
Di kerajaan Hua Kingyan rupanya raja Shan Hua telah membentengi dirinya dengan kekuatan naga murni, oleh karena itu meskipun seluruh kerajaannya telah porak-poranda raja Fan Kris Wu tidak bisa mengalahkan raja Shan Hua. Hingga pada akhirnya raja Fan kris Wu merasa kewalahan.
Berbagai cara dilakukan oleh raja Fan kris Wu untuk berusaha menyerang raja Shan Hua, tetapi kekuatan serangannya seolah dipantulkan oleh tubuh raja Shan Hua dan berbalik arah menyerang dirinya sendiri.
Kekuatan naga murni diperoleh oleh raja Shan Hua dari air mata putri Quan Ling yang jatuh menetes pada gelas minuman raja Shan Hua, dan raja Shan Hua tidak sengaja meminumnya.
"Bedebah! Dari mana raja Shan Hua mendapatkan kekuatan naga murni, hingga aku tidak bisa melukainya sedikit pun!" geram raja Fan kris Wu ketika serangannya kembali menyerang dirinya. Beruntung ia bisa menghindar jika tidak tentulah tubuhnya akan hancur terkena serangan kekuatannya sendiri.
Raja Shan Hua hanya berdiam diri dengan duduk bersila di singgasana nya, ia tidak perlu melakukan apapun karena kekuatan naga murni telah melindungi dirinya.
Kali ini raja Fan kris Wu tidak tanggung-tanggung lagi, bahkan ia mengeluarkan jurus seribu semburan api, ini adalah jurus andalannya ketika merasa terdesak.
Kedua tangan raja Fan kris Wu berputar di depan dadanya, dengan segenap kekuatan raja Fan kris Wu berusaha mengeluarkan jurus seribu semburan api yang berbentuk bulat merah menyala di tangannya.
Setelah jurus seribu semburan api benar-benar siap diluncurkan dari tangannya, Raja Fan kris Wu mengarahkan tepat pada tubuh raja Shan Hua.
WUUSSHH.
Kekuatan jurus seribu semburan api melesat cepat ke arah raja Shan Hua, namun itu hanya sesaat karena pada detik berikutnya jurus seribu semburan api kembali berbalik menyerang raja Fan kris Wu yang tidak sempat mengelak.
Akibatnya, tubuh raja Fan kris Wu terpental jauh membentur dinding istana yang kokoh.
GUHAK…
Segumpal darah muncrat dari mulut raja Fan kris Wu dan mengotori pakaian kebesarannya.
"Sial, kenapa aku tidak bisa melukainya? Apa sebenarnya yang terjadi?" raja Fan kris Wu bertanya-tanya seraya berusaha bangkit kembali dengan bersusah payah menahan rasa sakit di dadanya yang terasa remuk.
"Hm," raja Shan Hua hanya tersenyum melirik ke arah raja Fan kris Wu yang telah berlumuran darah.
Tepat pada saat itulah, pangeran Zhou Yhan datang dan langsung menyerang raja Shan Hua dengan kekuatan jurus naga petir. Ia merasa tidak terima Ayahnya dikalahkan begitu saja.
__ADS_1
Dan apa yang terjadi?
Sebelumnya raja Shan Hua yang tidak bisa dilukai oleh raja Fan kris Wu, bahkan dengan kekuatan jurus andalannya sekalipun.
BRUKK.
Tubuh raja Shan Hua ambruk seketika, ia terjatuh dari singgasana nya. Kekuatan jurus naga petir telah berhasil melenyapkan benteng pertahanan kekuatan naga murni. Dan itu disebabkan oleh jiwa pangeran Zhou Yhan yang telah menyatu dengan jiwa putri Quan Ling. Menjadikan kekuatan naga murni lumpuh seketika. Dan hanya putri Quan Ling yang bisa mengalahkan pangeran Zhou Yhan.
"Hahaha…akhirnya kau tumbang juga raja Shan Hua, sekarang terimalah pembalasanku!" raja Fan kris Wu kembali menyerang raja Shan Hua dengan kekuatan jurus seribu semburan api.
Rupanya ia belum puas sebelum berhasil menyerang raja Shan Hua dengan kekuatannya sendiri.
GUHAAKK.
Segumpal darah terlontar dari mulut raja Shan Hua, dan itu membuat jerit tangis ratu Yun Lie pecah di dalam ruangan itu. Sang ratu tidak kuasa melihat suaminya di siksa habis-habisan oleh raja Fan kris Wu yang tidak mengenal belas kasihan.
