Misteri Putri Quan Ling {Reinkarnasi Dewi Surgawi}

Misteri Putri Quan Ling {Reinkarnasi Dewi Surgawi}
Titik kelemahan putri Quan Ling


__ADS_3

"Tertawalah kalian! Selagi kalian sanggup untuk tertawa!" seru putri Quan Ling dari arah pintu utama.


"Putri Quan Ling?" bisik pangeran Zhou Yhan dengan pandangan redup.


Entah mengapa saat menatap wajah dan sorot mata wanita itu, hati pangeran Zhou Yhan menjadi lemah. Beruntung ia telah mengganti pakaiannya sehingga putri Quan Ling tidak dapat mengenalinya sebagai Kim Yung, pria yang pernah menyelamatkan nyawanya. Bahkan sebagai seorang pria yang telah berhasil mencuri ciuman pertamanya.


"Pangeran Zhou Yhan! Aku tidak akan memaafkanmu!" teriak putri Quan Ling dengan lantang.


Amarah telah menguasai dirinya dan itu menimbulkan sebuah kilatan cahaya batu permata kristal putih berkilau sempurna di keningnya.


"Batu permata kristal putih," gumam raja Fan kris Wu dengan kedua mata yang bersinar menampakkan keserakahan nya.


"Ya! Akulah wujud batu permata kristal putih, akulah yang kau cari selama ini. Sekarang lepaskan kedua orang itu!" namun bukan putri Quan Ling yang berkata melainkan roh yang bersemayam di dalam batu permata kristal putih yang berada di dalam tubuh putri Quan Ling.


Roh ini sangat kuat dan pemarah, tidak akan ada satupun yang bisa terlepas dari kemarahannya.


Raja Fan kris Wu yang tamak segera melepaskan jurus seribu semburan api kearah putri Quan Ling. Dalam sekejap tubuh putri Quan Ling telah tertelan semburan api yang berkobar-kobar.


WUUSH.


WUUSH.


Jurus seribu semburan api terus saja membakar tubuh putri Quan Ling, semua orang mengira bahwa putri Quan Ling telah tiada, hangus terbakar dalam kobaran api yang menyala-nyala.


"Putri Quan Ling," lirih pangeran Zhou Yhan seakan berbisik kepada dirinya sendiri.


Air matanya menetes. Namun, dengan segera pangeran Zhou Yhan mengusap nya sebelum ada salah satu diantara mereka yang melihatnya.


Raja Fan kris Wu tertawa puas, ia pun mengira kalau putri Quan Ling telah mati terbakar api.


"Hahaha… akhirnya setelah sekian lama penantian ku, takdir memberiku kabar bahagia dengan mempertemukan diriku dengan putri Quan Ling, jelmaan dewi kemuliaan!"

__ADS_1


"Ayah, bukankah telah aku katakan, seharusnya Ayah tidak melakukan hal itu kepada putri Quan Ling, jika sampai dia mati maka raganya tidak akan berguna lagi untuk kita," kata pangeran Zhou Yhan dengan pandangan nanar.


Sebenarnya pangeran Zhou Yhan ingin membawa putri Quan Ling ke istananya sebagai sandera.


"Itu tidak diperlukan lagi, menurutku akan lebih mudah mengambil batu permata kristal putih di saat dia telah mati."


Pangeran Shin Haein hanya diam saja menyaksikan perbuatan Ayah dan kakaknya yang tidak jauh berbeda.


Suara gelak tawa penuh nafsu terdengar dari mulut raja Fan kris Wu, ia merasa tidak sabar lagi untuk mendapatkan batu permata kristal putih yang akan menambah kesaktiannya serta semakin memperkebal tubuhnya.


Namun, belum lama raja Fan kris Wu tertawa puas, tiba-tiba saja ia dibuat terkejut ketika melihat putri Quan Ling yang masih hidup di dalam kobaran api. Bahkan, tidak satupun dari bagian tubuhnya yang tersentuh oleh panas api tersebut.


Putri Quan Ling yang cantik jelita kini terlihat sangat beringas. Kedua matanya memancarkan kemarahan, tangannya bersiap melemparkan serangannya.


WUSH.


Jurus semburan api yang menyala-nyala langsung menyerang tubuh raja Fan kris Wu dan membuatnya terjatuh dari atas singgasana yang ia rampas dari raja Shan Hua.


