Misteri Putri Quan Ling {Reinkarnasi Dewi Surgawi}

Misteri Putri Quan Ling {Reinkarnasi Dewi Surgawi}
Ramuan herbal untuk putri Quan Ling


__ADS_3

"Oh, tidak," sahut Putri Quan Ling segera.


"Sekarang duduklah! Aku akan memberimu ramuan herbal untuk menyembuhkan luka dalammu."


Kim Yung membantu putri Quan Ling duduk, dengan sangat hati-hati ia merangkul tubuh putri Quan Ling dan mulai mendudukkan nya dengan lembut.


Kemudian Kim Yung meraih mangkuk yang berisi ramuan air rebusan akar daun mint itu dan memberikannya kepada putri Quan Ling.


"Minumlah, ini akan membuat tubuhmu lebih segar."


Putri Quan Ling hanya diam dengan mata terus menatap mangkuk yang berisi air rebusan akar daun mint, seolah-olah ia sedang mencurigai kalau-kalau di dalamnya ada sesuatu yang akan membahayakan dirinya. Rupanya peristiwa siang tadi memberikan pelajaran pada putri Quan Ling untuk lebih berhati-hati.


"Minumlah, ini hanya ramuan herbal saja. Aku tidak mencampurkan sesuatu yang membahayakan dirimu." Kim Yung berusaha meyakinkan putri Quan Ling.


"Mengapa kau berkata seperti itu? tanya putri Quan Ling yang seolah merasa bahwa Kim Yung mengetahui sesuatu yang telah terjadi kepadanya.


" E-maksudku–," sahut Kim Yung terbata-bata, "aku tidak mungkin mencampur bahan-bahan yang akan membuatmu bertambah sakit, percayalah ini hanya ramuan herbal alami yang membantu mengurangi rasa sakit di dalam tubuhmu,"


"Dari mana kau tahu aku sakit?" Putri Quan Ling mengintimidasi.


"K-kau mengigau, kau mengatakan kalau kau merasakan sakit di dalam tubuhmu, oleh karena itu aku membuatkanmu ramuan herbal ini."


"Baiklah, terimakasih." Putri Quan Ling segera meraih mangkuk itu dan meminum air rebusan akar daun mint itu hingga habis tak bersisa.


"Terima Kasih," ucap putri Quan Ling lagi seraya menyerahkan mangkuk itu pada Kim Yung.


"Sekarang berbaringlah."

__ADS_1


Putri Quan Ling mengangguk, jujur ia merasa tidak sanggup jika harus duduk lebih lama lagi, ia merasa seluruh tubuhnya hancur akibat dari efek minuman yang diberikan oleh pelayan raja Fan Kris Wu. Minuman yang semakin lama semakin menggerogoti kesehatan putri Quan Ling.


Setelah putri Quan Ling kembali terbaring di tempatnya, Kim Yung berkata lagi, "Izinkan aku mengobati luka luar mu, ada beberapa tempat yang memar dan terluka cukup parah, apa kau bertarung? Jika benar dengan siapa?" Ia berpura-pura.


"Ya, aku memang bertarung dengan seseorang yang sangat aku benci, akh," desah putri Quan Ling ketika rasa perih mulai terasa pada lukanya yang dibubuhi daun mint yang telah ditumbuk dengan halus.


Kim Yung melakukannya dengan sangat hati-hati dan lembut.


"Apa yang kau maksud adalah pangeran Zhou Yhan?" tanya Kim Yung berpura-pura tidak tahu.


"Ya, tapi sebenci apapun aku kepadanya, aku ini istrinya kan? Apa menurutmu seorang istri akan tega menyakiti suaminya sendiri? Aku hanya berusaha melindungi diriku sendiri, dia yang menyerangku terlebih dahulu!" Emosi putri Quan Ling naik ketika mengingat peristiwa itu. Detik-detik dimana ia melihat tidak ada rasa kemanusiaan di kerajaan Shengshi.


"Bukan hanya itu, yang membuatku lebih sesak adalah perlakuan raja Fan Kris Wu dan pangeran Zhou Yhan kepada ratu Yan Yiku, mereka sama sekali tidak menghormati atau pun menghargai wanita itu, kasihan dia, cinta dan kasih sayangnya amatlah tulus, menurutmu sikap pangeran Zhou Yhan sebagai anak tidak baik kan? Bukankah dia harus berbakti kepada kedua orang tuanya? Bukan hanya kepada Ayahnya saja kan?" Putri Quan Ling mengakhiri kekesalan hatinya dengan melayangkan pertanyaan kepada Kim Yung.


