
"Untuk apa kau kemari?" Putri Quan Ling berdiri dan menatap Kim Yung dengan tajam.
"Apa kau sudah gila dengan ingin mengakhiri hidupmu? Apa yang kau dapatkan dari itu?" Kim Yung balas bertanya.
"Setidaknya aku tidak akan pernah bertemu lagi denganmu!" sentak wanita cantik itu tetap menatap pria di sampingnya dengan penuh kebencian.
"Apa maksudmu? Mengapa sikapmu berubah? Apa ada yang salah dengan diriku?" Kim Yung menampakkan tampang polosnya.
"Tidak! Bukan kau yang salah, tapi… aku! Ini semua karena kesalahanku!" Putri Quan Ling berpaling membelakangi Kim Yung yang menatapnya dengan rasa heran.
"Coba jelaskan! A-aku tidak mengerti."
"Kembalikan batu permata kristal putih itu padaku, dan biarkan aku pergi jauh dengan membawa segala dendam di hati ini," Putri Quan Ling kembali menatap Kim Yung, dengan harapan pria itu akan mengembalikan batu permata itu serta seluruh kekuatan di dalamnya.
Namun, sungguh jawaban yang tidak pernah ia ingin mendengarnya yang keluar dari mulut Kim Yung.
"Tidak! Tidak bisa!" tolak Kim Yung.
"Bagus, sekarang kau telah menunjukkan siapa dirimu yang sebenarnya, Yang mulia raja Zhou Yhan!" teriak putri Quan Ling dengan penuh amarah.
Mendengar ucapan wanita itu, Kim Yung terperangah, tetapi pada detik berikutnya ia harus Mundur beberapa langkah karena Putri Quan Ling telah menyerangnya lebih dulu.
WUSS
GREP
WUSS
__ADS_1
GREPP
Suara sepak terjang putri Quan Ling disertai gerakan Kim Yung yang menangkis serangan-serangan wanita itu memenuhi area hutan di sekitarnya, suara yang menggema penuh dendam.
"Hentikan, Quan Ling! Kau sudah gila! Aku yang selalu menyelamatkan dirimu dari bahaya, inikah balasanmu?" suara raja Zhou Yhan di sela-sela serangan putri Quan Ling.
"Aku menyesal mempercayai pecundang sepertimu, demi mendapatkan batu permata yang aku miliki kau berpura-pura baik dan peduli denganku dalam sosok yang berbeda, sungguh aku benci dirimu! Kyaaaaaa...!" Putri Quan Ling semakin gencar menyerang, kini ia tidak lagi memikirkan konsekuensi dari perbuatannya itu.
Dikarenakan selalu di serang oleh wanita itu, Kim Yung terpaksa membalas serangannya dan tepat mengenai perut putri Quan Ling.
GUHAAAK.
Hanya dalam sekali pukulan saja, putri Quan Ling telah muntah darah. Seteguk cairan kental merah mengotori dadanya. Karena tidak memiliki kekuatan sedikit pun, kondisi putri Quan Ling semakin melemah, tetapi masih juga dipaksakan untuk terus menyerang pria itu tanpa rasa takut sedikitpun.
"Maaf, putri Quan Ling, aku terpaksa, aku mohon hentikanlah!"
"Kyaaaaa…!"
"Aaaahhhh!"
Tubuh putri Quan Ling terpelanting jauh dan jatuh menimpa semak-semak, ia terjatuh tepat di sisi harimau yang telah tewas akibat tusukan belati dari Kim Yung.
"Putri Quan Ling, kau tidak apa-apa?" tanya Kim Yung seraya mendekati putri Quan Ling dengan tatapan penuh rasa iba.
"Kau puas? Kau puas telah menghancurkan hidupku? Pertama kau bunuh calon suamiku? Kedua kau nikahi aku tanpa rasa Cinta, dan ketiga kau telah membunuh Ayahku dengan kekuatanku yang aku titipkan padamu, uhuk… uhuk…! Mengapa kau tega lakukan semua itu?" Tatapan putri Quan Ling yang lemah menembus jiwa Kim Yung dan membuat pria itu semakin mendekatinya dan berusaha menyelamatkan nya.
Raja Zhou Yhan yang sedang dalam sosok Kim Young tidak bisa berkata apapun melihat wanita cantik di depannya berlumuran darah, seteguk demi seteguk darah terus keluar ketika putri Quan Ling terbatuk dan memuntahkannya.
__ADS_1
"Sungguh, maafkan aku, aku tidak bermaksud menyakitimu." Tatapan itu masih tersirat rasa iba. Entah itu cinta ataukah sebaliknya?
"Sekarang bunuh aku," pinta putri Quan Ling dengan tatapan yang memelas, "aku siap menerimanya, uhuk… uhuk…!"
"Tidak, aku tidak akan pernah membunuhmu, aku akan membawamu kembali ke istana dan lukamu harus cepat diobati."
ZRAS.
"Ahhhkkk!"
Baru saja tangan pria itu hendak mengangkat tubuh putri Quan Ling sebuah tusukan telah berhasil mendarat di punggungnya.
Ya, tanpa sepengetahuan Kim Yung, sebelah tangan putri Quan Ling telah berhasil mencabut belati dari tubuh harimau itu dan menusukkannya secara diam-diam ke arah punggung pria itu dan membuat darah mengalir dari lukanya.
"Apa yang kau lakukan, putri Quan Ling?" Kim Yung meringis kesakitan dan melepaskan sentuhannya di tubuh wanita itu.
"Tusukan ini tidak akan membunuhmu, tapi setidaknya akan mampu mengingatkan dirimu akan dosa-dosa yang telah kau lakukan selama ini! Dan maafkan aku karena aku harus pergi, Kyaaaa!"
Putri Quan Ling melompat dan kemudian menghilang di balik semak-semak. Kini hanya tinggallah Kim Yung seorang diri bersama lukanya yang terus mengucurkan darah. Dan pada akhirnya ia memutuskan untuk kembali ke istana, melepaskan putri Quan Ling yang telah pergi jauh darinya.
Diantara bebatuan yang berkerikil putri Quan Ling menapakkan kakinya perlahan, langkah demi langkah ia paksakan demi kembali ke istananya, istana yang selama ia rindukan.
"Aaakkhhh! Mengapa sakit begini?" erang putri Quan Ling seraya memegangi punggungnya yang tidak terluka tetapi terasa sakit.
"Oh, dewa. Aku lupa jika jiwa kami telah disatukan, jika ia terluka maka aku lah yang merasakan sakitnya, dan begitu pula sebaliknya." Sebenarnya putri Quan Ling telah merasakan sakit sejak tadi, ketika ia telah berhasil menusukkan belati itu di tubuh Kim Yung.
Dengan menahan rasa sakit di bagian perut dan punggungnya, putri Quan Ling tetap berusaha kembali ke istananya di kerajaan King Huan.
__ADS_1