Tubuh raja Fan kris Wu terjatuh membentur lantai setelah lama berguling-guling dari ketinggian singgasana.


"Aaaaaakkhh!" teriak raja Fan kris Wu yang berhenti tepat di depan kaki putri Quan Ling.


WUUSH.


Kembali putri Quan Ling menyerang. Namun kali ini dengan kekuatan batu permata kristal putih yang bersamaan dengan jurus angin petir yang ia miliki sejak lahir.


Serangan yang begitu dahsyat menerpa tubuh raja Fan kris Wu melumpuhkan semua kekuatannya.


"Ampun! Ampuni aku putri Quan Ling!" teriak raja Fan kris Wu di sela-sela jerit sakitnya.


"Ampun? Apa kau pernah mendengarkan jeritan raja Shan Hua dan tangisan ratu Yun Lie? Apa kau pernah berpikir untuk mengampuni mereka? Tidak! Kau tidak pernah melakukan hal itu! Kau selalu bertindak atas dasar keserakahanmu!"

__ADS_1


Jurus angin petir yang berkilat-kilat membentuk sebuah perisai yang sangat panjang tercengkeram erat di tangan putri Quan Ling, yang kembali mengarahkan serangannya dan hendak melepaskan ke arah raja Fan kris Wu.


"Putri Quan Ling! Lihatlah!" tiba-tiba saja suara dari arah belakang mengalihkan perhatian putri Quan Ling.


Dan apa yang putri Quan Ling lihat? Sungguh sangat memilukan dan membuat hatinya terasa disayat-sayat.


"A-ayah–," ucap putri Quan Ling lirih.


Tampak lah di depan matanya sosok raja Shan Hua yang telah berlumuran darah karena disiksa dengan keji oleh prajurit kerajaan Shengshi. Sekitar matanya lebam dan luka dimana-mana mengalirkan darah ke seluruh tubuhnya, siapapun yang melihat nya pasti tidak akan tega.


Tanpa putri Quan Ling sadari air mata telah jatuh menetes pada kedua kakinya sendiri dan membuat kekuatan roh yang bersemayam di dalam tubuhnya menjadi lemah. Ini adalah pantangan bagi putri Quan Ling.


Ya, air mata putri Quan Ling merupakan titik kelemahan dan melumpuhkan semua kekuatannya sendiri.


Kini keberingasan putri Quan Ling tidak terlihat lagi, ia telah berubah menjadi sosok putri Quan Ling yang cantik jelita dengan sorot mata sendu.


Putri Quan Ling hendak berlari menghampiri Raja Shan Hua. Namun, seseorang telah meringkusnya dan menyeret dirinya dengan paksa.


"Ayah…!" pekik putri Quan Ling. Namun, tangan orang itu telah mencengkeram tubuhnya dengan kuat dan kembali menyeretnya dengan paksa.


Siapa lagi kalau bukanlah pangeran Zhou Yhan yang demi menyelamatkan nyawa raja Fan kris Wu ia rela melakukan apapun.


Sementara diluar sana paman Yan Bei dan beberapa prajurit yang masih hidup telah terperangkap di dalam jeratan prajurit kerajaan Shengshi. Paman Yan Bei hanya menitikkan air mata melihat keponakan dan kakak iparnya diperlakukan seperti itu, bahkan keadaannya sendiri pun sangat memprihatinkan.


"Maafkan aku Kakak ipar, Kakak Yun Lie dan Quan Ling, keponakan ku. Maafkan paman mu ini." Paman Yan Bei merasa sangat tersiksa melihat kondisi itu.


Ia hanya bisa mengikuti dengan pandangannya kemana arah raja Shan Hua dan putri Quan Ling diseret dengan paksa.


Paman Yan Bei hanya bisa pasrah menerima perlakuan para prajurit kerajaan Shengshi yang juga tidak tanggung-tanggung menyiksa nya di dalam jeratan perangkap itu.


"Lepaskan! Lepaskan aku pangeran Zhou Yhan!" teriak putri Quan Ling. Namun, tidak digubris sama sekali oleh pangeran Zhou Yhan yang justru semakin kasar menyeretnya dan mendorong tubuh putri Quan Ling kedalam sebuah bangunan tua di belakang

__ADS_1


__ADS_2