Misteri Putri Quan Ling {Reinkarnasi Dewi Surgawi}

Misteri Putri Quan Ling {Reinkarnasi Dewi Surgawi}
Seperti Magnet pengikat


__ADS_3

Seekor tikus kecil berwarna hitam pekat jelmaan dari seekor raksasa yang bernama Gough Raks, Tiba-tiba saja melompat dan menempati pangkuan ratu utama, yaitu ratu Quan Ling. Serentak seluruh prajurit bergegas hendak membuang tikus itu, tetapi dihentikan oleh ratu Quan Ling.


"Biarkan! Jangan sampai ada yang mengusiknya," perintah ratu Quan Ling.


Sontak membuat semua prajurit mengurungkan niatnya dan kembali pada posisi masing-masing dengan penuh rasa heran.


Raja Zhou Yhan melirik ke arah tikus itu dengan berkata, "Dari mana kau mendapatkan tikus jelek menjijikkan itu?"


"Di hutan, aku menemukannya saat aku kembali kesini," jawab ratu Quan Ling dengan berbohong.


Raja Zhou Yhan merasa lega, itu berarti tikus itu bukanlah jelmaan Gough Raks. Setelah beberapa lama ia berpidato, akhirnya pertemuan itu pun ditutup.


Raja Zhou Yhan kembali ke kamarnya untuk beristirahat, ia merasa lumayan lelah setelah duduk berjam-jam di atas singgasana. Begitu pula dengan ratu Quan Ling yang langsung menemui Young Vei di taman istana.


"Hai, adik kecil!" sapa ratu Quan Ling dengan senyum khasnya.


"Kakak…!" Young Vei berlari dari tengah-tengah taman menuju ke arah ratu Quan Ling yang sedang berdiri di tepi taman.


"Kakak, kakak kemana saja, aku mencari kakak ke mana-mana tapi tidak ketemu," ucap Young Vei seraya memeluk ratu Quan Ling.


"Kakak cantik." Young Vei melepaskan pelukannya dan mengamati seluruh tubuh ratu Quan Ling dari ujung kepala hingga ujung kaki.


"Sekarang kakakmu ini telah menjadi ratu utama di istana ini, hm, kau senang?" ratu Quan Ling menggendong bocah kecil itu dengan penuh kasih sayang.


"Tentu, apakah itu artinya aku telah menjadi seorang pangeran?" tanya Young Vei dengan polos nya.

__ADS_1


"Ya, tentu saja. Kau adalah pangeran Young Vei yang tampan."


Ratu Quan Ling mencium kedua pipi menggemaskan milik Young Vei, kini perawakan bocah itu sangat berbeda saat ia pertama kali datang ke istana itu, dulu Young Vei yang kurus dan dekil, kini telah jauh lebih berisi dan terlihat sangat aktif.


"Kakak, lihatlah!" Young Vei menunjuk ke arah kertas yang terletak di kursi taman.


"Aku bisa menulis seperti yang kakak ajarkan, apa kakak bangga padaku?"


"Tentu saja bangga, kau anak yang pintar. Sekarang aku akan kembali ke kamar, apa kau ingin ikut?"


"Tidak! Aku akan bermain disini saja," tolak Young Vei lalu berlari ke arah kursi taman dan memulai menulis kembali.


Ratu Quan Ling tersenyum kemudian melanjutkan perjalanannya ke arah kamarnya. Ia merasa cukup lelah dan ingin segera beristirahat.


>>>>>>>>>>>


Raja Zhou Yhan menghantamkan lampu hias ke arah dinding dan menendang kursi yang ada di dalam kamarnya, tanpa henti ia terus memaki-maki putri Quan Ling. Niatnya yang semula ingin mempermalukan wanita itu di depan umum gagal total.


Di tengah kemarahannya yang meledak-ledak saksinya saat ini tidak ada seorangpun yang berani menghentikan segala aksinya. Sekalipun ia adalah putri Lin Mei yang merupakan sahabat dari masa kecil, juga tidak berani menghentikan kemarahan raja Zhou Yhan.


Namun, tidak dengan putri Quan Ling. Wanita itu tampak dengan tenang memasuki kamar raja Zhou Yhan ketika mendengar suara ribut-ribut dari sana. Putri Quan Ling tersenyum melihat semua aksi raja Zhou Yhan kemudian terlintas di dalam benaknya untuk melakukan sesuatu.


