
"Bedebah! Dasar pecundang!" teriak putri Quan Ling memaki-maki pangeran Zhou Yhan.
Pangeran Zhou Yhan semakin mempererat cengkraman nya, lalu memandang wajah cantik jelita putri Quan Ling. Sekilas timbul hasrat nya saat ia menatap bibir putri Quan Ling yang merah merona, sebuah bagian yang pernah ia nikmati sebelumnya.
Namun, dengan cepat pangeran Zhou Yhan segera menyadarkan dirinya kalau saat ini ia adalah pangeran Zhou Yhan, bukan Kim Yung yang payah.
"Andaikan saja, kau bukan seorang wanita pasti telah aku habisi dirimu!" sentak pangeran Zhou Yhan seraya kembali mendorong tubuh putri Quan Ling sehingga membuatnya terjatuh di tanah yang hanya beralaskan jerami.
Rupanya tempat itu adalah tempat penyimpanan rumput untuk makanan kuda.
"Urusan kita belum selesai! Kau telah membunuh pangeran Yan Sensoo! Dan, aku akan membuat perhitungan denganmu!" teriak putri Quan Ling berapi-api.
Pangeran Zhou Yhan hanya menarik sebelah sudut bibirnya ketika mendengar ucapan putri Quan Ling.
"Wanita lemah seperti mu, bisa berbuat apa? Kau ingin membalaskan kematian tunanganmu itu? Silahkan!" dengan sombongnya pangeran Zhou Yhan menghina putri Quan Ling.
Putri Quan Ling yang telah terbakar amarah tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu untuk menghabisi pangeran Zhou Yhan. Namun, raganya terlalu lemah. Ia bahkan tidak bisa mengangkat senjatanya ke arah pangeran Zhou Yhan, dan itu membuat pangeran Zhou Yhan tertawa semakin merendahkan dirinya.
"Hah, sudahlah! Lebih baik kau tidur saja! Nanti kalau kekuatan mu telah pulih, kita bisa beradu tanding." Pangeran Zhou Yhan mengunci pintu ruangan itu dari luar.
Sebuah ruangan berbilik bambu dan pintu yang hanya menggunakan sebuah balok sebagai penguncinya.
>>>>>>>>>>
Pada saat malam hari ketika matahari telah terbenam, raja Fan Kris Wu dan orang-orang kepercayaannya sedang melakukan diskusi.
__ADS_1
Diskusi ini terjadi atas permintaan raja Shan Hua yang tidak ingin pertumpahan darah terjadi kembali dari rakyat yang dengan setia membela dirinya. Sebanyak apapun rakyatnya, mereka tidak akan pernah bisa menandingi kehebatan kekuatan prajurit kerajaan Shengshi.
"Aku mohon raja Fan kris Wu, demi nyawa seluruh rakyatku hentikan semua ini! Aku akan melakukan apapun yang kau inginkan, asal kau biarkan mereka semua hidup," pinta raja Shan Hua dengan mengiba.
Raja Shan Hua tidak akan sanggup jika harus melihat para wanita dan anak-anak yang datang untuk membela dirinya dibunuh dengan biadab oleh prajurit raja Fan kris Wu, yang saat ini jumlahnya masih sangat banyak. Dibandingkan prajuritnya sendiri.
Karena banyak diantara mereka, para suami yang kehilangan nyawa karena membela dirinya dan tanah air mereka.
"Hm, baiklah! kawan, aku pasti akan mengabulkan permintaanmu sebagai seorang teman. Tapi, ada syaratnya!"
"Katakanlah, aku pasti akan melakukan apapun persyaratan itu," sahut raja Shan Hua tanpa berpikir panjang, karena keselamatan rakyatnya adalah yang utama baginya.
"Putrimu! Quan Ling harus bersedia menikah dengan putraku, pangeran Zhou Yhan!" raja Fan kris Wu menunjuk dengan agung pada putra pertamanya.
Putri Quan Ling terkejut mendengar persyaratan yang diajukan oleh raja Fan kris Wu, bagaimana mungkin dirinya menikah dengan pria yang sangat dibenci nya, bahkan rasa dendam itu masih membara di dalam sanubarinya.
"Ini bukan jaminan, tapi ini adalah hak kami karena telah berhasil mengalahkan dirimu dan kekuasaan mu akan menjadi milikku sepenuhnya!"
