
Di kerajaan Shengshi, bumi berguncang begitu hebat. Langit bergetar, bumi berguncang mengiringi tapak kaki seorang raksasa yang bernama Gough Raks.
Ia kembali mencari sosok putri Quan Ling demi mendapatkan apa yang ia inginkan, yaitu batu permata kristal putih. Batu permata yang memiliki kekuatan dahsyat, yang mampu mengekalkan pemiliknya. Orang yang memiliki kekuatan dahsyat dari batu permata itu tidak akan takut mati.
Ia akan kekal selamanya.
Raksasa yang berukuran sangat besar, hingga bumi dengan mudah berada di dalam genggamannya, tetapi kondisi itu membuat nya sangat kesulitan mencari sosok manusia yang memiliki kekuatan batu permata kristal putih yaitu, putri Quan Ling.
Oleh karena itu, Gough Raks mengubah dirinya menjadi seorang manusia dan berpenampilan seperti manusia pada umumnya. Ia mengubah dirinya menjadi seorang pria tampan yang sangat menggoda. Setiap wanita yang melihat nya pasti akan tertipu dan jatuh hati padanya.
Semua itu ia lakukan untuk mengecoh putri Quan Ling dan membuatnya jatuh cinta kepadanya sampai ia berhasil membunuhnya dan merampas batu
permata kristal putih.
Hari itu cuaca sangat panas, tidak ada sedikitpun angin yang berhembus walau hanya sekedar menyapa kulit. Semua orang merasakan kepanasan hingga mereka memilih untuk melepaskan pakaian mereka dan hanyalah tinggal celananya saja. Hal ini dilakukan oleh Gough Raks untuk menonjolkan tubuh kekarnya dan membuat semua wanita terpikat kepadanya.
"Wah! Lihatlah pria itu, dia begitu seksi!" Seorang pelayan yang sedang menemani putri Quan Ling berjalan-jalan di luar istana menatap kagum pada Gough Raks yang menjelma menjadi pria tampan dan gagah.
Di musim panas seperti ini banyak dari keluarga kerajaan yang menghabiskan waktu di luar istana, karena musim panas memudahkan mereka untuk melakukan aktivitas tanpa khawatir akan kehujanan.
"Ya, dia sangat tampan, seperti seorang pangeran," sahut pelayan yang lain.
Mendengar apa yang dikatakan oleh kedua pelayannya, putri Quan Ling segera menoleh dan benar saja apa yang telah dikatakan oleh mereka, tidak jauh tempatnya berada, ia melihat seorang pria dengan memakai pakaian layaknya seorang prajurit.
Merasa dirinya sedang diperhatikan oleh tiga wanita sekaligus, Gough Raks segera menghampiri mereka.
"Hai, wanita cantik," sapa Gough Raks dengan senyum yang memikat.
"Hai, pria tampan, siapakah namamu?" tanya salah seorang pelayan yang bernama Moty.
__ADS_1
"Namaku, Raung Chen. Nama kalian?" Gough Raks yang mengaku sebagai Raung Chen membalas bertanya.
"Aku Moty dan ini temanku Sanchi."
Mereka bertiga akhirnya berkenalan kemudian bercakap-cakap. Melihat putri Quan Ling yang seolah tidak peduli dengan kehadirannya membuat Raung Chen merasa tertarik untuk mendekati putri Quan Ling. Mengapa wanita itu tidak tertarik kepadanya.
"Kau tidak ingin berkenalan denganku?" Raung Chen menatap wajah putih putri Quan Ling.
'Dia memang sangat cantik, tapi sayang sudah menjadi milik pangeran Zhou Yhan,' pikir Raung Chen.
"Aku Quan Ling," ucap putri Quan Ling dengan sebuah senyuman pula.
Tanpa mereka ketahui seseorang sedang mengawasi gerak-gerik putri Quan Ling dan Raung Chen.
Tak lama kemudian tampak beberapa prajurit menangkap putri Quan Ling dan Raung Chen,
Dalam keadaan bingung putri Quan Ling dan Raung Chen hanya membiarkan tubuh mereka diseret secara paksa oleh para prajurit.
"Yang mulia, apa maksud semua ini? Mengapa aku diperlakukan seperti ini?" tanya putri Quan Ling dengan penuh rasa heran.
