Misteri Putri Quan Ling {Reinkarnasi Dewi Surgawi}

Misteri Putri Quan Ling {Reinkarnasi Dewi Surgawi}
Pendidikan tersembunyi


__ADS_3

Siang harinya setelah Putri Quan Ling selesai mengurus Young Vei dan memastikan kondisinya baik-baik saja, putri Quan Ling menitipkan bocah kecil itu pada seorang pelayan dan memerintahnya agar menjaganya selama ia pergi.


Putri Quan Ling berjalan mengendap-endap keluar dari halaman istana kerajaan Shenshi dengan gelagat yang mencurigakan. Langkahnya semakin lama semakin dipercepat seakan tidak ingin ada yang melihatnya. Beruntung suasana di halaman istana sedang sepi karena para pelayan sedang melakukan tugasnya merapikan ruangan bagian dalam istana.


"Aku harus keluar lewat pintu itu!" Putri Quan Ling melayangkan pandangannya pada sebuah pintu kecil dan sedikit berlari mendekatinya, kemudian menghilang dibalik pintu itu.


Sementara itu dibalik jendela istana Raja Zhou Yhan sedang memperhatikan Putri Quan Ling secara diam-diam, ia mengamati sikap wanita itu sejak mulai keluar dari dalam kamar Young Vei. Kecurigaan mulai menghasut pikirannya melihat tingkah istri pertamanya.


'Apa yang sedang dia rencanakan? Mengapa gelagatnya sangat mencurigakan?' pikirnya dengan penuh teka-teki.


Dengan sangat berhati-hati Putri Quan Ling berjalan menuju pedesaan yang terletak sedikit jauh dari kerajaan Shenshi yaitu desa Rajefac. Karena merasa penasaran Raja Zhou Yhan pun mengoengikutinya dari belakang.


Tak lama kemudian sampailah Putri Quan Ling di sebuah gubuk kecil di tengah padang yang luas. Putri Quan Ling berjalan memasuki gubuk kecil itu dan memantapkan langkah kakinya dengan pasti, tampak sebuah senyum terlintas di bibirnya. Dengan wajah penuh semangat putri Quan Ling memasuki gubuk itu.


Raja Zhou Yhan memperhatikannya dari kejauhan, dibawah pepohonan. Namun ia tidak melihat siapa-siapa di luar gubuk itu keadaan sunyi tanpa suara. Gubuk kecil yang terbuat dari bambu dengan anyaman daun kelapa yang menutupi bagian atap gubuk itu.


"Siapa yang ingin ditemuinya?" tanya raja Zhou Yhan pada dirinya sendiri, tetapi ia tidak mampu menjawabnya.


Gubuk yang tampak sederhana namun sangat menenangkan membuat siapa saja betah untuk menempatinya. Halaman yang luas dan bersih membuat tenang setiap mata yang memandang rumput hijau terhampar luas menyambut pandangan mata dengan segar.

__ADS_1


Karena merasa penasaran dan ingin mengetahui untuk apa Putri Quan Ling datang ke gubuk itu akhirnya Raja Zhou Yhan melangkah mendekati gubuk kecil itu dan mengintip dari celah-celah bambu untuk melihat apa yang sedang dilakukan oleh istri pertamanya itu.


Betapa terkejutnya Raja Zhou Yhan ketika ia melihat sekelompok anak-anak kecil di desa itu yang berusia empat sampai tujuh tahun bahkan ada yang telah berusia belasan tahun duduk melingkar di sekeliling Putri Quan Ling dengan senyuman mereka yang tulus. Tampak Putri Quan Ling sedang memegang sebuah kertas dan sebuah pena Putri Quan Ling tampak menggoreskan pena itu di atas kertas membentuk bulatan-bulatan kecil dan besar serta beberapa kalimat yang ia tulis di sana.


Dan ada juga beberapa huruf yang ditulis secara kapital dan ditunjukkan kepada anak-anak kecil itu tampak mereka memperhatikannya dengan sangat serius.


"Sekarang, kita akan belajar mengenal huruf dan berhitung," ucap putri Quan Ling dengan senyumannya yang khas, "apakah kalian sudah siap?"


"Siap, Yang mulia ratu," sahut mereka serempak dipenuhi semangat hari ini.


"Baiklah, sekarang kita mulai!"