"Raja Fan kris Wu! Lepaskan suamiku, jangan sakiti dia!" teriak ratu Yun Lie dengan berusaha menghampiri raja Shan Hua yang terkapar di bawah singgasana nya.
"Sayang sekali, aku tidak memiliki niatan untuk melepaskan suami mu yang tidak berguna ini, lebih baik kau bersenang-senang saja denganku, hahaha…!" suara raja Fan kris Wu menggelegar kesenangan melihat kesedihan ratu Yun Lie.
Namun, sebelum raja Fan kris Wu mewujudkan niatnya, ia telah lebih dulu dikejutkan dengan kabar berita yang sangat menusuk hatinya dan membuat dirinya kehilangan wanita yang sangat dipujanya.
Raja Fan kris Wu merasa sakit hati karena ratu Yun Lie dijodohkan dengan raja Shan Hua dan menikah dengannya.
Raja Fan kris Wu merasa sangat terhina, namun ia tidak bisa melakukan apapun pada saat itu. Ia hanya bisa menjalani takdir cintanya yang pupus di tengah jalan.
Maka sejak saat itulah raja Fan kris Wu memutuskan untuk tidak mencintai siapapun selain dirinya sendiri, termasuk kepada istrinya sendiri pun raja Fan kris Wu tidak ingin mencintai.
"Dasar bajingan! Kau tidak akan pernah mendapatkan kebahagiaan seumur hidupmu!" bentak ratu Yun Lie.
"Prajurit! Tahan manusia tidak berguna ini di penjara bawah tanah! Dan jangan pernah diberi makan ataupun minum!" perintah raja Fan kris Wu.
__ADS_1
"Baik, Yang Mulia."
Beberapa prajurit membawa raja Shan Hua dengan menyeretnya.
"Lepaskan suamiku! Jangan bawa dia!" teriak ratu Yun Lie berniat mengejar raja Shan Hua yang diseret dengan tanpa peri kemanusiaan.
"Raja Fan kris Wu, aku mohon lepaskan suamiku, biarkan aku merawat lukanya," pinta ratu Yun Lie mengiba dengan air kata yang terus menetes.
"Ratu Yun Lie, kau masih saja cantik seperti dulu. Daripada kau menangisi manusia tidak berguna itu lebih baik kau bersenang-senang denganku!" raja Fan kris Wu membelai lembut wajah ratu Yun Lie.
Kemudian menjambaknya dengan keras sehingga membuat ratu Yun Lie mengerang kesakitan.
"Prajurit! Kurung ratu Yun Lie di kamarnya!" perintah raja Fan kris Wu.
Pangeran Zhou Yhan sangat menikmati semua peristiwa itu dan tersenyum sinis. Pangeran Zhou Yhan memang mencintai putri Quan Ling, tetapi ia tidak bisa menghalangi Ayahnya untuk melakukan semua itu. Ia tidak ingin mencampuri urusan Ayah nya.
Berbeda dengan pangeran Shin Haein, ia yang merasa muak dengan perilaku Ayahnya segera menghadang prajurit yang hampir menyeret ratu Yun Lie.
"Hentikan, prajurit! Lepaskan wanita ini!" seru pangeran Shin Haein dengan suara geram.
"Maaf, pangeran Shin Haein kami hanya menjalankan perintah Yang mulia raja Fan kris Wu," sahut pimpinan prajurit lalu kembali melanjutkan tugasnya.
"Ayah, seperti inikah kewibawaanmu? Ayah tidak malu menyiksa seorang wanita?" pangeran Shin Haein berharap raja Fan kris Wu berubah pikiran.
Namun, sebelum raja Fan kris Wu menjawab, pangeran Zhou Yhan telah terlebih dahulu membuka suara.
"Adikku, Shin Haein! Sudah menjadi kodratnya yang kalah diperbudak dan yang menang akan semakin berkuasa!"
Dan kata-kata ini membuat pangeran Shin Haein mendebat pangeran Zhou Yhan.
"Tidak aku sangka, kakak Zhou adalah orang yang berpikiran sempit, ingatlah kakak budi pekerti mengajarkan kita untuk saling menolong, apalagi mereka yang lemah, seharusnya kita melindungi bukan menyakiti!"
__ADS_1
"Ini adalah peperangan, bukan ajang percintaan. Jadi, lebih baik kau simpan saja rasa kasih sayang itu didalam hatimu, dan kau harus bertindak sesuai dengan otakmu bukan hatimu!"
Pangeran Shin Haein hanya bisa menggertakkan geraham nya menyimpan kemarahan dan rasa tidak terima atas perlakuan Ayah dan Kakaknya kepada ratu Yun Lie.