Namun sebelum raja Dan Kris Wu menjawab, seorang wanita cantik bernama Lin Mei yang selama ini selalu mengamati gerak-gerik putri Quan Ling berseru, "Ampun Yang Mulia, putri Quan Ling telah bersekongkol dengan pria ini, aku melihat nya sendiri mereka sedang merencanakan sesuatu!"
"Hei! Jangan sembarangan bicara! Aku tidak pernah melakukan hal itu," sangkal putri Quan Ling.
Sedangkan Raung Chen hanya diam saja, ia menarik sebelah sudut bibirnya dan mulai berpikir.
"Anak muda! Siapa namamu? Dan dari mana asalmu? Apa tujuanmu memasuki wilayah kekuasaan ku?"
Semua pembesar istana beserta kedua pangeran dan permaisuri yang mengikuti jalannya eksekusi itu hanya diam menantikan jawaban dari Raung Chen.
__ADS_1
"Benar Yang mulia, aku adalah Raung chen salah seorang Prajurit kerajaan Hua Kingyan dan diperintahkan untuk menjaga putri Quan Ling," jawab Raung chen berbohong.
Pangeran Zhou Yhan merasa panas didalam hatinya ketika mendengar jawaban dari pria berwajah tampan itu. Dan itu terlihat jelas pada raut wajahnya yang memerah.
"Kakak cemburu?" tanya pangeran Shin Haein dengan berbisik di dekat telinga pangeran Zhou Yhan.
"Tidak! Dan itu tidak akan pernah terjadi," jawab pangeran Zhou Yhan dengan berbisik pula.
"Wajah kakak terlihat merah." Pangeran Shin Haein menahan senyum melihat reaksi kakaknya yang sengaja ingin menyembunyikan suasana didalam hatinya.
"Baiklah! Aku menerima alasanmu, prajurit! Lepaskan mereka!" titah raja Fan Kris Wu.
'Dasar bodoh! Mudah sekali dia percaya padaku,' pikir Raung chen dengan sebuah senyuman yang menyeramkan, lebih tepatnya ia menyeringai.
"Tapi, Yang mulia!" seru seorang wanita merasa tidak terima melihat putri Quan Ling dan Raung chen di bebas kan begitu saja.
"Putri Lin Mei! Ini keputusan ku, harap dipatuhi!" teriak raja Fan kris Wu, sontak membuat wanita itu terdiam, tetapi dari sorot matanya menunjukkan suatu kebencian kepada putri Quan Ling.
Lin Mei adalah seorang wanita pemuja pangeran Zhou Yhan, selama bertahun-tahun ia tinggal bersama dengan pangeran Zhou Yhan di istana itu bahkan sejak mereka masih kecil. Sebuah persahabatan terjalin di antara mereka.
Namun, ketika mereka sama-sama dewasa putri Lin Mei menyadari bahwa dirinya jatuh hati pada pangeran Zhou Yhan yang dingin dan tidak tersentuh. Belum sempat ia menyatakan perasaannya, mendengar pangeran Zhou Yhan telah menikah dengan putri Quan Ling membuat putri Lin Mei sangat membencinya.
Seluruh orang yang berada di ruangan itu segera dibubarkan, eksekusi selesai. Pangeran Zhou Yhan bangkit dari duduknya kemudian mendekati Raung chen.
"Kau tidak perlu menjaganya, dia adalah istriku dan telah menjadi tanggung jawabku untuk melindunginya, jadi kau silahkan pergi karena tidak diperlukan lagi," bisik pangeran Zhou Yhan.
"Dimana putri Quan Ling berada, maka aku akan selalu di dekatnya, karena aku tidak yakin kau akan mampu menjaganya." Raung chen menyeringai kemudian mendekati putri Quan Ling yang menatap Raung chen dengan tatapan penuh keraguan.
'Bagaimana bisa Ayah dan Ibu menyuruh seseorang untuk menjagaku tanpa memberitahuku terlebih dahulu?' pikir putri Quan Ling.
__ADS_1
"Mari tuan putri," ucap Raung chen dengan penuh rasa hormat.
Dengan hati penuh tanda tanya, putri Quan Ling melangkah meninggalkan ruangan itu, sedangkan pangeran Zhou Yhan hanya menatap mereka dari belakang dengan penuh kemarahan, atau lebih tepatnya ia mulai merasa cemburu.