"Bajingan kau Fan kris Wu! Apakah kau lupa, siapa yang telah membantu dirimu untuk menjadi penguasa di kerajaan Shengshi!"
Raja Shan Hua menjadi geram dengan penghinaan yang telah dilakukan oleh raja Fan kris Wu. Memaksa putrinya menikah dengan pria yang ia benci merupakan penghinaan yang teramat besar baginya. Karena putri Quan Ling adalah simbol kehormatan bagi raja Shan Hua.
Namun, putri Quan Ling kembali berfikir. Jika sampai kerajaan Shan Hua di kuasai oleh raja Fan kris Wu, maka seluruh kehidupan rakyatnya akan berubah, bisa saja mereka ditindas sama seperti nasib rakyat di kerajaan Shengshi, terutama nasib para wanita yang sangat memprihatinkan. Oleh karena itu, putri Quan Ling angkat bicara.
"Aku bersedia, tetapi dengan satu permintaan yang harus kau penuhi Yang mulia raja Fan kris Wu!" suara putri Quan Ling menggema di ruangan itu dengan sangat lantang.
__ADS_1
Membuat semua mata tertuju hanya kepada putri Quan Ling, semua orang menatapnya dengan heran. Terutama Ayahnya, raja Shan Hua.
"Tidak putri ku jangan lakukan itu!" raja Shan Hua menolak persetujuan putrinya.
"Ayah, aku harus melakukan semua itu agar kehidupan rakyat kita tetap sejahtera." Putri Quan Ling tetap pada pendiriannya.
"Sebutkan permintaanmu!"
Putri Quan Ling pun menyebutkan satu permintaannya.
"Kembalikan kekuasaan Ayahku, dan bebas kan Ibuku! Biarkan kerajaan Huachayyan berjalan seperti semula. Setelah itu, aku bersedia menikah dengan pangeran Zhou Yhan." Putri Quan Ling menggertakkan giginya ketika menyebutkan nama pangeran Zhou Yhan.
"Baiklah, aku kabulkan permintaanmu, calon menantuku," ucap raja Fan kris Wu dengan menyeringai puas.
Memang, kekuasaan di kerajaan itu tidak penting bagi raja Fan kris Wu. Karena baginya yang paling utama adalah menjerat putri Quan Ling dan membawanya ke istana kekuasaannya.
Raja Fan kris Wu masih tetap mengincar batu permata kristal putih yang ada didalam raga putri Quan Ling. Ia berharap dengan menikahkan putranya, akan mempermudah mendapatkan batu permata kristal putih itu.
Raja Fan kris Wu tidak tahu bahwa jiwa putri Quan Ling dan pangeran Zhou Yhan telah menyatu, walaupun dalam sosok sebagai Kim Yung. Karena penyatuan itu mereka akan sama-sama merasakan jika sesuatu terjadi kepada salah satu diantara mereka berdua.
Sama seperti halnya, saat raja Fan kris Wu menyerang putri Quan Ling dengan jurus seribu semburan api, putri Quan Ling memang tidak merasakan hawa panas dari api itu, tetapi pangeran Zhou Yhan lah yang menanggung panas nya api itu sehingga membuat dirinya hanya bisa diam karena berusaha menyembunyikan apa yang ia rasakan dari semua orang.
Bukan tanpa alasan pangeran Zhou Yhan melakukan hal itu, hanya karena ia tidak ingin penyamaran nya sebagai Kim Yung terbongkar didepan putri Quan Ling. Pangeran Zhou Yhan bertekad akan menyembunyikan identitas itu sampai kapanpun.
Mendengar persetujuan dari raja Fan kris Wu membuat putri Quan Ling tersenyum lega, walaupun dirinya harus hidup bersama dengan orang yang sangat dicintainya.
__ADS_1
Namun, putri Quan Ling bertekad akan membalaskan dendam kematian pangeran Yan Sensoo dan Annchi. Sebab, ia tidak akan pernah tenang sebelum membalaskan dendamnya.
Sementara itu, berbeda dengan yang dirasakan oleh pangeran Zhou Yhan. Ia justru menyembunyikan senyumnya ketika mendengar keputusan raja Fan kris Wu dan putri Quan Ling yang bersedia menikah dengan nya, karena hanya dengan gak itu ia bisa dekat dengan putri Quan Ling walaupun tidak sebagai Kim Yung.