Raja Zhou Yhan tidak pernah berpikir Putri Quan Ling akan mampu melakukan hal itu mendidik anak-anak desa dan memberikan mereka sebuah ilmu pengetahuan yang tidak pernah Ia berikan kepada rakyatnya selama ini bahkan raja Fan kris wun sekalipun pendidikan untuk anak-anak desa tidak juga diperhatikan, dan itu membuat warga di desa Shenshi tidak memiliki pengetahuan sama sekali.


Mereka hanya bermain dan bermain saja disetiap harinya tanpa mengetahui pentingnya ilmu pengetahuan untuk masa depan mereka dan para orang tua pun juga tidak memiliki kebudayaan karena memang tidak ada peraturan di kerajaan atas pendidikan penerus bangsa mereka yang mendapatkan pendidikan hanyalah dari kaum kalangan bangsawan yang bergelimang harta sedangkan anak-anak desa terlantar begitu saja dan langkah yang diambil oleh Putri Quan Ling adalah langkah yang cukup mulia.


Dia memberikan pengetahuannya secara gratis kepada anak-anak Desa itu agar mereka memiliki masa depan yang cemerlang awalnya Putri Quan Ling merasa sangat kesusahan karena banyak dari para orang tua mereka tidak mengizinkan putra-putrinya untuk menuntut ilmu kepada putri Quan Ling dengan alasan mereka takut akan mendapatkan kemarahan dari sang raja karena tidak ada peraturan yang menganjurkan mereka untuk mempelajari sebuah pendidikan.


Namun berkat kegigihan dan tekad kuat Putri Quan Linguang berhasil meyakinkan masyarakat di desa itu, akhirnya mereka mengizinkan putra-putri mereka untuk belajar ilmu pendidikan dengan secara sembunyi-sembunyi karena mereka tidak ingin pihak kerajaan bahkan para prajurit sekalipun mengetahuinya.

__ADS_1


Maka dari itu Putri Quan Ling mendidik anak desa itu dengan cara sembunyi-sembunyi di dalam gubuk kecil di tengah padang luas agak jauh dari kerajaan Shenshi, tentunya gubuk itu dibuat oleh para orang tua dari anak-anak desa itu.


air mata Raja Zhou Yhan menitik menjatuhi pipinya, hatinya mulai tersentuh karena ia sendiri tidak pernah memikirkan tentang masa depan rakyatnya sendiri, ia lhanya haus akan kekuasaan dan menguasai seluruh dunia.


Anak-anak Itu tampak gembira bermain sambil belajar dengan Putri Quan Ling, sesekali diiringi canda tawa Putri Quan Ling agar mereka tidak merasa jenuh dan cepat memahami setiap pengetahuan yang ia berikan.


"Tidak kusangka budi pekerti mu setulus itu Putri Quan Ling, kau menyadarkan aku betapa egoisnya diriku selama ini. Bahkan aku tidak pernah berpikir akan pendidikan anak-anak di deesa ini sebagai pun Aku bangga padamu putri Quan Lung. "


Sedangkan di dalam istana putri Lin Mei tampak sedang menjelajahi seluruh ruangan itu.


Raja Zhou Yhan yang tidak menampakkan batang hidungnya sejak semalam yang pergi meninggalkan dirinya dengan wajah cemberut.


Putri lilin Mei menuju ke kamar Ibu Ratu Yang iya berniat untuk melampiaskan seluruh kekesalannya di sana serta mengadukan sikap Raja zhou Yhan kepadanya.


Namun apa yang Ratu YannYikhu lakukan? Ia sendiri tidak begitu peduli kepadanya dia hanya menjawab sekata dua kata dan itupun secara singkat sepertinya ratu Yan Yikhu tidak begitu menyetujui pernikahan putri Quan Ling dan maidan putranya karena ia tahu hanya Putri Quan Linglah wanita terbaik yang bisa menjadi pendamping putranya itu.


Dari balik dinding tampak pangeran Shing Haein memandangi Putri Line Mei dengan tatapan sendu. Sepertinya ia memiliki perasaan kepada putri lebay itu.


Namun tidak pernah ia katakan selama ini karena ia sendiri ragu akan perasaannya, yaitu apakah akan terbalas atau tidak. Dan saat pernikahan putri Lin Mei dan pangeran Zhuo Yhan yang berlangsung. Ia pun kecewa namun tidak bisa berbuat apa-apa karena semua itu sudah menjadi takdir yang maha kuasa.

__ADS_1


__ADS_2