhan menyarankan.
"Cepat, lakukan."
"Aku akan melakukannya dengan lebih lembut."
Pangeran Zhou Yhan mengarahkan pandangannya pada bagian bawah tubuh putri Quan Ling, dan lagi-lagi pertahanannya di pertaruhkan.
Pangeran Zhou Yhan kembali menelan salivanya ketika menatap paha mulus milik putri Quan Ling, sebagai pria normal tentu saja pangeran Zhou Yhan sangat bisa merasakan perubahan pada dirinya. Dan putri Quan Ling adalah satu makhluk yang cukup menggoda baginya.
GLEKK.
Kembali pangeran Zhou Yhan menelan salivanya dengan susah payah. Namun, ia tetap pada pertahanannya. Yaitu, hanya mengobati luka pada tubuh putri Quan Ling.
"Sudah selesai," kata pangeran Zhou Yhan kemudian berdiri dari tempatnya. Namun, kemudian ia duduk kembali di samping Putri Quan Ling.
"Apa kau memiliki masalah dengan raksasa buas itu?" Tanya pangeran Zhou Yhan yang merasa penasaran bagaimana bisa wanita secantik putri Quan Ling berurusan dengan seekor raksasa.
Putri Quan Ling menghela nafas dalam-dalam.
"Tidak," jawabnya pelan.
"Lalu, mengapa kau sampai bertarung dengannya? Dia raksasa yang sangat berbahaya."
"Sebenarnya aku mengejar pangeran Zhou Yhan, aku ingin membalaskan kematian pangeran Yan Sensoo dan Manchi," jawab putri Quan Ling dengan menyimpan amarah yang berkobar di dalam dirinya.
Mendengar jawaban dari putri Quan Ling membuat pangeran Zhou Yhan terdiam.
'Apakah dia bisa berbicara selembut ini padaku? Jika dia tahu aku lah pangeran Zhou Yhan yang dia cari,' pangeran Zhou Yhan bermonolog.
"Mengapa kau diam? Apakah kau mengenal pangeran Zhou Yhan?" Putri Quan Ling yang masih belum bisa membuka kedua matanya, tidak menyadari bahwa pria yang telah menolongnya adalah pangeran Zhou Yhan.
"Tidak apa-apa, aku hanya berpikir kau sangat beruntung bisa selamat dari serangan kekuatan raksasa itu." Pangeran Zhou Yhan berbohong.
__ADS_1
"Ya,semua ini berkat dirimu, terimakasih kau telah menolongku, kalau boleh tahu, siapakah dirimu?" Rupanya putri Quan Ling tidak bisa mengenali suara pangeran Zhou Yhan. Dan ini membuat pangeran Zhou Yhan bernafas lega.