"Pelayan!" panggil putri Quan Ling dengan suara lembut yang di buat nyaring.


Tampak pelayan pribadi pangeran Zhou Yhan menghampirinya dengan terburu-buru dan di penuhi rasa takut. Pelayan itu tampak gemetar ketika berdiri di antara putri Quan Ling dan raja Zhou Yhan.

__ADS_1


"Ya, Saya disini ratu utama, ada apa?" suaranya juga terdengar sangat bergetar menunjukkan jika dirinya memang di dalam ketakutan.


"Cepat, pindahkan semua barang-barang di dalam kamar ini dan letakkan di gudang, karena Yang mulia raja tidak membutuhkannya lagi."


Sontak ucapan putri Quan Ling mendapat respon yang tidak disangka oleh raja Zhou Yhan, pria itu menghampiri putri Quan Ling dan menjatuhkannya ke atas ranjang. Raja Zhou Yhan tidak mempedulikan pelayannya dan juga putri Lin Mei yang menatapnya dengan tajam.


"Apa yang kau lakukan? Lepaskan aku!" Putri Quan Ling meronta hendak mendorong tubuh raja Zhou Yhan yang telah menindih tubuhnya di atas ranjang.


"Aku akan memberimu pelajaran karena kau telah berani ikut campur dalam urusanku, asal kau tahu, aku tidak suka dengan caramu." Raja Zhou Yhan mencengkam kedua tangan putri Quan dan menekannya di atas ranjang.


Oh, sungguh suatu posisi yang sangat mengerikan bagi putri Quan Ling, selama mereka menikah baru kali ini ia diperlakukan seperti itu oleh raja Zhou Yhan.


Putri Lin Mei dan pelayan yang sedang berdiri menatap insiden panas di depannya, hanya membelalakkan kedua mata mereka. Ya, itu adalah insiden panas bagi putri Lin Mei. Dikarenakan saat ini ia sedang menahan panasnya api cemburu melihat posisi lelaki yang dicintainya mengukung wanita lain di bawah tubuhnya.


"Apa yang kalian lakukan disini? Ingin melihat pertunjukan?" kedua bola mata raja Zhou Yhan membulat tajam menatap putri Lin Mei dan pelayan itu.


"M-maaf, Yang mulia," sahut pelayan itu lalu berlari keluar dari kame itu dan menutup pintunya rapat-rapat.


Sedangkan putri Lin Mei telah lebih dulu meninggalkan kamar itu dengan kedua tangan yang terkepal erat. Putri Lin Mei berjalan sembari mendengus kesal atas perlakuan pria yang dicintainya.


"Sial! Mengapa aku harus melihat semuanya? Seharusnya aku pergi sejak tadi, jadi setidaknya mata ini tidak akan panas seperti panasnya hatiku."


Namun, tak lama kemudian putri Lin Mei tersenyum tipis seperti sedang menyeringai. Kemudian ia berkata sekedar menghibur dirinya sendiri, "Tapi, biarlah Zhou Yhan menikmati kecantikan putri Quan Ling dulu, aku yakin setelah bosan nanti dia pasti akan melemparkan wanita itu sejauh-jauhnya."


Sedangkan di dalam kamar yang tertutup rapat, putri Quan Ling sedang berusaha melepaskan dirinya dari cengkraman kuat raja Zhou Yhan. Putri Quan Ling mengerahkan seluruh tenaganya hingga ia berkeringat, tetapi tidak mampu untuk melepaskan diri karena tenaga raja Zhou Yhan yang jauh lebih kuat daripada dirinya.

__ADS_1


"Merontalah semaumu! Karena sedikitpun aku tidak akan pernah melepaskan apa yang telah menjadi milikku, bukankah aku raja dan kau ratu utama? Jadi, lebih baik kita bekerja sama dan saling menikmati," bisik raja Zhou Yhan seraya menatap wajah putri Quan Ling dengan tersenyum.


Entah mengapa raja Zhou Yhan merasa senang melihat putri Quan Ling yang terlihat sedikit panik dan ia mencoba untuk terus menggodanya. Putri Quan Ling seperti sebuah magnet yang terus menarik perhatiannya dan mengikat tatapannya.


__ADS_2