"Mungkin," sahut Kim Yung tanpa sadar menekan terlalu kuat luka putri Quan Ling karena ia merasa sedikit tersinggung dengan ucapan putri Quan Ling.


"M-maaf." Kim Yung mengendurkan tekanan tangannya.


Wajahnya memerah karena terus diperhatikan oleh wanita di depannya yang terus menatap Kim Yung tanpa berkedip, membuat pria itu semakin salah tingkah. Mungkin jika hanya lima atau sepuluh detik saja, Kim Yung masih bisa menahan tatapan putri Quan Ling. Tetapi ini telah lewat ber detik-detik dan hampir satu menit lebih.


"Mengapa kau menatapku seperti itu?" tanya Kim Yung dengan gelagat aneh.


"Aku hampir tidak percaya bisa bertemu lagi denganmu, aku hanya ingin meminta maaf atas apa yang telah dilakukan Paman Yan Bei kepadamu, aku tidak menyangka Pamanku akan menyerang dirimu." Putri Quan Ling memalingkan mukanya menunjukkan rasa bersalah.


Kim Yung segera meraih dagu wanita cantik itu kemudian berkata, "Tidak ada yang perlu dimaafkan, Pamanmu tidak bersalah, aku rasa itu adalah sikap yang wajar sebagai seorang Paman untuk menjaga keponakannya." Kim Yung menghela napas.


"Mungkin jika aku berada di posisinya, aku pasti akan melakukan hal yang sama," lanjut Kim Yung menatap wajah putri Quan Ling.

__ADS_1


"Kenapa?" Putri Quan Ling mengerutkan keningnya menggeser bola matanya ke samping.


"Karena kau begitu cantik, pasti banyak lelaki yang ingin menggodamu dan menjadikan dirimu sebagai kekasihnya."


Jawaban itu hanya bisa ia katakan ketika ia menjadi Kim Yung, bukan seorang pangeran Zhou Yhan. Karena pantang bagi seorang pangeran Zhou Yhan untuk memuji wanita. Mendengar jawaban pria bertopeng di depannya, putri Quan Ling tersipu. Jelas dari raut wajahnya ia terlihat bahagia.


"Jangan terlalu memuji, nanti aku lupa diri." Putri Quan Ling melirik ke arah Kim Yung kemudian tertawa lepas seakan melupakan semua rasa sakit yang mendera tubuhnya.


Kim Yung mendekatkan jempolnya ke arah bibir putri Quan Ling lalu mengusapnya dengan lembut.


"Ada apa?" tanya putri Quan Ling heran.


"Lihatlah!" Kim Yung memperlihatkan jempolnya yang tampak bercak darah kebiruan disana.


"Apa kau tidak merasakan sesuatu di dalam tubuhmu?"


Putri Quan Ling menggeleng perlahan, dengan rasa heran ia tetap memandangi jempol tangan Kim Yung. Hampir saja ia tidak berkedip, bagaimana bisa tubuhnya mengeluarkan sesuatu tetapi ia tidak bisa merasakan.


"Ini adalah warna cairan beracun yang masuk ke dalam tubuhmu dan melukai semua organ dalammu, tapi kau tenang saja, ramuan herbal yang kau minum telah menawarkan semua kinerja cairan beracun itu. Mungkin besok kau akan segera pulih." Kim Yung tersenyum untuk membuat putri Quan Ling tidak merasa panik.


Putri Quan Ling merasa sangat beruntung karena telah dipertemukan dengan seseorang yang baik seperti Kim Yung, pria bertopeng yang tidak diketahui jati dirinya.


"Sejak kapan kau memiliki bekas luka di telapak tanganmu?" tiba-tiba saja pandangan putri Quan Ling mengarah ke telapak tangan Kim Yung.


Tampaklah disana sebuah bekas luka yang masih belum terlalu lama. Karena bekasnya masih terlihat kemerahan.


"Seperti sayatan benda tajam," ucap putri Quan Ling lagi dan membuat Kim Yung kembali panik, ia khawatir identitasnya akan segera terbongkar.

__ADS_1


"I-ini, terluka saat aku menyelamatkan dirimu tadi."


__ADS_2